Tersangka Korupsi Rp 4,3 M Hanya Tahanan Kota


Tersangka Korupsi Rp 4,3 M Hanya Tahanan Kota

Istuti Indarti, tersangka dugaan korupsi Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten senilai Rp 4,3 miliar tahun 2009 dikenakan tahanan kota oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang.

Penetapan itu, menyusul dilimpahkannya berkas atas nama direktur PT Baskara tersebut dari Kejati Banten ke Kejari Serang, Senin (30/7).

Kasi Pidana Khusu (Pidsus) Kejari Serang, Triono Rahyudi, mengungkapkan tersangka Istuti dikenai tahanan kota selama 20 hari. Sebelumnya oleh Kejati Banten tidak ditahan. ”Kami melakukan penahanan kota terhadap tersangka karena berbagai pertimbangan,” kata Triono.

Disinggung mengenai penahanan kota bukan penjara kurungan, Triono menjawab, bahwa ada banyak pertimbangan pihaknya melakukan penahanan kota. ”Diantaranya tersangka sudah tua, ibu rumah tangga dan kooperatif,” terang Triono.

Mengenai tersangka lain dalam kasus tersebut, lanjut Triono, mantan Kasubid Promkes Dinkes Banten Agus Takaria, hingga kini juga tidak ditahan. ”Jenis penahanan yang dilakukan terhadap tersangka ini (Istuti,red) bisa jadi pertimbangan untuk penahanan yang akan dilakukan terhadap Agus,” kata Triono.

Untuk diketahui, Kejati Banten telah menetapkan dua tersangka dalam kasus yang diperkirakan merugikan keuangan negara sebesar Rp 3,5 miliar. Kedua tersangka itu adalah Kasubid Promkes Dinkes Banten Agus Takaria dan Direktur Baskara Istuti Indarti selaku pemenang tender.

Penyidik tidak melakukan penahanan terhadap kedua tersangka yang disidik dalam dua berkas terpisah ini dengan alasan kedua tersangka kooperatif. Sementara berkas untuk tersangka Agus Takaria sudah terlebih dulu dilimpahkan ke Kejari Serang.

Kasus dugaan korupsi pengadaan MP-ASI di Dinkes Banten pada 2009 senilai Rp 4,3 miliar diduga tidak sesuai spesifikasi. Program pengadaan makanan tambahan untuk para penderita gizi buruk berupa biskuit ini tidak sesuai karena diduga kandungan gizi dalam biskuit tersebut dikurangi. Hal itu juga dibuktikan dengan hasil laboratorium. Penyidik kejati Banten sudah memeriksa sejumlah saksi dari instansi baik dari kabupaten/kota yang menerima MP-ASI.(dwi)

Iklan

Penulis: Harian Warta Nasional

Saya, Rekson Hermanto, Pemimpin Redaksi Harian Warta Nasional mengucapkan selamat datang di website harianwartanasional.com. harianwartanasional.com merupakan situs berita online yang secara resmi berdiri pada bulan Agustus 2014, di bawah manajemen PT. Nasional Tritunggal Jayautama (Koran Harian Warta Nasional). Pada dasarnya harianwartanasional.com menyajikan berita dan memiliki konten yang selaras dengan koran Harian Warta Nasional. Namun, berita yang dikemas dalam portal berita ini lebih mengarah kepada pembaca yang ingin membaca berita secara cepat, akurat, dan efisien dalam hal waktu. Berita dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi lebih pendek dan lebih mudah dinikmati para pembaca di internet. Kami berbenah dengan menyuguhkan kepada pembaca yang budiman berita berita aktual, tajam, kristis dan terpercaya dan terus berupaya melaksanakan pembaruan dalam berbagai bidang pemberitaan yang profesional, guna membentuk jati dirinya sebagai “Jurnalist Tangguh”. Hal ini terkait dengan amanat UU PERS No 40 Tahun 1999 yang telah menempatkan posisi dan fungsi “Jurnalis Tangguh” sebagai sosial kontrol yang bebas dari pengaruh pihak manapun, Independen”. Oleh karena itu, keberadaan Website harianwartanasional.com mengimformasikan data yang tersaji di dalamnya dan diharapkan bisa membantu kita semua untuk lebih memahami peran, posisi, serta fungsi Jurnalis, dalam upaya penegakan hukum di negara kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s