UNIONPERS
KRIMINAL
PROFIL UNIONPERS

Kepsek Akui Setor Dana ke PPTK


Mentawai, Pelita RAKYAT

Dengan da­lih waktu mepet dan bahan baku kayu sulit dicari, se­jumlah ke­pala sekolah sekolah dasar (SD) di Kabupaten Ke­pulauan Mentawai mengakui menye­tor­kan sebagian dana alokasi khu­sus (DAK) tahun 2009 kepada terdakwa Suwar­di, Kasi Sarana dan Prasarana TK dan SD pada Dinas Pen­didikan Kabupaten Kepulauan Mentawai saat itu. Demikian disampaikan se­jumlah kepala SD dari Men­ta­wai, kemarin (15/5) saat di­minta sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi DAK Di­nas Pendidikan Mentawai ta­hun 2009. Saat itu, selain se­ba­gai kasi, Suwardi juga Pejabat Pelaksana Teknis Ke­giatan (PPTK).

Salah satu saksi, Melki, Ke­pala SDN 38 Mentawai me­nga­takan, dari Rp 308 juta dana yang dialokasikan untuk seko­lah­nya, dia menyetorkan uang meubeler kepada terdak­wa se­banyak dua kali, masing-ma­sing Rp 52 juta dan Rp 48 juta. Pe­nyerahan uang tanpa tan­da te­rima ini, setahu Melki di­gu­nakan untuk pengadaan meu­biler, pa­jak, pembuatan lapo­ran pertang­gungjawaban dan kontrak.

“Dalam sosialisasinya ter­dak­wa mengatakan dana meu­beler harus diserahkan ke PPTK karena waktu yang su­dah mepet dan bahan baku kayu yang sulit dicari,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kade, kepala SD yang juga menerima DAK tahun 2009. Dari alokasi dana Rp 231 juta, dia menyerahkan uang meu­beler sebanyak dua kali dengan total Rp 65,5 juta. “Di dalam­nya juga termasuk uang SPj Rp 4 juta, uang kontrak Rp 5 juta dan pajak. Karena ini sudah kesepakatan semua kepala sekolah, makanya saya ikut menyetor,” katanya.

Sementara kepala sekolah lainnya, Stephanus, menje­laskan, dari Rp 462 juta DAK untuk sekolahnya, dia juga menyerahkan dana meubeler sebanyak dua kali, yakni Rp 52,2 juta dan Rp 125 juta.

Terkait pengadaan meu­beler, semua kepala sekolah menyatakan telah menerima meubiler sesuai pesanan da­lam keadaan baik. Namun, seba­gian dari mereka ada yang me­nandatangani surat peme­sanan dan ada pula yang tidak. “Saya hanya tanda tangan sekaligus ada surat pemesanan dan tanda te­rima barang,” kata Stephanus.

Sementara Rosiana, kepala sekolah lainnya mengaku ha­nya menandatangani kuitansi serah terima barang.

Kasus ini bermula saat Suwardi, selaku PPTK pe­meliharaan rutin/berkala ru­sak berat SD (DAK non DR), pe­meliharaan rutin/berkala rusak berat SD (pendamping fisik DAK non DR), peme­liharaan rutin/berkala rusak berat SD (pendamping non fisik DAK non DR) tahun 2009 pada Dinas Pendidikan Menta­wai, menerima uang penga­daan meubeler dari 40 sekolah tahap pertama secara tunai sebesar Rp 1,4 miliar. Lalu terdakwa memesan meubeler kepada beberapa usaha pera­bot dengan memuat surat pesanan seolah pesanan itu dari para kepala sekolah SD negeri tersebut.

Seperti diberitakan sebe­lumnya, Suwardi, Kasi Sarana dan Prasarana TK dan SD kembali menerima uang pe­nga­daan meubeler untuk ta­hap dua sebesar Rp 1,1 mi­liar. Setelah meubeler selesai di­buat, oleh para usaha pera­bot lalu diserahkan ke sekolah dengan surat tanda terima barang. Berdasarkan tanda terima tersebut, terdakwa membayar kepada usaha pera­bot sebesar Rp 2 miliar.

Sedangkan sisa dana pe­ngadaan meubeler sebesar Rp 567,2 juta tetap berada pada terdakwa. Terdakwa tidak mengembalikannya, tetapi memakainya untuk kepe­nti­ngan sendiri. Akibatnya, ter­jadi kerugian negara Rp 567,2 juta. Jumlah ini sesuai laporan hasil perhitungan kerugian keuangan negara dari Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan (BPKP) Sum­bar tanggal 20 Februari 2012. (Ekspres/as)

About unionpers

ORGANISASI WARTAWAN UNIONPERS BERDIRI SEJAK TAHUN 2004, AKTA NOTARIS : No 01/05/10/2005, MARLIANSYAH, SH, E-mail: unionpers@yahoo.com, REKENING BANK MANDIRI NO : 132 00 1264034-9, CABANG SADANG, PURWAKARTA ATAS NAMA REKSON HERMANTO (BENDAHARA)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

BERITA

%d blogger menyukai ini: