UNIONPERS
KRIMINAL
PROFIL UNIONPERS

Kejaksaan Tak Serius Usut Dugaan Korupsi di RSUD Karawang


KARAWANG, (WN)

Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang  tidak serius mengusut dugaan korupsi di RSUD Kabupaten Karawang. Pasalnya, pemanggilan terhadap Dirut RSUD dr. Wuwuh Utami Ningtyas yang dinilai terlibat belum dilakukan penyidik dengan alasan masih menunggu keterangan dari semua saksi.

Sejauh ini, Kejari) Karawang masih sebatas meminta keterangan sebanyak 29 orang saksi, dalam dugaan kasus korupsi proyek pengadaan barang dan jasa di RSUD Kab Karawang. Sehingga Dirut RSUD Karawang dr. Wuwuh Utami Ningtyas dikhawatirkan bisa menyembunyikan barang bukti atas keterlibatannya.

“Yang sudah berhasil dimintai keterangan dan memenuhi panggilan sementara baru 14 orang,” ungkap Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Karawang Imran Yusuf setelah mengikuti sidang Paripurna di Aula Husni Hamid DPRD Karawang. Dikatakannya, sebanyak 14 orang yang dimintai keterangan tersebut berasal dari rekanan dan jajaran manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang.

Pemerikasan tersebut dilakukan menyusul dugaan penyimpangan yang dilakukan pada pengadaan seragam pegawai, pengadaan obat dan alat kesehatan serta pengadaan genset di rumah sakit tersebut.

Dalam pemeriksaan, penyidik menemukan beberapa temuan. Tapi belum ada penetapan tersangka dan menunggu pemeriksaan lebih lanjut. Dari beberapa kali pemeriksaan kepada jajaran direksi RSUD Karawang, ditemukan sejumlah kejanggalan administrasi dalam pengadaan seragam pegawai.

Namun, ketika ditanya kapan pemanggilan terhadap Dirut RSUD, Imran menuturkan masih menunggu keterangan dari semua saksi lebih dahulu. “Kita mungkin masih evaluasi, masih banyak pihak yang harus dipinta keterangan,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Kasus dugaan Korupsi di (RSUD) Karawang sebenarnya sudah lama terjadi, tapi tidak pernah tersentuh hukum, diantaranya kasus Pengadaan Genset Tahun Anggaran 2012 Rp 1,4 miliar yang dikerjakan oleh CV Candrabaga saja.  “Direktur RSUD Karawang  dr. Wuwuh Utami Ningtyas karakternya kurang transparan kepada publik,” sejumlah LSM.

Catatan proyek yang terjadi selama Tahun Anggaran  2012 ini diantaranya, Proyek pengadaan Alat Medis DAK Rp 3,9 miliar, Pengadaan Alat Medis Perinatologi Rp 243 Juta, Pengadaan Alat Medis Kamar Bedah Rp 2,5 miliar, Pengadaan Alat Medis Laboratorium dan Alat Medis Penunjang Rp 4,9 miliar, Pengadaan Alat Medis Perawatan Paru (Cukai) Rp 2,1 miliar, Pengadaan Alat Medis Perawatan Paru (Cukai) Lungsuran TH 2011 Rp 455 Juta, Pengadaan Alat Mobilisasi Pasien Rawat Inap (Cukai) Lift RSUD Karawang Rp 409,2 Juta, Jasa Satuan Pengamanan (Satpam) RSUD Karawang Rp 779 Juta, Pengadaan Jasa Cleaning Service Rp 1 miliar, Pengadaan Jasa Satuan Pengamanan (Satpam) RSUD Karawang (Ulang) Rp 592,2 Juta. Pengadaan Instalasi Pengolahan Limbah Rumah Sakit Rp 946 Juta. (Red/Pariston/Sumuang)

Iklan

About unionpers

ORGANISASI WARTAWAN UNIONPERS BERDIRI SEJAK TAHUN 2004, AKTA NOTARIS : No 01/05/10/2005, MARLIANSYAH, SH, E-mail: unionpers@yahoo.com, REKENING BANK MANDIRI NO : 132 00 1264034-9, CABANG SADANG, PURWAKARTA ATAS NAMA REKSON HERMANTO (BENDAHARA)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

BERITA

%d blogger menyukai ini: