UNIONPERS
KRIMINAL
PROFIL UNIONPERS

Pungli dari Pantura hingga Merak


PUNGUTAN liar membuat ratusan sopir truk mengamuk di Pelabuhan Merak, Banten, Minggu (27/5). Mereka kesal karena saat harus antre berhari-hari, petugas pelabuhan dengan leluasa meloloskan beberapa truk setelah memberi sejumlah dana.
Di jalan raya, sopir merasa diperlakukan layaknya sapi perah. “Pungli harus kami bayar sejak di jalur pantura, mulai Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Banten,” aku Achmadi, 49, sopir truk yang ditemui di pangkalan truk Budak Payung, Semarang, Jawa Tengah, kemarin.
Jenis pungli yang harus dibayar beragam, mulai dari jasa parkir, jembatan timbang, hingga retribusi. Satu titik pungli, sopir harus merogoh kocek Rp5.000-Rp20 ribu.
“Total uang siluman sekali jalan dari Rembang, Jawa Tengah hingga Merak, bisa mencapai Rp160 ribu. Pelaku pungli tidak hanya preman, tapi juga petugas berseragam,” tambah Achmadi.
Di Merak, sampai kemarin, ribuan truk masih mengantre di dalam dan di luar pelabuhan. Di dalam area pelabuhan terjadi kepadatan kendaraan di seluruh area parkir dermaga. Di luar, dari depan pelabuhan, antrean panjang mencapai 10 kilometer.
Setelah amuk sopir, antrean terbilang tertib. Tidak ada yang saling menyalib dan memakai ‘jalur tembak’ dengan memberi dana pada petugas.
“Pungli di Merak sudah lama terjadi. Dengan membayar Rp50 ribu-Rp100 ribu, truk bisa lewat jalur khusus. Tidak perlu menunggu berjam-jam, apalagi berhari-hari,” kata Ahmad Ridwan, 32, sopir asal Jakarta Timur.
Ia mengaku sudah sering menggunakan jalur itu, terutama saat ada uang lebih. Pemilik jasa ekspedisi sering kali mendukung, dengan memberi uang lebih kepada sopir, agar barangnya cepat tiba di tujuan.
“Kalau hanya sampai Pelembang atau Jambi, biasanya uang jalan yang diberikan mencapai Rp4 juta. Namun, kalau sampai Pekanbaru atau Medan, uang jalan bisa mencapai Rp5 juta-Rp6 juta,” ujarnya.
Setelah digunakan untuk membayar banyak keperluan, termasuk pungli, ia bisa membawa pulang Rp500 ribu-Rp700 ribu.
Saat antrean panjang masih terjadi di Merak, kondisi di Pelabuhan Bakeuheni, Lampung, jauh berbeda. “Arus kendaraan dan kapal di Bakauheni berjalan lancar seperti hari biasa. Tidak ada kemacetan berarti dan gangguan penyeberangan yang serius,” papar pengelola Pelabuhan Bakauheni Heru Purwanto. (son)

About unionpers

ORGANISASI WARTAWAN UNIONPERS BERDIRI SEJAK TAHUN 2004, AKTA NOTARIS : No 01/05/10/2005, MARLIANSYAH, SH, E-mail: unionpers@yahoo.com, REKENING BANK MANDIRI NO : 132 00 1264034-9, CABANG SADANG, PURWAKARTA ATAS NAMA REKSON HERMANTO (BENDAHARA)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

BERITA

%d blogger menyukai ini: