UNIONPERS
KRIMINAL
PROFIL UNIONPERS

KEMELUT DI GARUT SEMAKIN CARUT MARUT


KEMELUT DI GARUT SEMAKIN CARUT MARUT
Seorang Cawabup Tergeser, Gugat Bupati Garut

Garut, Pelita RAKYAT
Tampaknya, kursi panas yang ditinggalkan Dicky Chandra selaku Wakil Bupati (Wabup) yang mengundurkan diri belum bisa memuaskan rakyat Garut. Pasalnya bukan lantaran belum terpilihnya Wabup Garut yang definitif, tapi masih ditengarai terjadi “money politic” yang mewarnai pemilihan Wabup tersebut yang terindikasi dilakukan Bupati dengan para Cawabup.

Kasus penyerahan uang sebesar 25 ribu dollar dari salah seorang pengusaha yang mencalonkan diri kepada Bupati Garut, mengemuka kepermukaan. Asep Rachmat Kurnia Jaya, dirinya menggaku menyerahkan uang tersebut kepada Bupati, dan berdasarkan pengakuan Bupati, sudah dikembalikan kembali kepada Asep KJ melalui Tim suksesnya.

Saling tuding antara Bupati dan cawabup tergeser itu, tidak secara langsung menguatkan dugaan masyakat, bahwa di Garut “tidak luput dari permainan uang haram”. Mundurnya Dicky Chandra sebagai Wabup, salah satunya lantaran dirinya tidak mau melibatkan diri dalam permainan yang menurutnya “melukai hati rakyat”.

Sepertinya, alasan “Kang Dicky” (begitu panggilan akrab untuk Dicky Chandra-red) semakin terbukti. Seperti inilah potret carut marutnya di Garut, yang selalu berkutat seputar permainan uang tidak jelas. Korupsi, Kolusi, Nepotisme semakin hiruk pikuk saja di Garut.

“Bedanya di masa Pak Agus (Bupati Garut terguling-red) terkesan kasat mata, hingga cepat tercium oleh KPK. Saat ini, saat Pak Aceng, KKN yg dilakukan lebih cantik dimainkan, dan masih mampu diselimuti simbol-simbol agama”. Demikian dikatakan salah seorang aktivis Pemuda, salah satu Ormas di Garut yang enggan disebut jati dirinya.

Ditemui ditempat terpisah, fungsionaris Gerakan Masyarakat Madani/Yayan Arsyad mengatakan, kenakalan para Birokrat dan politisi di Indonesia dari Pusat hingga ke Daerah yang masih “mendewakan uang” sebagai alat satu-satunya meluruskan hasrat dan kepentingannya, merupakan masih tidak dewasanya pemahaman terhadap demokrasi yang sesungguhnya.

Di Negara-Negara yang demokrasinya sudah jalan, justru skill dan value yang menjadi landasan seseorang untuk berkiprah di Dunia Birokrasi dan politik. “Saya tidak menyangkal, we can not do it without money”, tapi itu tidak dijadikan hal yang krusial untuk menuju karier seseorang dalam dimensi dan status apapun, ujarnya saat ditemui Pelita RAKYAT di Bandung (12/5).

Perselisihan antara Bupati Garut/Aceng Fikri dan Cawabup tergeser/Asep KJ bakal semakin mengemuka hingga kejalur hukum. Terlepas dari kasus yang diindikasikan “gratifikasi dan penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan Bupati Garut” sehubungan dengan penyerahan uang sebesar 25 ribu US Dollar.

Masalah lain, bakal menimpa Cawabup tergeser/Asep KJ yang berasal dari kalangan Dunia Usaha ini, lantaran mantan istrinya hendak mengajukan “somasi” atas tindakannya yang terkesan melakukan perbuatan tidak menyenangkan terhadap mantan istrinya itu. “Kita lihat saja, bentuk somasi apa yang akan kami sajikan untuk Saudara Asep KJ”, Tutur Penasehat Hukum Mantan Istri Asep KJ yang masih merahasiakan identitasnya. (Butje/Rifai/A.Siregar)

About unionpers

ORGANISASI WARTAWAN UNIONPERS BERDIRI SEJAK TAHUN 2004, AKTA NOTARIS : No 01/05/10/2005, MARLIANSYAH, SH, E-mail: unionpers@yahoo.com, REKENING BANK MANDIRI NO : 132 00 1264034-9, CABANG SADANG, PURWAKARTA ATAS NAMA REKSON HERMANTO (BENDAHARA)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

BERITA

%d blogger menyukai ini: