Petani Karet Menjerit, Gapkindo Diminta Harga Getah Dinaikkan


Sibolga, Pelita RAKYAT
Harga getah karet di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) saat ini mulai anjlok menjadi Rp 10 ribu sampai Rp 13 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya, harga getah karet ini rata-rata mencapai Rp 15 ribu – Rp 17 ribu perkilogramnya. Dengan turunnya harga karet ini membuat sebagian besar petani mengeluh dengan kebutuhan hidup yang meningkat.

Mereka meminta agar para perusahaan karet yang tergabung di Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut untuk segera menstabilkan harga. Jika tidak, para petani siap siap mengganti tanaman karet dengn tanaman yang lain yang lebih menguntungkan.

Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), khususnya Kecamatan Sorkam sebagai daerah terbesar hasil produksi getah di seluruh Kabupaten/Kota di Sumatera Utara dengan nilai produksi getah tanaman karet rakyat (tradisionil) mencapai Rp 40 miliar, sangat mempengaruhi hasil produksi getah karet nasional.

Sejumlah petani di Desa Suga-Suga Hutagodang, Kecamatan Sorkam, Tapanuli Tengah menyampaikan keluhannya kepada Pelita RAKYAT, di Kantor Desa,, Minggu (3/6). Diantaranya, R. Pasaribu, M. Limbong, S. Manalu dengan mengatakan, harga karet sekarang sangat turun sekali, kalau biasanya bisa Rp 15 ribu sampai 17 ribu perkilogramnya, tapi sekarang bahkan ada yang sampai Rp 10 ribu perkilogram,” terang Manalu.

Anjloknya harga getah karet ini membuat para petani yang menggantungkan hidupnya dari komoditas getah karet menjerit. ”Turunnya harga karet saat ini membuat pendapatan kami melemah, karena hanya melalui getah karet inilah kami menggantungkan hidup. Kalau harga karet ini terus melemah, bisa-bisa kami akan menebah pohonnya dengan menganti tanaman kelapa sawit, ujarnya.

Limbong mengharapkan, agar harga getah karet ini dapat segera stabil oleh perusahaan perusahaan karet yang ada di Sibolga dan Medan. “Semoga harga karet ini bisa naik kembali, jadi kami yang menggantungkan hidup dari hasil getah karet tidak lagi merasa diberatkan. Sekarang biaya hidup sudah semakin tinggi, kalau harga karet rendah begini, bagaimana nasib kami,” ucapnya lirih.

“Turunnya harga getah itu tidak akibat campur tangan atau spekulasi para perusahaan karet di Medan, yang mempermainkan harga. Karena saat ini, para toke-toke (Bandar) getah masih terikat dengan perusahaan perusahaan di medan, kalau toke getah menjual karetnya kelur pulau sumatera, saya nyakin harga getah akan stabil kembali. Seharusnya, para toke getah melirik perusahaan getah di pulau jawa, ujar Saruksuksuk, (toke getak), (rekson)

Iklan

Penulis: Harian Warta Nasional

Saya, Rekson Hermanto, Pemimpin Redaksi Harian Warta Nasional mengucapkan selamat datang di website harianwartanasional.com. harianwartanasional.com merupakan situs berita online yang secara resmi berdiri pada bulan Agustus 2014, di bawah manajemen PT. Nasional Tritunggal Jayautama (Koran Harian Warta Nasional). Pada dasarnya harianwartanasional.com menyajikan berita dan memiliki konten yang selaras dengan koran Harian Warta Nasional. Namun, berita yang dikemas dalam portal berita ini lebih mengarah kepada pembaca yang ingin membaca berita secara cepat, akurat, dan efisien dalam hal waktu. Berita dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi lebih pendek dan lebih mudah dinikmati para pembaca di internet. Kami berbenah dengan menyuguhkan kepada pembaca yang budiman berita berita aktual, tajam, kristis dan terpercaya dan terus berupaya melaksanakan pembaruan dalam berbagai bidang pemberitaan yang profesional, guna membentuk jati dirinya sebagai “Jurnalist Tangguh”. Hal ini terkait dengan amanat UU PERS No 40 Tahun 1999 yang telah menempatkan posisi dan fungsi “Jurnalis Tangguh” sebagai sosial kontrol yang bebas dari pengaruh pihak manapun, Independen”. Oleh karena itu, keberadaan Website harianwartanasional.com mengimformasikan data yang tersaji di dalamnya dan diharapkan bisa membantu kita semua untuk lebih memahami peran, posisi, serta fungsi Jurnalis, dalam upaya penegakan hukum di negara kita.

One thought on “Petani Karet Menjerit, Gapkindo Diminta Harga Getah Dinaikkan”

  1. Untuk september 2012 ini, kawasan sorkam, tpat nya di pelosok desa rianiate harga getah hanya 7000/Kg. Padahal hrga brang2 sdah naik dan dgn dtmbah biaya pndidikan dirasa mencekik leher dgn akibat anjloknya harga. ini sngguh menyulitkan ksharian khdupan kmi, , , pdhal pnduduk d desa kmi menggantungkan pndpatan pda produksi gtah. Kcewa dan mengeluh itulah ungkapan rasa ksal kmi, dirasa rugi untuk mnjual ttpi apa daya, k0nsumsi ttap harus jalan. Pengeluaran lbh bsar drpda pndapatan, .minus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s