POLITIK


Bupati Dituding Biang Kerok Persulit Anggaran Panwaslu

PILKADA

Bupati Dituding Biang Kerok Persulit Anggaran Panwaslu

Purwakarta, Pelita RAKYAT

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dituding sebagai biang kerok penyebab belum adanya kejelasan dana anggaran APBD tahun 2012 untuk Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Pasalnya, DPRD telah lama meminta pemerintah untuk menganggarkan dana demi kelancaran pengawasan Pilkada yang kini sudah berjalan tahapannya, namun tak kunjung direspon oleh Dedi Mulyadi.

Bupati Dedi Mulyadi yang dituding sebagai biang kerok oleh para calon kepala daerah karena Dedi mulyadi tidak memperhatikan tahapan Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta telah dimulai 19 Mei 2012. Panwaslu seharusnya sudah terbentuk sejak 19 April 2012.

“Sampai hari ini, dana untuk Panwaslu masih belum jelas, itu karena kebijakan Bupati Dedi Mulyadi yang membuatnya karena angggaran ada ditangan pemerintah. Keterlambatan anggaran telah mengakibatkan Panwaslu tidak berani merekrut anggota pengawas di tingkat kecamatan dan desa,” ujar sejumlah anggota Panwaslu.

Sementara itu, Ketua DPRD Purwakarta, Ujang Wardi mengatakan,  pihaknya telah meminta pemerintah daerah untuk menganggarkan dana, itu demi kelancaran pengawasan Pilkada.  “Tak mungkin Panwaslu (bekerja) tanpa anggaran. Oleh karena itu, pemerintah daerah harus memprioritaskannya dalam APBD Perubahan. Jika masih diulur-ulur berarti kesalahan ada ditangan Bupati Dedi Mulyadi,” kata Ujang.

Ketua Panwaslu Kabupaten Purwakarta, Didin Syaprudin, mengatakan, mengacu peraturan yang ada, panwaslu seharusnya sudah terbentuk maksimal satu bulan sebelum tahapan pilkada dimulai. Tahapan Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta telah dimulai 19 Mei 2012. Artinya, kata Didin, Panwaslu seharusnya sudah terbentuk sejak 19 April 2012. Namun, tiga anggota Panwaslu Purwakarta baru dilantik 3 Juni 2012.

Selain terlambat, kata Didin, pihaknya juga belum memperoleh kejelasan mengenai anggaran. Oleh karena itu, meski jadwal mendesak, pihaknya belum berani merekrut anggota pengawas di tingkat kecamatan dan desa. “Sekretariat juga belum ada,” katanya. (tim)

Iklan

Penulis: Harian Warta Nasional

Saya, Rekson Hermanto, Pemimpin Redaksi Harian Warta Nasional mengucapkan selamat datang di website harianwartanasional.com. harianwartanasional.com merupakan situs berita online yang secara resmi berdiri pada bulan Agustus 2014, di bawah manajemen PT. Nasional Tritunggal Jayautama (Koran Harian Warta Nasional). Pada dasarnya harianwartanasional.com menyajikan berita dan memiliki konten yang selaras dengan koran Harian Warta Nasional. Namun, berita yang dikemas dalam portal berita ini lebih mengarah kepada pembaca yang ingin membaca berita secara cepat, akurat, dan efisien dalam hal waktu. Berita dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi lebih pendek dan lebih mudah dinikmati para pembaca di internet. Kami berbenah dengan menyuguhkan kepada pembaca yang budiman berita berita aktual, tajam, kristis dan terpercaya dan terus berupaya melaksanakan pembaruan dalam berbagai bidang pemberitaan yang profesional, guna membentuk jati dirinya sebagai “Jurnalist Tangguh”. Hal ini terkait dengan amanat UU PERS No 40 Tahun 1999 yang telah menempatkan posisi dan fungsi “Jurnalis Tangguh” sebagai sosial kontrol yang bebas dari pengaruh pihak manapun, Independen”. Oleh karena itu, keberadaan Website harianwartanasional.com mengimformasikan data yang tersaji di dalamnya dan diharapkan bisa membantu kita semua untuk lebih memahami peran, posisi, serta fungsi Jurnalis, dalam upaya penegakan hukum di negara kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s