Pelarangan Lady Gaga, Indonesia ‘Ngetop’ di Mata Dunia


Jakarta – Pelarangan konser Lady di Indonesia menjadi berita internasional. Sejumlah media internasional, seperti BBC, Bloomberg, Associated Press (AP), dan the Wall Street Journal, mengangkat topik serupa.

“Polisi Indonesia telah menolak izin konser penyanyi pop AS Lady Gaga di ibu kota bulan depan. Ini menyusul kekhawatiran polisi soal keamanan, setelah kelompok Islam keberatan dengan konser Gaga, yang dinilainya terlalu vulgar. Kelompok garis keras Front Pembela Islam (FPI) mengancam akan mencegat Lady Gaga di Bandara dan menahannya agar tidak turun dari pesawat,” tulis BBC, Selasa (15/5).

Bloomberg pun menyebutkan hal yang sama. Melalui berita berjudul Lady Gaga’s Indonesia Concert Banned for Vulgarity, Police Say, Bloomberg mengutip pernyataan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, bahwa polda telah mengirimkan surat ke Mabes Polri bahwa mereka menolak memberikan rekomendasi untuk Lady Gaga menyelenggarakan konser di Jakarta.

“Keputusan kami didasari atas saran berbagai elemen masyarakat. Keputusan ini juga mencegah gangguan di masyarakat karena konser Lady Gaga. Ia terlalu vulgar dan konsernya tidak cocok dengan budaya kita,” jelas Rikwanto.

AP bahkan mengutip kekecewaan Little Monster, julukan fans Lady Gaga. Mariska Renata, selebritas Indonesia, menyampaikan keluhannya atas pembatalan tersebut.

“Saya sangat kecewa,” ujar Mariska, yang telah memiliki tiket konser Gaga di Jakarta.

Ia, seperti dikutip AP, mengatakan, dengan menuruti desakan para ‘pembuat masalah’, polisi telah memberikan mereka lebih banyak kekuatan. “Kami cukup dewasa untuk bisa membedakan nilai-nilai moral kami terhadap seni dan budaya,” tegasnya. Salah satu majalah musik terbesar di dunia, Roling Stone, media terbesar di AS, Washington Post, dan media terbesar di Inggris, Sky News, pun mengutip berita dari AP ini.

The Wall Street Journal menilai pelarangan konser ini merupakan yang pertama kali terjadi di Indonesia. Sebelumnya, beberapa nama populer seperti Stevie Wonder, Justin Bieber, dan Kylie Minogue, pernah tampil di Indonesia tanpa adanya insiden.

“Kaum fundamentalis keberatan dengan artis yang berdandan seksi,” ujar Hasief Ardiasyah, editor Rolling Stone Indonesia, seperti dikutip The Wall Street Journal. “Beberapa tahun terakhir ada beberapa nama penyanyi populer datang ke Indonesia, tetapi tidak satu pun memiliki masalah seperti ini.”

Lalu, Daily News, media milik New York, memilih judul Lady Gaga’s sold-out Jakarta concert cancelled after Indonesian police bow to protest. Kemudian, dalam sub-judulnya, mereka menyebutkan adanya tekanan dari muslim konservatif untuk membatalkan konser Lady Gaga.

Sementara, media The Sun memuat pembatalan konser Lady Gaga dengan judul besar Islamic ban on ‘Satan Gaga’. Media Inggris tersebut bahkan mengatakan, “Konser Lady Gaga telah dibatalkan setelah ia dituduh menyebarkan ‘ajaran setan’ oleh kelompok aliran keras Islam”, dalam sub judulnya.

Sementara itu, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari promotor yakni Big Daddy Entertainment perihal pembatalan konser tersebut. Namun, lewat akun Twitter fans Lady Gaga di Indonesia mengatakan akan ada berita menggembirakan dari promotor.
“Wait for the official statement from @bigdaddyid little monster 🙂 #SoHappyICouldDie” tulis @LadyGagaINDO. (MI/son)

Iklan

Penulis: Harian Warta Nasional

Saya, Rekson Hermanto, Pemimpin Redaksi Harian Warta Nasional mengucapkan selamat datang di website harianwartanasional.com. harianwartanasional.com merupakan situs berita online yang secara resmi berdiri pada bulan Agustus 2014, di bawah manajemen PT. Nasional Tritunggal Jayautama (Koran Harian Warta Nasional). Pada dasarnya harianwartanasional.com menyajikan berita dan memiliki konten yang selaras dengan koran Harian Warta Nasional. Namun, berita yang dikemas dalam portal berita ini lebih mengarah kepada pembaca yang ingin membaca berita secara cepat, akurat, dan efisien dalam hal waktu. Berita dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi lebih pendek dan lebih mudah dinikmati para pembaca di internet. Kami berbenah dengan menyuguhkan kepada pembaca yang budiman berita berita aktual, tajam, kristis dan terpercaya dan terus berupaya melaksanakan pembaruan dalam berbagai bidang pemberitaan yang profesional, guna membentuk jati dirinya sebagai “Jurnalist Tangguh”. Hal ini terkait dengan amanat UU PERS No 40 Tahun 1999 yang telah menempatkan posisi dan fungsi “Jurnalis Tangguh” sebagai sosial kontrol yang bebas dari pengaruh pihak manapun, Independen”. Oleh karena itu, keberadaan Website harianwartanasional.com mengimformasikan data yang tersaji di dalamnya dan diharapkan bisa membantu kita semua untuk lebih memahami peran, posisi, serta fungsi Jurnalis, dalam upaya penegakan hukum di negara kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s