UNIONPERS
KRIMINAL
PROFIL UNIONPERS

100.000 Anak SD di Purwakarta Diwajibkan Pengembala Kambing


anak memberikan kambing makan

Purwakarta, Prokontra
Selain anak SD di Kabupaten Purwakarta diwajibkan membeli bermacam-macam seragam, pakaian kampret dan kebaya bagi anak perempuan, baju pramuka, buku LKS di sekolah. Bupati Dedi Mulyadi kembali membuat gebrakan baru yaitu anak SD akan dibuat mandiri melalui program ternak kambing untuk 100.000 murid SD. Untuk memperoleh anak kambing tersebut,  orangtua yang tidak mampu akan dibantu dan bagi yang mampu orangtua membeli kambing untuk diternakkan.

“Jadi, kambing yang diternak anak didik itu akan beranak pinak. Bila telah banyak, kambing-kambing itu bisa dijual. Sehingga, meraka memiliki biaya untuk kebutuhan lainnya. Nantinya, Purwakarta akan menjadi sentra ternak, yaitu kambing. Bila sudah begitu, maka tak perlu lagi mendatangkan ternak dari luar. Apalagi impor,” tukas Dedi dalam seminar yang dilaksanakan di Grha Vidya Convention Hall Jatiluhur, Purwakarta.

Lebih jauh Bupati menjelaskan kedepan akan mewajibkan anak anak punya domba, balong, dan unggas, serta berternak harus menjadi bagian dari sekolah. Pada akhir sambutan Bupati berharap semoga Ayam Jago ditimur berkokok lagi dan macan mengaom lagi. Jadi, sejak dini mereka akan diberikan kewajiban untuk hidup mandiri. Serta mampu bertanggung jawab terhadap diri dan lingkungannya. “Program tersebut mengadopsi kebiasaan nenek moyang kita dulu,” kata Dedi.

Kebiasaan tersebut, lanjut Dedi, ternyata memiliki nilai moral yang sangat positif. Anak laki-laki sejak dini dibentuk untuk bisa bertanggung jawab. Menggembala ternak itu tidak mudah. Bila kurang cermat bisa jadi hewan yang dipelihara itu akan mati akan menderita penyakit. Jadi, anak laki-laki itu harus mampu mengatasi kesulitan sejak dia masih muda. Supaya, ketika dewasa dia tak lagi kaget dalam menjalani kehidupan. Meskipun kondisinya susah.

Begitu pula dengan anak perempuan. Zaman dulu, setiap anak perempuan bisa dikatakan dewasa ketika dia sudah pandai menenun benang. Benang yang ditenunnya itu kemudian membentuk helaian kain. Kain tersebut, selanjutnya dijadikan pakaian untuk menutupi auratnya. Maka, untuk perempuan akan dikasih mesin tenun, agar dari tingkat SD mereka sudah bisa menenun. “Konsep tersebut mudah. Tapi, pada saat ini sepertinya agak sulit diterapkan. Jadi, kebijakannya harus khusus,” jelas Dedi. (tim/son)

About unionpers

ORGANISASI WARTAWAN UNIONPERS BERDIRI SEJAK TAHUN 2004, AKTA NOTARIS : No 01/05/10/2005, MARLIANSYAH, SH, E-mail: unionpers@yahoo.com, REKENING BANK MANDIRI NO : 132 00 1264034-9, CABANG SADANG, PURWAKARTA ATAS NAMA REKSON HERMANTO (BENDAHARA)

Diskusi

4 thoughts on “100.000 Anak SD di Purwakarta Diwajibkan Pengembala Kambing

  1. BUPATI PURWAKARTA DEDI MULYADI KAMBING??

    Posted by ags | 1 November 2012, 21:34
  2. kacian uga ea anak sd didaerah itu!?

    Posted by sely | 1 November 2012, 21:21
  3. Mantappp..!!, hehehd. Ada daerah jadi sarang kambing. Gue bz clo dsuruh beli kambing ke purwakarta aja lah, di Jakarta udaa gag ada kambing. Pizz

    Posted by sely | 1 November 2012, 21:19
  4. Baca berita nii, gue baru tau ada bupati goblok dn tolol. Anak sd tugasny hny belajar dn belajar jgn dikasih aspirasi kambing. Dasarr bupati kambing-!!

    Posted by ahmad | 1 November 2012, 21:11

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

BERITA

%d blogger menyukai ini: