Kena Kasus Suap, Staf Bea Cukai Dipecat


Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menegaskan oknum Bea Cukai yang menjadi tersangka suap telah dicopot dari jabatannya dari pejabat eselon V.

“Wahyono itu jabatannya Kasubsi Hanggar (Pejabat Eselon V). Status sekarang sudah di-nonjob-kan, artinya jabatan eselon V-nya dicopot,” ujar Humas Bea cukai, Martediansyah kepada VIVAnews, Jumat 22 Juni 2012.

Sayangnya, ketika ditanya mengenai status kepegawaian Wahyono, Tedi mengaku belum memiliki detailnya. Sehingga sampai sekarang informasinya belum dapat sampaikan ke masyarakat.

Yang pasti menurut Tedi, Ditjen Bea Cukai bersama dengan instansi terkait sedang melakukan pendalaman terkait dengan kasus tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan, Kiagus Ahmad Badarudin mengatakan, saat ini pihaknya telah mengkaji status kepegawaian oknum tersebut. “Kalau tertangkap tangan seperti itu biasanya diberhentikan dengan tidak hormat,” katanya.

Selain itu, Kementerian juga tidak akan memberi bantuan hukum kepada yang bersangkutan jika terbukti melanggar pidana terkait jabatannya. “Kalau terbukti tak bersalah baru dari kementerian diberikan bantuan biaya,” ungkapnya.

Sampai bulan ini, Wahyono masih mendapatkan gaji dari Kementerian Keuangan karena yang bersangkutan masih bekerja saat kasus terungkap.

“Kalau sudah skorsing itu separuh, tapi tunjangannya tak dibayar. Gaji pokok, tunjangan anak istrinya itu separuh, kecil dapatnya,” jelas Kiagus.

Untuk mencegah hal serupa terulang di masa mendatang, Kementerian Keuangan terus meningkatkan kerja sama dengan para penegak hukum. Dengan demikian, reformasi birokrasi yang sedang diterapkan di lingkungan Kemenkeu dapat berjalan dengan baik.

Diberitakan sebelumnya, Wahono ditangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu 20 Juni lalu tengah bertransaksi dengan seorang warga negara Amerika, Andrew Scott Malcolm. Selain mereka berdua, KPK juga mengamankan lima pelaku lainnya.

KPK melimpahkan kasus ini ke Mabes Polri karena Wahono tidak tergolong penyelenggara negara. Selain itu, tindak pidana korupsi dalam kasus tersebut lemah. Menurut juru bicara KPK, Johan Budi SP, tindak pidana umum dalam kasus ini justru kuat. (sonn)

Iklan

Penulis: Harian Warta Nasional

Saya, Rekson Hermanto, Pemimpin Redaksi Harian Warta Nasional mengucapkan selamat datang di website harianwartanasional.com. harianwartanasional.com merupakan situs berita online yang secara resmi berdiri pada bulan Agustus 2014, di bawah manajemen PT. Nasional Tritunggal Jayautama (Koran Harian Warta Nasional). Pada dasarnya harianwartanasional.com menyajikan berita dan memiliki konten yang selaras dengan koran Harian Warta Nasional. Namun, berita yang dikemas dalam portal berita ini lebih mengarah kepada pembaca yang ingin membaca berita secara cepat, akurat, dan efisien dalam hal waktu. Berita dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi lebih pendek dan lebih mudah dinikmati para pembaca di internet. Kami berbenah dengan menyuguhkan kepada pembaca yang budiman berita berita aktual, tajam, kristis dan terpercaya dan terus berupaya melaksanakan pembaruan dalam berbagai bidang pemberitaan yang profesional, guna membentuk jati dirinya sebagai “Jurnalist Tangguh”. Hal ini terkait dengan amanat UU PERS No 40 Tahun 1999 yang telah menempatkan posisi dan fungsi “Jurnalis Tangguh” sebagai sosial kontrol yang bebas dari pengaruh pihak manapun, Independen”. Oleh karena itu, keberadaan Website harianwartanasional.com mengimformasikan data yang tersaji di dalamnya dan diharapkan bisa membantu kita semua untuk lebih memahami peran, posisi, serta fungsi Jurnalis, dalam upaya penegakan hukum di negara kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s