DITANGAN HOTMAN PARIS, DEDI MULYADI BAKAL TERKENAL SEPERTI ANGELINA SONDAKH DAN NAZARUDDIAN


DITANGAN HOTMAN PARIS, DEDI MULYADI BAKAL TERKENAL SEPERTI ANGELINA SONDAKH DAN NAZARUDDIAN
DITANGAN HOTMAN PARIS, DEDI MULYADI BAKAL TERKENAL SEPERTI ANGELINA SONDAKH DAN NAZARUDDIAN

PURWAKARTA, JAYAPOS NEWS – Pengacara kondang, Hotman Paris sangat nyakin bisa menyeret Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi untuk menjadi pesakitan. Jika, bukti sudah lengkap, apakah Dedi Mulyadi akan terkenal seperti Muhammad Nazaruddin dan Angelina Sondakh?.

Menurut Hotman Paris, saksi Entin Kartini membenarkan bukti rekaman pembicaraan antara saksi Entin Kartini dan seorang laki-laki yang diputar di persidangan, yang mana dalam pembicaraan tersebut, Entin mengatakan bahwa uang 1,8 miliar rupiah tidak dipakai oleh Bupati (terdakwa), melainkan oleh Wakil Bupati (Dedi Mulyadi yang sekarang jadi Bupati).Tidak hanya itu, dalam putusan pengadilan, disebutkan bahwa dana Islamic Center telah dipakai untuk kepentingan Wakil Bupati, Dedi Mulyadi, sebesar 372 juta rupiah. “Dalam putusan tersebut, juga disebutkan kalau, ‘Menurut keterangan saksi-saksi tersebut, uang yang diterimanya dari Entin Kartini untuk diserahkan kepada Wakil Bupati tidak berkaitan dengan kedinasan, melainkan untuk kepentingan pribadi Wakil Bupati’,” kata Hotman.

Dia menjelaskan meski keterlibatan Dedi Mulyadi telah diurai secara jelas oleh Majelis Hakim dalam pertimbangan hukum putusan pengadilan, yang dikuatkan Mahkamah Agung (MA), ternyata tidak ditindaklanjuti oleh Kejari Purwakarta dan Kejati Jawa Barat.

“Terjadi ketidakwajaran yang dilakukan oknum Kejari Purwakarta dan Kejati Jawa Barat sebab yang disidik hanya dua orang dan telah divonis, yaitu Entin Kartini (divonis delapan tahun) dan Lili Hambali (divonis dua tahun). Sedangkan orang ketiga, yang menurut pertimbangan hukum pengadilan juga terlibat, yaitu Dedi Mulyadi (Bupati Purwakarta 2008–2013), tidak pernah tersentuh, bahkan disidik oleh Kejari Purwakarta dan Kejati Jawa Barat,” tukas Hotman.

Ditanya apa yang membuat kedua institusi kejaksaan tersebut tidak mau menyidik Dedi Mulyadi, Hotman menduga karena ada kedekatan antara Dedi dan kedua institusi tersebut. Karena itu, pihaknya berencana melaporkan kasus tersebut ke Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Karena KPK memunyai kewenangan untuk melakukan pengawasan,” kata Hotman. (006)

Iklan

Penulis: Harian Warta Nasional

Saya, Rekson Hermanto, Pemimpin Redaksi Harian Warta Nasional mengucapkan selamat datang di website harianwartanasional.com. harianwartanasional.com merupakan situs berita online yang secara resmi berdiri pada bulan Agustus 2014, di bawah manajemen PT. Nasional Tritunggal Jayautama (Koran Harian Warta Nasional). Pada dasarnya harianwartanasional.com menyajikan berita dan memiliki konten yang selaras dengan koran Harian Warta Nasional. Namun, berita yang dikemas dalam portal berita ini lebih mengarah kepada pembaca yang ingin membaca berita secara cepat, akurat, dan efisien dalam hal waktu. Berita dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi lebih pendek dan lebih mudah dinikmati para pembaca di internet. Kami berbenah dengan menyuguhkan kepada pembaca yang budiman berita berita aktual, tajam, kristis dan terpercaya dan terus berupaya melaksanakan pembaruan dalam berbagai bidang pemberitaan yang profesional, guna membentuk jati dirinya sebagai “Jurnalist Tangguh”. Hal ini terkait dengan amanat UU PERS No 40 Tahun 1999 yang telah menempatkan posisi dan fungsi “Jurnalis Tangguh” sebagai sosial kontrol yang bebas dari pengaruh pihak manapun, Independen”. Oleh karena itu, keberadaan Website harianwartanasional.com mengimformasikan data yang tersaji di dalamnya dan diharapkan bisa membantu kita semua untuk lebih memahami peran, posisi, serta fungsi Jurnalis, dalam upaya penegakan hukum di negara kita.

2 thoughts on “DITANGAN HOTMAN PARIS, DEDI MULYADI BAKAL TERKENAL SEPERTI ANGELINA SONDAKH DAN NAZARUDDIAN”

  1. Yang menerima uang dari Bupati, kok bisanya senang saja, tidak dipikirkan darimana asal uang itu. Bagaimana kalau misalnya Bupati resmi jadi pesakitan karena korupsi mau gitu menanggungnya bersama beliau?

  2. Mudah-mudahan DEDI Mulyadi bisa di adili dan tidak merusak semakin banyak, kota kecil tercinta ku ini. PURWAKARTA
    saya mau tanya, apa yang dilakukan dedi mulyadi setiap hari suka melakukan yang NAMANYA GEMPUNGAN ke tiap-tiap desa. sangat disayangkan para ulama dan Ustadz pun mengikutinya karena itu adalah “kewajiaban” (kata bupati purwakarta “DEDI MULYADI”) setiap setelah Gempungan tersebut dedi mulyadi suka membagi-bagikan uang, sehingga banyak para ulama dan ustadz jarang sholat subuh pada waktu semestinya dan pegawai yang mengikuti gempungan tersebut jarang sekali bekerja pada waktu yang telah di tentukan (PNS), dengan alasan “malam saya sudah gempungan” :p

    Sayang sekali. agama lainpun jarang diperhatikan. juga mayoritas Agama islam di Purwakarta Sudah hancur Moralnya. DEDI MULYADI terlalu memikirkan Dirinya sendiri, membuat jalan dengan pengeluaran dana yang tidak semstinya… masa jalan kecil cuma masuk motor di anggarkan 900juta ?>???? yang cair = 54 juta. parah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s