Rajia Kwitansi Fiktif di Bagian Pemberitaan dan Protokol Humas


Rajia Kwitansi Fiktif di Bagian Pemberitaan dan Protokol Humas

Purwakarta, Pelita RAKYAT
Kasus kwitansi fiktif alias palsu di Bagian Pemberitaan dan Protokol Humas Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta tak pernah surut. Setelah sebelumnya mantan Bendahara Entin Kartini divonis 8 tahun oleh Pengadilan Negeri (PN) Purwakarta pada 2009 lalu karena dinyatakan bersalah atas kasus sebesar Rp 11,86 miliar.
Kini nama Djaya Pranolo sebagai Kasubag Pemberitaan dan Protokol Humas Purwakarta disorot sejumlah wartawan. Pasalnya, Djaya Pranolo dituding telah memalsukan kwitansi terkait pembayaran media cetak, dana publikasi, anggaran kliping surat kabar, majalah, tabloid dan proposal. “Pencairan keuangan melalui Djaya Pranolo berbau kongkalingkong, nilai yang tercantum di kwitansi pencairan tidak sama dengan nilai besarnya uang yang dicairkan terhadap para pemohon bantuan yang mengajukan kepada Bupati. Apakah itu bukan rekayasa namanya,” ujar sejumlah wartawan saat ditemui di Humas Pemda.
“Modus yang dilakukan Djaya Pranolo hampir mirip dengan terpidana mantan bendaha Entin Kartini. Jika Entin Kartini memalsukan kuitansi pencairan anggaran makan minum di lingkungan Sekretaris Daerah Purwakarta yang nilainya tidak sama dengan yang diterima oleh Yulia Catering. Maka, Djaya Pranolo diduga memalsukan kwitansi pembayaran dana publikasi dan pembayaran media cetak yang nilainya juga tidak sama, ujarnya dengan segaja tak dicantumkan.
Kasus ini terungkap berawal dari kekecewaan sejumlah wartawan terhadap Djaya Pranolo hingga mengungkap kasus-kasus di humas, memang tidak terlepas dari pemilah-milahan Media yang dilakukan oleh Djaya Pranolo. Setelah Djaya Pranolo ditugaskan di Humas, mencuatlah istilah-istilah wartawan penjilat dan tidak penjilat. Yang penjilat bisa diajak kompromi untuk diajak kongkalingkong merekaya kwitansi tanpa sepengetahuan redaksi masing-masing.
Maka demi menciptakan pemerintahan yang jujur dan bersih serta menghindari pemakaian uang negara untuk kepentingan kelompok tertentu, aparat penegak hukum diharapkan mengusut item-item pengeluaran dana di Bagian Pemberitaan dan Protokol Humas yang berasal dari APBD 2009-2011, untuk segera diteliti apakah pengeluarannya sudah sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Jika itu dilakukan, saya nyakin akan banyak yang terseret-seret, ujarnya.
Sebelumnya, untuk membuktikan kebenaran adanya istilah wartawan penjilat di Humas Purwakarta. Wartawan Pelita RAKYAT menemui Djaya Pranolo diruang kerjanya. Wartawan menawarkan surat permohonan (proposal) pemasangan iklan ucapan HUT Purwakarta atau Hari Jadi Purwakarta, karena acara HUT adalah moment yang penting. Ironisnya, apa yang disampaikan sebelumnya oleh para wartawan harus wartawan penjilat yang dilayani ternyata terbukti. “Maaf anda tidak termasuk”,ujar Djaya Pranolo. Padahal, wartawan Pelita RAKYAT sudah 12 tahun bertugas dilingkungan Pemda Purwakarta atau sebelum Djaya Pranolo ditugaskan menjadi pegawai dilingkungan Pendopo (rekson)

Iklan

Penulis: Harian Warta Nasional

Saya, Rekson Hermanto, Pemimpin Redaksi Harian Warta Nasional mengucapkan selamat datang di website harianwartanasional.com. harianwartanasional.com merupakan situs berita online yang secara resmi berdiri pada bulan Agustus 2014, di bawah manajemen PT. Nasional Tritunggal Jayautama (Koran Harian Warta Nasional). Pada dasarnya harianwartanasional.com menyajikan berita dan memiliki konten yang selaras dengan koran Harian Warta Nasional. Namun, berita yang dikemas dalam portal berita ini lebih mengarah kepada pembaca yang ingin membaca berita secara cepat, akurat, dan efisien dalam hal waktu. Berita dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi lebih pendek dan lebih mudah dinikmati para pembaca di internet. Kami berbenah dengan menyuguhkan kepada pembaca yang budiman berita berita aktual, tajam, kristis dan terpercaya dan terus berupaya melaksanakan pembaruan dalam berbagai bidang pemberitaan yang profesional, guna membentuk jati dirinya sebagai “Jurnalist Tangguh”. Hal ini terkait dengan amanat UU PERS No 40 Tahun 1999 yang telah menempatkan posisi dan fungsi “Jurnalis Tangguh” sebagai sosial kontrol yang bebas dari pengaruh pihak manapun, Independen”. Oleh karena itu, keberadaan Website harianwartanasional.com mengimformasikan data yang tersaji di dalamnya dan diharapkan bisa membantu kita semua untuk lebih memahami peran, posisi, serta fungsi Jurnalis, dalam upaya penegakan hukum di negara kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s