UNIONPERS
KRIMINAL
PROFIL UNIONPERS

Dugaan Korupsi Rehab Gedung Bea Cukai Disidik


Dugaan Korupsi Rehab Gedung Bea Cukai Disidik

Kejaksaan Negeri Makassar tengah menyelidiki kasus dugaan korupsi pada proyek rehabilitasi pembangunan gedung kantor pengawasan dan pelayanan Bea Cukai Tipe A Makassar.

Kepala Kejari Makassar Haruna kepada tim redaksi website Kejaksaan R.I., Senin (30/7) mengatakan bahwa kuat dugaan dalam proyek tersebut terjadi unsur melawan hukum yang dapat menimbulkan kerugian negara.

Berdasarkan hasil ekspose penyelidikan proyek tersebut, kejari telah menemukan adanya dugaan rekaysan laporan hasil pekerjaan yang tidak sesuai dengan perencanaan kontrak yang telah disepekati.

Selain adanya manipulasi data laporan hasil pekerjaan, penyidik juga menemukan kejanggalan berupa kesalahan bestek alias adanya kekurangan volume pekerjaan yang tidak sesuai dengan perjanjian kontrak. Sehingga diyakini dapat menimbulkan kerugian keuangan negara.

“Bentuk palanggaran yang ditemukan sangat kuat adanya unsur melawan hukum yang dapat menimbulkan kerugian negara. Makanya kasus ini kami langsung tingkatkan ke tahap penyidikan,” tukasnya.

Meski pihaknya menyakini adanya perbuatan melawan hukum, namun pria berkumis ini enggan membeberkan sejumlah oknum yang diduga kuat bermain bahkan terlibat secara pidana dalam kasus yang anggarannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2010.

Menurutnya, untuk membidik tersangkanya penyidik masih terus mendalami peran dan keterlibatan para oknum yang diduga kuat bertanggung jawab secara pidana.

Berdasarkan data di kejaksaan, total anggaran proyek rehabilitasi pembangunan gedung pengawasan dan pelayanan Bea Cukai Tipe A Makassar itu mencapai Rp 1,3 miliar. Diketahui proyek ini dimenangkan atau dikerjakan oleh PT Tirsa Artha Mandiri.

Terpisah, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Makassar Joko Budi Darmawan yang dikonfirmasi terpisah, membenarkan kasus tersebut telah ditingkatkan ketahap penyidikan meski pihaknya belum menetapkan siapa saja yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Yang jelas kasus ini sarat terjadinya dugaan korupsi apalagi ditemukan adanya manipulasi data dan volume pekerjaan yang kurang,” kata Joko.(@rd)

Iklan

About unionpers

ORGANISASI WARTAWAN UNIONPERS BERDIRI SEJAK TAHUN 2004, AKTA NOTARIS : No 01/05/10/2005, MARLIANSYAH, SH, E-mail: unionpers@yahoo.com, REKENING BANK MANDIRI NO : 132 00 1264034-9, CABANG SADANG, PURWAKARTA ATAS NAMA REKSON HERMANTO (BENDAHARA)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

BERITA

%d blogger menyukai ini: