UNIONPERS
MEMBANGUN LOYALITAS PERS KEPADA PUBLIK

MEMBANGUN LOYALITAS PERS KEPADA PUBLIK

(Sabam Leo Batubara), Tuk-Tuk, Samosir, (14-4-2012) Pada Acara Pelatihan Jurnalistik yang Diselenggerakan Surat Kabar Pelita RAKYAT.

I.      APA KONTRIBUSI PERS TERHADAP BANGSA?

Era Penjajahan kolonial Belanda:

Orang-orang pergerakan dan orang-orang pers berjasa membangun konsep Indonesia.

  1. – Sultan Hasanuddin (Makassar)         1670

– Pattimura (Ambon)                              1817

– Diponegoro (Jawa)                              1830

– Imam Bonjol (Minangkabau)                        1864

– Tjik Di Tiro (Aceh)                             1891

– Sisingamangaraja XII (Medan)         1907

Perang melawan penjajah, dan kalah. Mengapa? Karena perang dengan baju suku.

  1. – RM Tirtoadisuryo menerbitkan majalah Medan Prijaji di Bandung (1|1|1907)

–   Hezekiel Manullang (1887-1979) menerbitkan suratkabar Binsar Sinondang Batak (1906) dan Soara Batak (1919). Karena tulisannya, dia dibuang dan dipenjara di Tjipinang Batavia (1922-1923).

–   Dr Soetomo menerbitkan Soeloeh Indonesia (1925). Isi media menyuarakan konsep Indonesia (Sumpah Pemuda, Proklamasi Kemerdekaan).

  1. II.      POKOK-POKOK ISI UU NO. 40/1999 TENTANG PERS
    1. 1.      Asas (Pasal 2): berasaskan demokrasi, keadilan dan supremasi hukum.
  1. 2.      Fungsi: sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial. (Pasal 3 ayat (1)), sebagai lembaga ekonomi (ayat (2)).
  1. 3.      Hak (Pasal 4):

(1)      Kemerdekaan pers adalah hak asasi warga negara;

(2)      Terhadap pers tidak dikenakan penyensoran, pembredelan, dan pelarangan penyiaran;

(3)      Hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi;

(4)      Mempunyai Hak Tolak.

 4.         Kewajiban (Pasal 5):

(1)         Menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah;

(2)         Pers wajib melayani Hak Jawab;

(3)         Pers wajib melayani Hak Koreksi.

 5.         Melaksanakan peranan (Pasal 6):

(1)        Memenuhi hak masyarakat untuk tahu;

(2)        Menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya  supremasi hukum dan HAM, serta menghormati kebhinekaan;

(3)        Berdasarkan informasi yang tepat, akurat, dan benar;

(4)        Melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum;

(5)        Memperjuangkan keadilan dan kebenaran.

 III.     MENTAATI KODE ETIK JURNALISTIK:

    1. Independen, akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.
    2. Menempuh cara profesional.
    3. Menguji informasi, berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.
    4. Tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul.
    5. Tidak menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan.
    6. Tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap.
    7. Memiliki hak tolak.
    8. Tidak menyiarkan berita prasangka atau diskriminasi.
    9. Menghormati hak narasumber tentang kehidupan pribadinya, kecuali untuk kepentingan publik.
    10. Segera mencabut, meralat dan memperbaiki berita yang keliru dan tidak akurat disertai permintaan maaf.
    11. Melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional.

Pers wajib melayani Hak Jawab:

UU Pers No. 40/1999 Pasal 5 Ayat (2):

“Pers wajib melayani Hak Jawab”. Berdasar Pasal 18 ayat (2) UU Pers, apabila “hak jawab” tidak dilaksanakan, pengelola media diancam dengan pidana denda paling banyak Rp. 500 juta. 

  1. IV.     PERKEMBANGAN PERUSAHAAN PERS
No Media 1997 1999 2010
Perusahaan Media TIRAS(juta eks) Perusahaan Media Perusahaan Media TIRAS (juta eks)
1 Media cetak
a. SKH 79 5,0 299 349 8,74
b. Tabloid SKM 88 5,0 886 428 6,48
c. Majalah 114 4,3 491 294 6,2
d. Buletin 8 n.a 11 5 0,033
Jumlah 289 14,4 1.687 1.076 21,49
2

Stasiun Televisi 6 TVRI+ + 250 30 juta
5 TV Swasta+
5 izin baru
3 Stasiun Radio 740 +RRI 1.100 + RRI + 2000 34 juta 

Sumber: SPS, ATVL

Media Baru:

–         Media siber (al. kompas online)

–         Media sosial (al. facebook, twitter, blog, milis).

Media Sehat Bisnis Bertumbuh:

Jumlah penerbitan pers (PP) 1076 (SPS 2010)

30% sehat bisnis:

–      Perolehan iklan signifikan;

–      Most are professional;

–      Dozens are quality media;

–      Mampu membuat produk pers:

  1. Atraktif;
  2. Mencerahkan;
  3. Taat kode etik;
  4. Dibutuhkan khalayak;

V.  KUNCI FAKTOR KEBERHASILAN (KEY SUCCESS FACTORS)

A. Mengoperasikan perusahaan pers yang professional

PROFIL TINGKATKEPROFESIONALAN KOMPETENSIWARTAWAN KONDISI
AExcellent PP-nya profesional Wartawannya memenuhi standar kompetensi. Maju, berkembang, sejahtera
BGood PP-nya profesional Wartawannya tidak kompeten Wartawan tsb dilatih, bila tidak berkembang diPHK.
CLittle hope PP-nya tidak profesional Wartawannya memenuhi standar kompetensi Wartawan yang bersangkutan mencoba memprofesionalkan media tsb. Bila gagal, wartawan tsb. sebaiknya pindah ke PP profesional.
DNo hope PP-nya tidak profesional Wartawannya tidak kompeten Rekomendasi profesi: hentikan kegiatan; tetapi konstitusi melindungi.

Perusahaan pers (PP) untuk meraih sehat bisnis harus begulat dan compete menuju level B dan A.

Memenuhi Standar Kompetensi:

B.  Mengintegrasikan kepentingan Perusahaan dan Wartawan

  1. Kepentingan perusahaan pers: (1) exist, (2) profit, dan (3) develop.
  2. Kepentingan wartawan dan karyawan pers: (1) contribute, (2) reward, dan (3) challenge.

C.  Profil wartawan yang memenuhi standar kompetensi

  1. Melakukan kegiatan jurnalistik secara teratur;
  2. Kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi;
  3. Menggunakan credible source,  melakukan cover both sides (berimbang);
  4. Menguji informasi/verifikasi/cek dan ricek;
  5. Tampil imparsial, independen;
  6. Untuk kepentingan umum;
  7. Produk pers yang dihasilkan (hasil No.1 s/d 6) dimuat di media yang terbit/bersiar teratur;
  8. Wartawannya digaji tidak lebih kecil dari UMR.

Peningkatan Kebolehan Wartawan

  1. Only the knowledge journalists can provide the knowledge media for the knowledge society.
  2. Mampu menghasilkan karya jurnalistik yang:
    1. atraktif,
    2. mencerahkan,
    3. taat kode etik,
    4. dibutuhkan pasar (pembaca/pendengar/pemirsa, pengiklan).
    5. Developing to be a professional journalist:

HIERARCHY OF JOURNALIST COMPETENCE:

Menulis Buku
  • Tajuk
  • Artikel

–     read a lot

–     library oriented

–     lobby

Analised news

–     read a lot

–     library oriented

–     lobby

   Report in depth   Talking news, viewpaper

D.  Memahami kiat sukses bisnis pers:

  1. Unggul dalam penetrasi,
  2. Membidik pengguna barang dan jasa,
  3. 3.      Meraih kredibilitas, public trust.

(ditentukan oleh ketaatan kepada KEJ),

  1. Produk anda dibutuhkan khalayak dan pengiklan.

E. Alat ukur kealifikasi wartawan: mampu menghasilkan karya jurnalistik yang:

  1. Atraktif,
  2. Mencerahkan,
  3. Taat Kode Etik Jurnalistik,
  4. Dibutuhkan khalayak.

VII. MEMPEDOMANI MOU DEWAN PERS – POLRI, 9 FEBRUARI 2012

Brigjen Pol. Drs. Anton Setiadi, SH, MH Kadivkum Polri:

TP: Tindak Pidana

Catatan: Berita berkategori di luar UU Pers:

Berita malpraktik (bukan karya jurnalistik) dapat diproses mempedomani KUHP:

(1)     Bila berita yang dihasilkan bukan karya jurnalistik, tetapi berita berkategori malpraktik, UU Pers No.40/1999 Pasal 12 Penjelasan menyatakan “menganut ketentuan perundang-undangan yang berlaku”, al. KUHP.

(2)     Berita berkategori malpraktik:

a)     Berita bertujuan untuk melakukan pemerasan.

b)     Berita hasil rekayasa: Sumber-sumber yang digunakan, kemasan cover both sides, cek dan ricek yang ditampilkan semuanya difabrikasi, dikarang-karang.

c)     Berita berintensi malice untuk menjatuhkan seseorang.

d)     Bila berkandungan pornografi yang semata-mata untuk membangkitkan nafsu birahi.

e)     Berita untuk menghina agama.

  1. VIII.      MEMBANGUN INTERAKSI PERS, MASYARAKAT DAN PENYELENGGARA NEGARA YANG PROFESIONAL

Mewujudkan prinsip-prinsip transparansi:

  1. Pejabat publik harus memajukan pemerintahan yang terbuka;
  2. Keinginan publik untuk tahu jangan dihambat;
  3. Memajukan partisipasi publik dalam proses pembuatan kebijakan pemerintahan daerah;
  4. Menyelenggarakan rapat-rapat badan publik (publik bodies) terbuka untuk umum.
  5. Mempublikasikan tender-tender secara terbuka, termasuk lewat internet;
  6. Menyelenggarakan “talk to the public” lewat “meet the press” secara regular dan sesuai kebutuhan.
  7. Membantu media dalam pelaksanaan jurnalisme investigasi.

Tuk-Tuk Samosir, 14 April 2012

Drs. Sabam Leo Batubara

Mantan Wakil Ketua Dewan Pers

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

BERITA

%d blogger menyukai ini: