Lagi, BPK Diminta Audit Dugaan Kwitansi Fiktik di Humas


Lagi, BPK Diminta Audit Dugaan Kwitansi Fiktik di Humas

Djaya Pranolo, di Humas Purwakarta

Purwakarta, Pelita RAKYAT

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat diminta untuk melakukan proses audit lagi terhadap anggaran yang diduga mencurigakan atas pembayaran fiktik media cetak, dana publikasi, anggaran kliping surat kabar, majalah, tabloid dan proposal di Bagian Pemberitaan dan Protokol Humas Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta pada mata anggaran APBD 2009 – 2011.

Sebelumnya, BPK telah sukses mengungkap kwitansi fiktik yang melibatkan mantan Bendahara Entin Kartini. Hingga Entin divonis 8 tahun oleh Pengadilan Negeri (PN) Purwakarta karena dinyatakan bersalah atas kasus kwitansi fiktik sebesar Rp 11,86 miliar terhadap Yulia Catering.

Atas keberhasilan BPK inilah, kembali mendorong semangat penyidik BPK untuk membuka item-item pengeluaran uang rakyat melalui Djaya Pranolo, selaku Kasubag Pemberitaan dan Protokol Humas Pemkab Purwakarta. “Pencairan keuangan melalui Djaya Pranolo, berbau kongkalingkong, nilai yang tercantum di kwitansi pencairan tidak sama dengan nilai besarnya uang yang dicairkan terhadap para pemohon bantuan yang mengajukan kepada Bupati. Pembayaran ada yang tanpa sepengetahuan redaksi, sehingga pemberian dana dianggap tidak tepat sasaran” ujar sejumlah wartawan seperti yang diberitakan Pelita RAKYAT edisi sebelumnya.

“Untuk mengungkap kasus tersebut, saat ini kami masih berharap kepada BPK untuk melakukan proses audit terhadap kwitansi-kwitansi yang nilainya kecil-kecil. Dugaan kami, kwitansi dengan nilai kecil-kecil, sangat mudah dibuat kwitansi fiktif. BPK sangat mudah menemukannya, hanya dengan melihat cap dan tandatangan, dengan menyesuaikan milik perusahaan redaksi, semuanya bisa terungkapnya, karena BPK pernah sukses menemukan kwitansi fiktik di Purwakarta,” ujarnya.

Selain kepada BPK, pihak penyidik Kejaksaan Negeri Purwakarta turut dihimbau untuk melakukan penggeledahan  atas kwitansi yang masuk ke Bagian Pemberitaan dan Protokol Humas. “Demi menciptakan pemerintahan yang jujur dan bersih serta menghindari pemakaian uang negara untuk kepentingan kelompok tertentu, Penyidik Kejaksaan diharapkan mau mengusut item-item pengeluaran dana berupa kwitansi-kwitansi yang nilainya kecil-kecil, untuk segera diteliti apakah pengeluarannya sudah sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Jika itu dilakukan, saya nyakin akan banyak yang terseret-seret, ujarnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kasus ini terungkap berawal dari kekecewaan sejumlah wartawan terhadap Djaya Pranolo hingga mengungkap kasus-kasus di humas, memang tidak terlepas dari pemilah-milahan Media yang dilakukan oleh Djaya Pranolo. Setelah Djaya Pranolo ditugaskan di Humas, mencuatlah istilah-istilah wartawan penjilat dan tidak penjilat. Yang penjilat bisa diajak kompromi untuk diajak kongkalingkong merekaya kwitansi tanpa sepengetahuan redaksi masing-masing.

Sebelumnya, untuk membuktikan kebenaran adanya istilah wartawan penjilat di Humas Purwakarta. Wartawan Pelita RAKYAT menemui Djaya Pranolo diruang kerjanya. Wartawan mencoba menawarkan permohonan (proposal) pemasangan iklan ucapan HUT Purwakarta atau Hari Jadi Purwakarta, karena acara HUT adalah moment yang penting. Ironisnya, dengn tegas Djaya Pranolo mengatakan, “Maaf anda tidak termasuk”, ujarnya cuek. (rekson)

Iklan

Penulis: Harian Warta Nasional

Saya, Rekson Hermanto, Pemimpin Redaksi Harian Warta Nasional mengucapkan selamat datang di website harianwartanasional.com. harianwartanasional.com merupakan situs berita online yang secara resmi berdiri pada bulan Agustus 2014, di bawah manajemen PT. Nasional Tritunggal Jayautama (Koran Harian Warta Nasional). Pada dasarnya harianwartanasional.com menyajikan berita dan memiliki konten yang selaras dengan koran Harian Warta Nasional. Namun, berita yang dikemas dalam portal berita ini lebih mengarah kepada pembaca yang ingin membaca berita secara cepat, akurat, dan efisien dalam hal waktu. Berita dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi lebih pendek dan lebih mudah dinikmati para pembaca di internet. Kami berbenah dengan menyuguhkan kepada pembaca yang budiman berita berita aktual, tajam, kristis dan terpercaya dan terus berupaya melaksanakan pembaruan dalam berbagai bidang pemberitaan yang profesional, guna membentuk jati dirinya sebagai “Jurnalist Tangguh”. Hal ini terkait dengan amanat UU PERS No 40 Tahun 1999 yang telah menempatkan posisi dan fungsi “Jurnalis Tangguh” sebagai sosial kontrol yang bebas dari pengaruh pihak manapun, Independen”. Oleh karena itu, keberadaan Website harianwartanasional.com mengimformasikan data yang tersaji di dalamnya dan diharapkan bisa membantu kita semua untuk lebih memahami peran, posisi, serta fungsi Jurnalis, dalam upaya penegakan hukum di negara kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s