UNIONPERS
KRIMINAL
PROFIL UNIONPERS

Ditangan Kompol Iman, Calo SIM Membludak


 

 

 

 

Bekasi,PR – Kasat lantas yang baru Kompol Iman Pribadi Santoso rupanya sama saja dengan Kasat Lantas yang lama Kompol Twedi Aditya Bennyahdi dalam menjalankan tugas menangani percaloan liar dalam proses pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Pantauan wartawan, bila sebelumnya belasan calo siap membantu warga, sekarang sejak Kasat Lantas dijabat oleh Kompol Iman Pribadi Santoso jumlah calo diluar dugaan, semakin banyak.

Jumlahnya kini mencapai puluhan orang. Mereka bukan saja datang dari kalangan awam, tapi terlihat banyak yang berpakaian aparat kepolisian. Anggota Polisi jaga di pintu masuk Polresta ikut nimbrung cari rezeki sebagai penjual jasa pengurusan SIM ini.

“Ngurus SIM Bang, SIM A atau B?, saya siap urus, dijamin cepat, saya ada kerja sama dengan orang dalam,” begitu rayu oknum polisi. Seorang calo lama datang menghampiri saya. Tidak jauh beda, mereka menawarkan diri untuk membantu menguruskan perpanjangan masa berlaku SIM. Seperti petugas berseragam tadi, dia mengaku juga bekerja sama dengan ‘orang dalam.

“Ya, sama-sama cari rezeki. Kalo nggak ada kerjasama mana mungkin urusan jadi lancar dan langgeng sampai sekarang,” kata seorang calo berdialek Sunda yang sebelumnya mengaku berjualan buah-buahan.

Pagi itu, di lorong samping Mapolres dan Pengadilan Negeri Bekasi itu sudah berdiri puluhan orang menawarkan jasa. Bahkan, sejak dari perparkiran di depan Masjid Agung sudah terlihat penjual jasa serupa menawarkan diri.

Begitu masuk ke ruang pelayanan, telah berdiri di sana para penjual jasa itu membawa sejumlah ‘mangsanya’. Mereka tampak dengan leluasa masuk dari ruangan satu dengan ruangan lain. Dan anehnya, tidak ada petugas yang terlihat menegur. Padahal, masyarakat umum yang mengurus harus rela antre menunggu panggilan petugas yang berteriak dengan pengeras suara.

Setelah mengurus ini dan itu saya mencoba menunggu di bagian luar yang di sana-sini terlihat tulisan imbauan agar tidak mengurus SIM melalui calo. Setelah setengah jam lebih menunggu, tibalah giliran masuk ke ruang tunggu pemotretan. Di sana, suasananya benar-benar menyebalkan. Seorang petugas wanita yang dari suaranya dari Indonesia bagian Timur tiba-tiba marah ketika puluhan orang yang antre tiba-tiba berdiri ingin masuk ke ruang foto yang baru saja dibuka.

Di ruang foto saya juga masih melihat begitu banyak calo yang mendampingi kliennya dibiarkan lalu-lalang. Tapi, lagi-lagi tak satu pun petugas bereaksi. Orang awam melihat semua ini sebagai adanya perlakuan khusus. Sebab, masyarakat yang sedang berurusan secara resmi dibentak-bentak hanya karena ingin masuk ruang foto, tapi yang sebenarnya tak berurusan tidak ditindak.

Ketika semua urusan sudah beres, saya berkesimpulan bahwa mengurus SIM tahun ini jauh lebih buruk ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Pungutan tak resmi yang tanpa secuil kuitansi masih diberlakukan di sejumlah loket. Padahal, untuk urusan ini sebenarnya negara sudah membiayainya, paling tidak lewat uang Rp75.000 yang disetor ke Bank BRI yang ada di Mapolres Bekasi Kota.

‘Salut’ buat Kapolres dan jajaran Satlantas Bekasi Kota yang telah menciptakan banyak calo di lingkungan kerjanya. Padahal, semua calo itu tak perlu ada kalo pelayanannya memang baik dan transparan. (Pasaribu)

About unionpers

ORGANISASI WARTAWAN UNIONPERS BERDIRI SEJAK TAHUN 2004, AKTA NOTARIS : No 01/05/10/2005, MARLIANSYAH, SH, E-mail: unionpers@yahoo.com, REKENING BANK MANDIRI NO : 132 00 1264034-9, CABANG SADANG, PURWAKARTA ATAS NAMA REKSON HERMANTO (BENDAHARA)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

BERITA

%d blogger menyukai ini: