UNIONPERS
KRIMINAL
PROFIL UNIONPERS

Usut Dugaan Kwintasi Fiktif Melibatkan Djaya Pranolo


Usut Dugaan Kwintasi Fiktif Melibatkan Djaya Pranolo

Djaya Pranolo

Djaya Pranolo, Humas Purwakarta

Purwakarta, Pelita RAKYAT

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dituding melindungi  Djaya Pranolo sebagai Kasubang Pemberitaan dan Protokol Humas Purwakarta terkait kasus kwitansi fiktif atas pembayaran media cetak, dana publikasi, anggaran kliping surat kabar, majalah, tabloid dan proposal di Bagian Humas Humas Purwakarta. Pasalnya, sejak kasus ini bergulir Djaya Pranolo tidak diberikan sanksi dan proses hukum.

“Bupati ada dibelakang Djaya Pranolo, tidak mungkin Bupati mau memberikan sanksi disiplin karena Djaya Pranolo adalah orang Bupati. Karena itu kami hanya berharap kepada Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat untuk melakukan proses audit lagi terhadap anggaran yang diduga mencurigakan atas pembayaran fiktif,” ujar sejumlah wartawan yang bertugas dilingkungan Purwakarta.

Menurut mereka, kasus terjadi di Bagian Pemberitaan dan Protokol Humas tidak terlepas dengan Bupati. Karena kwitansi yang masuk ke Humas sebagaian adalah proposal pengajuan atas nama Bupati. Karena itu, kami berharap kepada Kejaksaan Negeri Purwakarta untuk melakuan penyidikan dan penggeledahan atas kwitansi fiktif agar kasus tersebut terungkap terang benderang, katanya.

Perlu diketahui, bahwa kasus kwitansi fiktif bukan berita baru lagi di Humas, sebelumnya mantan Bendahara Entin Kartini divonis 8 tahun penjara oleh Pengeadilan Negeri (PN) Purwakarta terkait kwitansi fiktif untuk meraup uang rakyat demi kepentingan pribadi dan golongannya. Entin terbukti terlibat membuat kwitansi fiktif pencairan anggaran makan minum sebesar Rp 11,86 miliar (sesuai hasil audit BPK) atas nama Yulia Catering.

Seperti yang diberitakan sebelumnya keterlibatan Djaya Paranolo, kasus ini terungkap berawal dari kekecewaan sejumlah wartawan terhadap Djaya Pranolo hingga mengungkap kasus-kasus di Humas, “Memang tidak terlepas dari pemilah-milahan media yang dilakukan Djaya Pranolo. Setelah Djaya Pranolo ditugaskan di Humas, mencuatlah istilah wartawan penjilat dan tidak penjilat. Yang penjilat bisa diajak kompromi untuk kongkalingkong merekayasa kwitansi tanpa sepengetahuan redaksi masing-masing. Para wartawan yang merasa disingkirkan dari humas, kompak membuat gebrakan dengan membeberkan kasus tersebut. “Kalau mau menyingkirkan kami, jangan dipilah-pilah donk, kalau mau semuanya jangan diterima di Humas , imbuh mereka. (rekson)

About unionpers

ORGANISASI WARTAWAN UNIONPERS BERDIRI SEJAK TAHUN 2004, AKTA NOTARIS : No 01/05/10/2005, MARLIANSYAH, SH, E-mail: unionpers@yahoo.com, REKENING BANK MANDIRI NO : 132 00 1264034-9, CABANG SADANG, PURWAKARTA ATAS NAMA REKSON HERMANTO (BENDAHARA)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

BERITA

%d blogger menyukai ini: