Pekerjaan 25.000 Pekerja Tambang Terancam


Pekerjaan 25.000 Pekerja Tambang Terancam

Pontianak, Pelita RAKYAT
Pemberlakuan peraturan tentang pelarangan ekspor barang tambang mentah membuat pekerjaan sekitar 25.000 tenaga kerja pada sektor pertambangan di Provinsi Kalimantan Barat terancam karena industri pengolahan tambang belum dibangun di wilayah itu. “Pekerjaan mereka terancam karena hingga kini Kalimantan Barat belum memiliki industri pengolahan pertambangan, hanya mengandalkan ekspor tambang mentah,” kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Barat Agus Aman Sudibyo di Pontianak, Jumat.

Perusahaan tambang yang berencana membangun industri pengolahan barang tambang di wilayahnya, menurut Agus, juga hanya beberapa. “Kalau aturan pelarangan ekspor tambang dalam bentuk mentah diberlakukan, akan banyak hasil tambang di Kalimantan Barat yang tidak bisa dipasarkan,” ungkapnya.

Menurut dia, kebijakan itu juga akan membuat banyak pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) menghentikan aktivitas karena tidak bisa memasarkan hasil produksi. Ia mengatakan sepanjang tahun 2011 pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menerbitkan 651 IUP yang terdiri atas izin eksplorasi dan operasi produksi.

Sementara produksi tambang dan mineral wilayah itu pada 2011 tercatat 14,51 juta ton dan terdiri atas emas, besi, mangan, bauksit, zirkon, kaolin, ball clay, intan, granit atau andesit, dan pasir sungai. Dari jumlah tersebut sebanyak 9,67 juta ton diantaranya diekspor.

Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2012 tentang peningkatan nilai tambah mineral melalui kegiatan pengolahan dan permurnian mineral. Pemerintah juga berusaha menertibkan kegiatan ekspor barang tambang dan mineral mentah dengan menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 29 Tahun 2012 tentang ketentuan ekspor produk pertambangan.

Paket ketentuan itu ditujukan untuk menjamin pasokan bahan baku industri dalam negeri dan menekan dampak kegiatan pertambangan terhadap kerusakan lingkungan karena peningkatan tajam ekspor barang tambang sepanjang 2008-2011 telah menyebabkan kelangkaan sumber daya pertambangan dan kerusakan lingkungan. (ant/son/red)

Iklan

Penulis: Harian Warta Nasional

Saya, Rekson Hermanto, Pemimpin Redaksi Harian Warta Nasional mengucapkan selamat datang di website harianwartanasional.com. harianwartanasional.com merupakan situs berita online yang secara resmi berdiri pada bulan Agustus 2014, di bawah manajemen PT. Nasional Tritunggal Jayautama (Koran Harian Warta Nasional). Pada dasarnya harianwartanasional.com menyajikan berita dan memiliki konten yang selaras dengan koran Harian Warta Nasional. Namun, berita yang dikemas dalam portal berita ini lebih mengarah kepada pembaca yang ingin membaca berita secara cepat, akurat, dan efisien dalam hal waktu. Berita dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi lebih pendek dan lebih mudah dinikmati para pembaca di internet. Kami berbenah dengan menyuguhkan kepada pembaca yang budiman berita berita aktual, tajam, kristis dan terpercaya dan terus berupaya melaksanakan pembaruan dalam berbagai bidang pemberitaan yang profesional, guna membentuk jati dirinya sebagai “Jurnalist Tangguh”. Hal ini terkait dengan amanat UU PERS No 40 Tahun 1999 yang telah menempatkan posisi dan fungsi “Jurnalis Tangguh” sebagai sosial kontrol yang bebas dari pengaruh pihak manapun, Independen”. Oleh karena itu, keberadaan Website harianwartanasional.com mengimformasikan data yang tersaji di dalamnya dan diharapkan bisa membantu kita semua untuk lebih memahami peran, posisi, serta fungsi Jurnalis, dalam upaya penegakan hukum di negara kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s