UNIONPERS
KRIMINAL
PROFIL UNIONPERS

Bos PT OI Warga Jepang di Sel


KPK UNGKAP SUAP HAKIM PN BANDUNG
Bos PT OI Warga Jepang di Sel

Jakarta, Pelita RAKYAT
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk pertama kalinya menahan warga negara (WN) Jepang, Shiokawa Toshio, Presiden Direktur PT Onamba Indonesia (OI) yang berlokasi di kawasan Industri, KIIL, Lot C-5B, Jalan Tol Cikampek, Karawang, Jawa Barat yang merupakan tersangka kasus dugaan suap kepada Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Pengadilan Negeri Bandung, di Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang, Jakarta, Jumat (11/5).

KPK juga menjerat Manajer Administrasi PT OI, Odi Juanda dalam kasus yang sama. “Untuk kepentingan penyidikan, KPK memutuskan menahan tersangka Shiokawa, yang merupakan WN Jepang selama 20 hari kedepan,” kata Juru Bicara (Jubir) KPK, Johan Budi. Penahanan tersebut, menurut Johan Budi, dilakukan di Rutan Cipinang, Jakarta, untuk memudahkan penyidikan yang dilakukan oleh KPK, ujar Jubir KPK Johan Budi di kantornya, Jl Rasuna Said, Jaksel.

Sementara itu, Shiokawa ditemui usai menjalani pemeriksaan di KPK, Shiokawa yang hendak dibawa ke Rutan Cipinang tidak berkomentar sepatah katapun. Warga negara Jepang yang mengenakan batik biru muda itu langsung berlalu memasuki mobil tahanan KPK bernopol B 8593 WU yang sudah menunggu. Shiokana telah datang di kantor KPK sejak pagi tadi. Berdasar informasi yang dikumpulkan, dokter KPK memeriksa kesehatan Shiokana dinyatakan sehat, maka yang bersangkutan ditahan hari ini juga.

KPK mengumumkan penetapan tersangka Shiokawa pada 23 April 2012 lalu. Shiokawa disangka melanggar Pasal 6 Ayat 1 huruf a Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Penetapan Shiokawa sebagai tersangka ini menyangkut kasus suap kepada hakim Imas.

Kasus ini bermula dari perkara industrial PT Onamba Indonesia (OI) yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat. Odih Juanda, staf PT Onamba Indonesia dan Hakim Imas sepakat memenangkan gugatan PT OI dengan imbalan hadiah berupa uang. Untuk sidang di PHI Bandung, Imas menerima uang Rp 352 juta dari Odi yang menjadi perwakilan untuk memenangkan kasus mereka. Putusan sidang pada April 2011 mengabulkan semua gugatan PT OI.

Imas ditangkap KPK saat menerima uang Rp 200 juta dari HRD PT OI Odih Juanda. Uang tersebut diserahkan Odih di Rumah Makan Ponyo di Cinunuk, Kabupaten Bandung, pada 30 Juni 2011. Akhinya, oleh pengadilan Tipikor, Hakim Imas Dianasari divonis enam tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider tiga bulan. Terdakwa Imas dinilai terbukti melakukan tindak pidana korupsi yang diatur dalam Pasal 12 ayat 1 huruf b tentang Gratifikasi.

Sebelumnya, Kuasa Hukum PT Onamba Indonesia (OI) Syafruddin Lubis, menilai penetapan Presiden Direktur PT OI Shiokawa Toshio sebagai tersangka oleh KPK, tak berdasar. Bahkan, menurutnya penetapan tersebut sangat kabur dari kepastian hukum. “Untuk dapat menyatakan seseorang menjadi tersangka harus ada dua alat bukti. KPK kan hanya mengacu pada putusan PN (pengadilan negeri),” ujar Syafruddin Lubis.

Terlebih, lanjut Syafruddin, putusan terhadap Odih Juanda selaku manajer administrasi PT OI, belum memiliki kekuatan hukum yang tetap. “Maka, sangat sumir menetapkan Shiokawa menjadi tersangka,” imbuhnya. Sejauh ini, Syafruddin menuturkan KPK belum pernah memanggil Shiokawa, dan memeriksa yang bersangkutan sebagai tersangka. “Saya sebagai kuasa hukum PT Onamba. Shiokawa dinyatakan tersangka, tapi belum ada pemanggilan (sebagai tersangka) dari KPK,” sergahnya. (red/Rekson/berbagai sumber)

About unionpers

ORGANISASI WARTAWAN UNIONPERS BERDIRI SEJAK TAHUN 2004, AKTA NOTARIS : No 01/05/10/2005, MARLIANSYAH, SH, E-mail: unionpers@yahoo.com, REKENING BANK MANDIRI NO : 132 00 1264034-9, CABANG SADANG, PURWAKARTA ATAS NAMA REKSON HERMANTO (BENDAHARA)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

BERITA

%d blogger menyukai ini: