UNIONPERS
KRIMINAL
PROFIL UNIONPERS

Miranda Korban Tradisi ‘Jumat Keramat’ KPK?


KPK SUKA DENGAN HARI JUMAT DIPERTANYAKAN
Miranda Korban Tradisi ‘Jumat Keramat’ KPK?

Jakarta, Pelita RAKYAT
Kebiasaan “Jumat Keramat” Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali terbukti. Miranda Swaray Goeltom, mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia adalah “korban” terbaru kebiasaan yang berlaku di KPK. Memang ada yang selalu berulang terjadi di kantor antirasuah itu. Setiap tersangka yang dipanggil pada hari Jumat, seusai pemeriksaan akan langsung masuk hotel prodeo. Karena hal ini kerap terjadi, seorang petugas di sana menyebutnya “Jumat Keramat”.

Daftar mereka yang dimasukkan ke tahanan pada Jumat memang panjang. Sejumlah nama sudah menjadi ‘korban’. Siapa saja?, Sebut saja, mantan Bendahara Partai Demokrat Nazaruddin Sjamsuddin, Gubernur Sumut Syamsul Arifin, Mantan Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Depkes Rustam Pakaya, Wali Kota Semarang Soemarmo Hadi Supatro, Ketua DPRD Jawa Tengah Murdoko, Anggota DPR Angelina Sondakh, Mantan Wali Kota Cilegon Aat Syafaat, Direktur PT Onamba Indonesia Shiokana Toshio, Mantan Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno, Bupati Siak, Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Sutedjo Yuwono, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Paskah Suzetta, Panda Nababan, dan 16 politikus Senayan juga “kompak” digiring ke tahanan pada Jumat, 28 Januari 2011 dan masih banyak lagi.

Berikut ini beberapa pandangan sebagian orang mengenai Jumat yang dianggap keramat, hari itu sering dipilih untuk melakukan ritual, tidak lepas dari tradisi masyarakat Jawa yang menganggap malam Jumat Kliwon merupakan hari yang dikeramatkan. Dalam tradisi yang telah berlangsung turun temurun, setelah peziarah melakukan doa di batu sengker, maka seluruh sesajian yang dipersembahkan untuk Gusti Kanjeng Ratu Kidul maka akan dilabuh.

Sebagian masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya melakukan ritual di sela Sengker (di kawasan Cepuri) maka ada tiga penunggu yang dipercayai oleh para pelaku ritual. Mereka yang menunggu Sela Sengker (batu kecil) adalah Mbok Rara Kidul sebagai pembantu Ratu Kidul. Mbok Nyi Roro Kidul merupakan Wakil Ratu Kidul atau Gusti Kanjeng Ratu Kidul, sebagai penguasa laut selatan.

Informasi Pelita RAKYAT di gedung KPK pada Jumat Keramat menyebut, KPK perlu waktu 5 bulan untuk menahan Miranda Gultom setelah penetapan sebagai tersangka pada Januari 2012 lalu. Selama 5 itu KPK itupun dipertanyakan?. Di masa perjalanan ini, banyak gonjang-ganjing yang menerpa. Mulai dari isu KPK tak punya bukti kuat hingga penyidik yang ‘ribut’ dengan pimpinan KPK.

Sempat tersiar alasan KPK tidak segera menahan Miranda. Selain soal bukti yang kabarnya tidak kuat, serta keributan antara penyidik dan pimpinan KPK, juga adaanya penarikan penyidik KPK yang pengalaman menangani kasus ini oleh Mabes Polri. Isu-isu itu dibantah semua oleh KPK.

Hingga pada akhirnya, setelah lima bulan sejak penetapan sebagai tersangka, gonjang-ganjing itu dijawab KPK dengan menahan Miranda pada ‘Jumat Keramat’, Jumat (1/6). “Dilakukan penahanan di rutan KPK cabang cipinang selama 20 hari pertama. Jadi tadi mulai jam 17.30 WIB,” kata Wakil Ketua KPK Zulkarnaen.

KPK mengeluarkan pernyataan jika memang sudah ada rencana penahanan Miranda, yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan cek pelawat. “Memang sudah ada rencana penahanan untuk tersangka Miranda hari Jumat ini,” ujar Juru Bicara KPK, Johan Budi ketika ditemui di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (1/6).

Disinggung mengenai Jumat Keramat, Johan Budi mengatakan, tidak ada istilah Jumat Keramat bagi lembaganya karena Jumat adalah hari yang baik. “Hari Jumat itu hari baik, bukan keramat,” kata Johan. Padahal KPK semakin menegaskan persoalan Jumat Keramat ini dengan kembali menahan Miranda. Penahanan Miranda menambah panjang daftar tersangka kasus korupsi yang ditahan pada hari Jumat.

Berikut sebagian tersangka tersebut:, (1) Gubernur Sumut Syamsul Arifin ditahan pada Jumat 22 Oktober 2010. Dia adalah tersangka kasus penyalahgunaan dana APBD Langkat. Saat itu ia menjabat sebagai bupati. Syamsul ditahan setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dan langsung dibawa ke Rutan Salemba. (2) Mantan Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Depkes Rustam Pakaya, ditahan pada Jumat 20 April 2012 di Rutan Cipinang. Dia adalah tersangka kasus pengadaan alat kesehatan tahun 2007. Dalam proyek tersebut, Rustam bertindak sebagai kuasa pengguna anggaran dan pejabat pembuat komitmen.

(3) Wali Kota Semarang Soemarmo Hadi Supatro, ditahan pada Jumat 30 Maret 2012 setelah menjalani pemeriksaan sejak pukul 10.00 WIB pagi. Dia ditahan karena diduga terlibat penyuapan terhadap anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Semarang terkait pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2012.

Penetapan Soemarmo sebagai tersangka menyusul ditangkap-tangannya Sekretaris Daerah Kota Semarang Akhmat Zaenuri yang tengah memberikan uang Rp 40 juta yang dibungkus dalam 21 amplop kecil kepada dua anggota DPRD, Agung PS (F-PAN) dan Soemartono (F-PD)., (4) Anggota DPR Angelina Sondakh, Pada Jumat 27 April 2012, Angie langsung ditahan KPK setelah menjalani pemeriksan perdana sebagai tersangka. Mantan Puteri Indonesia itu disangka menerima suap terkait kepengurusan proyek wisma atlet Kementerian Pemuda dan Olahraga serta proyek universitas-universitas di Kementerian Pendidikan Nasional (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) 2010/2011.

(5) Mantan Wali Kota Cilegon Aat Syafaat, ditahan KPK setelah menjalani pemeriksaan berjam-jam di KPK pada hari Jumat 26 Mei 2012 lalu. Aat ditahan di Rutan Cipinang, (6)
Satu minggu setelah Angie ditahan, KPK menahan Direktur PT Onamba Indonesia, Shiokana Toshio, tersangka kasus suap hakim pengadilan hubungan industrial, Imas Dianasari. Warga negara Jepang itu ditahan di Rutan Cipinang.

(7) Ketua DPRD Jawa Tengah, Murdoko, yang ditahan pada Jumat 13 April 2012. Seminggu kemudian, mantan Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan, Rustam Pakaya, juga harus masuk bui pada saat pemeriksaan sebagai tersangka di KPK.

Tradisi penahanan pada ‘Jumat Keramat’ tidak hanya terjadi pada masa KPK Jilid III ini. Pada saat KPK masih dipimpin Taufiequrrachman Ruki, KPK juga sudah beberapa kali menahan tersangka korupsi pada hari Jumat. Penahanan besar-besaran terjadi pada Jumat 28 Januari 2011. Saat itu, 20 anggota DPR periode 1999-2004 yang menjadi tersangka dalam kasus yang sama dengan Miranda berbondong-bondong ditahan. Tidak ada alasan pasti kenapa KPK suka dengan hari Jumat ini. (Rekson/red/Berbagai Sumber)

About unionpers

ORGANISASI WARTAWAN UNIONPERS BERDIRI SEJAK TAHUN 2004, AKTA NOTARIS : No 01/05/10/2005, MARLIANSYAH, SH, E-mail: unionpers@yahoo.com, REKENING BANK MANDIRI NO : 132 00 1264034-9, CABANG SADANG, PURWAKARTA ATAS NAMA REKSON HERMANTO (BENDAHARA)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

BERITA

%d blogger menyukai ini: