KPK Diminta Usut Proyek Lelang RSUD Kota Bekasi


KPK Diminta Usut Proyek Lelang RSUD Kota Bekasi

RSUD

Bekasi, Jayapos News

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Rakyat Revolusioner Selamatkan Indonesia (AGRRESI) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut lelang proyek Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi yang terindikasi korupsi.  Pasalnya, pengadaan konstruksi ( gedung 8 dan 4 lantai, rumah duka) yang dibiayai melalui bantuan Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2012, diperkirakan mencapai Rp17 miliar kerugian negara.

“Kami menilai pembebasan dan pengadaan tanah serta proyek lelang pembangunan RSUD Kota Bekasi tidak transparan sejak awal, mencerminkan ada permainan korupsi. KPK harus membongkar permainan pemenang lelang dan keterlibatan Dirut RSUD Kota Bekasi dr.Titi Masrifahati selaku Pengguna Anggaran”, ujar Ketua LSM AGRRESI, Ir Robinson kepada Jayapos News.

Sementara informasi Jayapos News menyebutkan, jumlah Rp 17 miliar merupakan uang  proyek, yang berasal dari PT Pembangunan Perumahan (Persero) selaku perusahaan pemenang pelelangan proyek kegiatan  pembangunan RSUD Kota Bekasi, yang seharusnya disetorkan ke kas negara, tapi justru  masuk ke kantong oknum pejabat Pemprov Jawa Barat dan oknum pejabat Pemkot Bekasi .

“Dari Rp17 miliar itu, Panitia  menyetor ke oknum pejabat Pemprov Jawa Barat sebesar Rp5 miliar, sedangkan Rp3 miliar disetor ke oknum pejabat Pemkot Bekasi. Sementara sisanya sebesar Rp 9 miliar tidak jelas kemana larinya,” kata sumber Jayapos News di Jakarta.

Selain itu, sebelumnya proyek pembebasan dan pengadaan tanah untuk proyek bangunan di RSUD harganya juga terindikasi digelembungkan atau dimark-up.  Untuk pengadaan tanah RSUD mulai tahun 2009-2011 diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp12 milyar.

Dana tersebut dialokasikan dalam tiga tahun anggaran, tahun 2009 sekitar Rp 5,7 miliar dan tahun 2010 terdiri dari dua kegiatan masing-masing nilainya Rp 4,25 miliar dan Rp1,20 miliar. Sedangkan tahun 2011 dianggarkan sekitar Rp1 miliar.

Belum diperoleh keterangan berapa luas tanah yang dibebaskan dengan dana sekitar Rp12 miliar tersebut. Ada sumber mengatakan bahwa sebagian tanah yang dibebaskan adalah tanah milik negara, berupa daerah aliran sungai kali Bekasi di wilayah Kecamatan Bekasi Timur.

Direktur RSUD Kota Bekasi  dr.Titi Masrifahati belum berhasil ditemui. Menurut Pejabat  Pembuat Komitmen (PPK),  Hedi Mohammad Hadiat yang juga Wakil Direktur RSUD Kota Bekasi mengatakan, kami siap dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi, ujar Hadi.

Sedangkan, Panitia Pelelangan Pengadaan Barang/Jasa Proyek Kegiatan Pembangunan RSUD Kota Bekasi Tahun Anggaran 2012, Shinta Silawati, SKp, MSc, yang dalam pers releasenya menyatakan, proses pelelangan penawaran sebanyak 6 (enam) perusahaan yaitu PT Guna Karya Nusantara, PT Penata Karya Keluarga Utama, PT Suburo Jayana Indah Corp, PT Tamako raya Perdana dan PT Penata Karya Utama (KSO), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (persero) Tbk dan PT Prambanan Dwipaka.

Dari hasil koreksi administrasi dan koreksi aritmatiak didapatkan 3 (tiga) penawar terendah dilanjutkan dengan evaluasi teknis dan biaya terhadap penawar terendah, yaitu PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dengan  harga penawaran Rp121.839.000.000,  PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, dengan harga penawaran 138.904.572.000, dan PT Guna Karya Nusantara, dengan harga penawaran Rp142.581.720.000. Berdasarkan hasil evaluasi seperti yang tercantum  diatas, maka didapatkan nama perusahaan calon pemenang pelelangan, kata Shinta.

Didasarkan atas hasil evaluasi dokumen penawaran, Panitia mengajukan usulan penetapan pemenang pelelangan proyek kegiatan pembangunan RSUD Kota Bekasi Tahun Anggaran 2012 yaitu PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk Cabang IV Wilayah Bandung dengan nilai 138.904.572.000  (seratus tiga puluh delapan miliar Sembilan ratus empat juta lima ratus tujuh puluh dua ribu rupiah).

“Kepada pengguna anggaran untuk ditetapkan sebagai pemenang yang selanjutnya dikeluarkan Surat Keputusan Direktur RSUD Kota Bekasi,  selaku Pengguna Anggaran Nomor:188. 4/3182.RSUD/VIII/2012 tentang penetapan pemenang pelelangan umum kegiatan pembangunan RSUD Kota Bekasi,” ujarnya.  (RED)

Iklan

Penulis: Harian Warta Nasional

Saya, Rekson Hermanto, Pemimpin Redaksi Harian Warta Nasional mengucapkan selamat datang di website harianwartanasional.com. harianwartanasional.com merupakan situs berita online yang secara resmi berdiri pada bulan Agustus 2014, di bawah manajemen PT. Nasional Tritunggal Jayautama (Koran Harian Warta Nasional). Pada dasarnya harianwartanasional.com menyajikan berita dan memiliki konten yang selaras dengan koran Harian Warta Nasional. Namun, berita yang dikemas dalam portal berita ini lebih mengarah kepada pembaca yang ingin membaca berita secara cepat, akurat, dan efisien dalam hal waktu. Berita dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi lebih pendek dan lebih mudah dinikmati para pembaca di internet. Kami berbenah dengan menyuguhkan kepada pembaca yang budiman berita berita aktual, tajam, kristis dan terpercaya dan terus berupaya melaksanakan pembaruan dalam berbagai bidang pemberitaan yang profesional, guna membentuk jati dirinya sebagai “Jurnalist Tangguh”. Hal ini terkait dengan amanat UU PERS No 40 Tahun 1999 yang telah menempatkan posisi dan fungsi “Jurnalis Tangguh” sebagai sosial kontrol yang bebas dari pengaruh pihak manapun, Independen”. Oleh karena itu, keberadaan Website harianwartanasional.com mengimformasikan data yang tersaji di dalamnya dan diharapkan bisa membantu kita semua untuk lebih memahami peran, posisi, serta fungsi Jurnalis, dalam upaya penegakan hukum di negara kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s