KPU BAKAL DISOMASI KE MK, PILKADA BISA DIULANG


11PURWAKARTA – Sejumlah bukti kasus pelanggaran Pilkada di Purwakarta yang telah berhasil dikumpulkan tim pencari fakta yang dibentuk pasangan calon Dudung B Supardi-Yogie Muchamad (Dugi) sudah cukup lengkap dan akurat untuk mensomasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purwakarta ke tingkat Mahkamah Konstitusi (MK).

Sebanyak 24 kasus pelanggaran diantaranya video dan foto keterlibatan pegawai negeri sipil (PNS) dalam kampanye. “Video dan foto keterlibatan oknum PNS yaitu dengan menggunakan fasilitas negara, diantaranya Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan,  para Kepala Desa yang membagi-bagikan uang dan PNS yang membagikan sembako pada masa tenang,” ujar Yayat Jatnika, tim pencari fakta Dugi.

Tak hanya itu, ada pula undangan pencoblosan yang ditempel stiker bergambar salah satu pasangan calon. Kemudian, ada pula Ketua RT yang menjadi saksi dengan mengenakan pakaian bertuliskan jargon salah satu pasangan calon.

Penolakan dari DUGI bukan tanpa sebab. Alasan kubu DUGI meminta Pilkada ulang karena ada rekayasa secara sietemik diantaranya keterlibatan Kepala Dinas Perternakan dan Perikanan Purwakarta, Hery Herawan, yang terlibat dalam pengerahan massa mendukung no 2 (Dedi-Dadan). Bukti vidio Hery Herawan menunjukkan ketidaknetralan dalam Pilkada dan telah melanggar aturan PNS mengenai keterlibatan melalui putusan MK 17/PUU/10/2012 tentang judicial review 116 ayat 4 UU 32.

“Jelas sekali kecurangan didesain secara sistemik. Persoalan partisipasi yang rendah juga menunjukan KPUD gagal menyelenggarakan pemilu. Saat ini, beberapa langkah hukum termasuk mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) juga sedang disiapkan oleh kubu DUGI”, ujar TPF.

Perlu diketahui, meski KPUD Purwakarta mengumumkan pemenang dan itu bisa diulang setelah dilakukan persidangan oleh Mahkamah Konstitusi , yang menentukan Pilkada diulang hanya melalui keputusan persidangan Mahkamah Konstitusi . Karena Pilkada Purwakarta sudah menuai persoalan sejak awal. Pasangan DUGI memerintahkan kepada seluruh saksi mereka di TPS untuk menolak hasil Pilkada dan meminta Pilkada diulang. (JPN/007)

 

Iklan

Penulis: Harian Warta Nasional

Saya, Rekson Hermanto, Pemimpin Redaksi Harian Warta Nasional mengucapkan selamat datang di website harianwartanasional.com. harianwartanasional.com merupakan situs berita online yang secara resmi berdiri pada bulan Agustus 2014, di bawah manajemen PT. Nasional Tritunggal Jayautama (Koran Harian Warta Nasional). Pada dasarnya harianwartanasional.com menyajikan berita dan memiliki konten yang selaras dengan koran Harian Warta Nasional. Namun, berita yang dikemas dalam portal berita ini lebih mengarah kepada pembaca yang ingin membaca berita secara cepat, akurat, dan efisien dalam hal waktu. Berita dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi lebih pendek dan lebih mudah dinikmati para pembaca di internet. Kami berbenah dengan menyuguhkan kepada pembaca yang budiman berita berita aktual, tajam, kristis dan terpercaya dan terus berupaya melaksanakan pembaruan dalam berbagai bidang pemberitaan yang profesional, guna membentuk jati dirinya sebagai “Jurnalist Tangguh”. Hal ini terkait dengan amanat UU PERS No 40 Tahun 1999 yang telah menempatkan posisi dan fungsi “Jurnalis Tangguh” sebagai sosial kontrol yang bebas dari pengaruh pihak manapun, Independen”. Oleh karena itu, keberadaan Website harianwartanasional.com mengimformasikan data yang tersaji di dalamnya dan diharapkan bisa membantu kita semua untuk lebih memahami peran, posisi, serta fungsi Jurnalis, dalam upaya penegakan hukum di negara kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s