PILKADA JAKARTA: Jakarta Terkorup Vs Solo Termiskin


JAKARTA– Menjelang  Pilkada DKI Jakarta, suhu politik semakin memanas. Pusat Pelaporan Analisis Transaksi dan Keuangan (PPATK) mengungkapkan temuan pemerintah provinsi yang diduga paling marak melakukan tindak pidana korupsi. Dari data yang dilansir, Pemerintah provinsi DKI Jakarta berada di urutan pertama dengan presentase 46,7% dan urutan ahir Kepulauan Bangka Belitung 0,1%.

Menanggapi temuan PPATK itu, Gubernur DKI Fauzi Bowo yang juga Cagub putaran II Pilkada DKI Jakarta, mengaku pihaknya sudah transparan. “Buat saya pemerintah DKI sudah transparan,” kata Foke di Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Selatan, Selasa (28/8/2012).

Foke menyatakan kesiapannya jika Pemprov DKI diperiksa. DKI siap bekerja sama dan kooperatif. “Silakan diperiksa, kami tidak akan menutupi, menghalangi atau mempersulit,” jelas Foke.

Kontan saja beberapa pihak menilai temuan PPATK tersebut bertendensi politik. Ketua Komisi III DPR yang juga politisi Partai Demokrat, Gede Pasek Suardika mencurigai temuan tersebut berbau politis. Sebab data tersebut diluncurkan menjelang Pilkada putaran II DKI Jakarta.

Soal “pelabelan” wilayah belakangan menjadi isu menjelang pilkada. Belum lama ini, data kemiskinan di Solo dijadikan serangan yang menyudutkan Walikota Solo yang juga Cagub DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi).

Di Solo dati sekitar 550.000 jiwa penduduk, angka kemiskinan berdasarkan SK Walikota Solo sebanyak 133.600 jiwa.

Seperti diberitakan Solopos.com, beberapa pihak memberi nilai jelek atas prestasi Jokowi jika mengacu pada angka kemiskinan. Tidak hanya di ranah Twitter, salah satu pendiri PAN, Amien Rais, juga mengkritik kinerja Jokowi.

Menanggapi hal ini Jokowi dengan santai menanggapi tudingan berbagai pihak yang menyebut dia telah gagal menangani kemiskinan di Solo. “Yang penting kan itu [data kemiskinan] data riil di lapangan. Kalau daerah lain mana ada yang mau mengungkap data riil,” jelasnya kepada wartawan di Balaikota, Kamis (23/8/2012).

Iklan

Penulis: Harian Warta Nasional

Saya, Rekson Hermanto, Pemimpin Redaksi Harian Warta Nasional mengucapkan selamat datang di website harianwartanasional.com. harianwartanasional.com merupakan situs berita online yang secara resmi berdiri pada bulan Agustus 2014, di bawah manajemen PT. Nasional Tritunggal Jayautama (Koran Harian Warta Nasional). Pada dasarnya harianwartanasional.com menyajikan berita dan memiliki konten yang selaras dengan koran Harian Warta Nasional. Namun, berita yang dikemas dalam portal berita ini lebih mengarah kepada pembaca yang ingin membaca berita secara cepat, akurat, dan efisien dalam hal waktu. Berita dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi lebih pendek dan lebih mudah dinikmati para pembaca di internet. Kami berbenah dengan menyuguhkan kepada pembaca yang budiman berita berita aktual, tajam, kristis dan terpercaya dan terus berupaya melaksanakan pembaruan dalam berbagai bidang pemberitaan yang profesional, guna membentuk jati dirinya sebagai “Jurnalist Tangguh”. Hal ini terkait dengan amanat UU PERS No 40 Tahun 1999 yang telah menempatkan posisi dan fungsi “Jurnalis Tangguh” sebagai sosial kontrol yang bebas dari pengaruh pihak manapun, Independen”. Oleh karena itu, keberadaan Website harianwartanasional.com mengimformasikan data yang tersaji di dalamnya dan diharapkan bisa membantu kita semua untuk lebih memahami peran, posisi, serta fungsi Jurnalis, dalam upaya penegakan hukum di negara kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s