SIDANG PEMBACAAN EKSEPSI Kasus Pembacokan Jaksa Nonaktif Sistoyo “Hilang”


Kasus Pembacokan Jaksa Nonaktif Sistoyo “Hilang”

Bandung, PelitaRAKYAT
Dedy menjalani persidangan tanpa didampingi kuasa hukum. Namun massa mayoritas berasal dari Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak) kembali mendukung Dedy. Sidang pembacaan eksepsi terdakwa kasus pembacokan jaksa nonaktif Sistoyo, Dedy Sugarda, kembali ditunda hingga Kamis (14/6) mendatang. Sebabnya, berkas pembelaan yang dibuatnya itu hilang.

“Saya sudah pegang dakwaannya tapi hilang, saya mohon waktu untuk pembaca aneksepsi ditunda hingga minggu depan,” kata Dedy di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Kamis (7/6). Dengan begitu majelis hakim meminta Jaksa Penuntun Umum (JPU) untuk kembali memberikan dakwaan kepada Dedy. “Kita tunggu satu minggu kedepan untuk pembacaan eksepsi terdakwa,” kata Majelis Hakim. Usai sidang, massa berkaos oranye itu sempat mengamuk karena majelis hakim belum memberikan keputusan penangguhan penahanan yang diajukan beberapa waktu lalu.

Mereka berteriak-teriak dan mengumpat, sambil menyebut majelis hakim tidak adil. Pantauan, persidangan dihadiri oleh aktor senior, yang beralih menjadi aktivis anti korupsi, Pong Hardjatmo. Seperti diketahui kasus yang menimpa Dedi berawal ketika Sistoyo menjalani siding kedua di Pengadilan Tipikor Bandung, 29 Februari 2012. Saat itu, dirinya menghadiri siding tersebut, dan duduk di kursi belakang. Seusai sidang, Sistoyo yang dikerubungi oleh wartawan, menyelinap seorang yakni Dedy yang luput dari pengawalan. Dedy langsung mengeluarkan sebuah golok dan membacoknya. Beruntung, terdakwa suap tersebut hanya mengalami luka sabetan di kepala kiri, karena sempat menghindar. Dedi langsung diamankan oleh petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berada di sana. (Jhoni S/ram)

Iklan

Penulis: Harian Warta Nasional

Saya, Rekson Hermanto, Pemimpin Redaksi Harian Warta Nasional mengucapkan selamat datang di website harianwartanasional.com. harianwartanasional.com merupakan situs berita online yang secara resmi berdiri pada bulan Agustus 2014, di bawah manajemen PT. Nasional Tritunggal Jayautama (Koran Harian Warta Nasional). Pada dasarnya harianwartanasional.com menyajikan berita dan memiliki konten yang selaras dengan koran Harian Warta Nasional. Namun, berita yang dikemas dalam portal berita ini lebih mengarah kepada pembaca yang ingin membaca berita secara cepat, akurat, dan efisien dalam hal waktu. Berita dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi lebih pendek dan lebih mudah dinikmati para pembaca di internet. Kami berbenah dengan menyuguhkan kepada pembaca yang budiman berita berita aktual, tajam, kristis dan terpercaya dan terus berupaya melaksanakan pembaruan dalam berbagai bidang pemberitaan yang profesional, guna membentuk jati dirinya sebagai “Jurnalist Tangguh”. Hal ini terkait dengan amanat UU PERS No 40 Tahun 1999 yang telah menempatkan posisi dan fungsi “Jurnalis Tangguh” sebagai sosial kontrol yang bebas dari pengaruh pihak manapun, Independen”. Oleh karena itu, keberadaan Website harianwartanasional.com mengimformasikan data yang tersaji di dalamnya dan diharapkan bisa membantu kita semua untuk lebih memahami peran, posisi, serta fungsi Jurnalis, dalam upaya penegakan hukum di negara kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s