“Security Jadi Benteng Pejabat, Biar Terhindar dari Wartawan’’


SANGSI HUKUM UUD PERS NO 40/1999 DIPERTANYAKAN

“Security Jadi Benteng Pejabat, Biar Terhindar dari Wartawan’’

Bandung, Pelita RAKYAT
Dalam menjalankan tugas sebagai sosial kontrol di setiap Dinas Instansi Pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seorang wartawan dalam menjalankan tugas liputannya kerap berbenturan dengan security (satpam) sebagai keamanan kantor, yang tujuannya menghalang-halangi.

Kebanyakan para security sudah terlatih untuk “berbohong” dengan bermacam alas an yang di ciptakan sendiri, tanpa mengindahkan sangsi hukum UU PERS No 40/1999. Ada yang mengatakan, “pimpinan lagi sibuk nggak bisa di ganggu atau rapat penting”, itulah perlakuan para security di setiap kantor atau instansi pemerintah yang hanya bertujuan menunda-nunda agar wartawan tidak dapat melakukan liputan, untuk konfirmasi.

Selanjutnya ada juga security yang mau pasang badan, ini terjadi di sebuah kantor Cabang PLN Kota Bandung yang beralamat di Jalan Soekarno Hatta. Hal itu dibuktikan ketika wartawan Pelita RAKYAT, Kamis kemarin mencoba melakukan konfirmasi kepada Kepala Cabang, seorang security berinisial telah melakukan penyimpangan tugas diluar kewenangan jabatan seorang security.

Dan berbohong dengan mengatakan, Kepala Cabang tidak berada di tempat, padahal menurut pengakuan Humas dari tadi bapak Kepala Cabang memimpin rapat. Dengan arogansinya mengatakan, Kacab lagi keluar, ujarnya. Kemudian wartawan PR ingin bertemu ibu Yeti selaku Manager, kemudian pun memberitahukan, bahwasannya ibu Yeti lagi rapat dan tidak bisa diganggu, “ibu Manager lagi rapat, nanti saya sampaikan”, ujarnya.

Setelah wartawan PR menunggu lebih kurang 3 jam barulah bertemu dengan ibu Yeti ternyata menurut pengakuan ibu Yeti security tidak pernah memberitahukan kedatangan wartawan PR dan ingin menemui dirinya. Apa maksud dan tujuan security menghalang-halangi tugas seorang jurnalis dan terkesan menutup-nutupi keadaan yang sebenarnya dengan mengatakan Kepala Cabang tidak berada ditempat dan tidak mau mempertemukan dengan ibu Yeti selaku manager.

Inilah gambaran temuan kasus banyaknya security yang melanggar aturan Per-undang-Undang Pers No: 40 Tahun 1999. Mereka para security sudah tidak takut lagi dengan sangsi hukum penjara dan denda yang tertuang dalam pasal-pasalnya, karena dengan segaja menghalang-halangi tugas wartawan dalam melakukan tugas yang dilindungi undang undang. Ini permasalahan serius yang harus menjadi catatan tugas Dewan Pers, UU Pers yang sekarang harus dirubah.

Marmas Silalahi SH, Sekjen LPKN (Lembaga Pemantau Korupsi Nasional) ketika ditemui di kantornya Jl. Moh. Toha, mengatakan telah melanggar UU Pers no: 40 Thn 1999 dan harus dimintai pertanggung jawabannya dan diajukan sesuai hukum yang berlaku, security tugasnya adalah sebagai keamanan bukannya jadi tameng yang menghalangi-halangi tugas wartawan”, Kepala Cabang juga harus dimintai keterangan dan pertanggung jawabannya juga selaku pucuk pimpinan dikantor itu“, apakah ini akal-akalan kepala cabang saja agar tidak bisa ditemui”, ujar Marmas.

Diharapkan agar kedepannya pemerintah lebih menghargai tugas para jurnalis. Dan tidak menghalangi jalannya keterbukaan publik dengan menyebarkan para security di setiap instansi dan kantor. Ketua LPKN Ripai pun angkat bicara, “ bagaimana sosial kontrol akan berjalan kalau ini dibiarkan terus menerus bisa berdampak negatif dan sangat merugikan puklik ”. Aneh nya sekarang setiap intansi mengunakan security apakah demi kenyamanan bekerja atau lebih enak tidak terpantau? anggaran dari mana untuk membayar gaji mereka apakah dari APBN atau APBD ?, ujarnya. Wartawan Pelita RAKYAT akan mempertanyakan kasus ini kepada Penasehat DEWAN PERS Indonesia, Leo Batubara. (abdul s, arahmat t,julkimli s,yanto s,tobing )

Iklan

Penulis: Harian Warta Nasional

Saya, Rekson Hermanto, Pemimpin Redaksi Harian Warta Nasional mengucapkan selamat datang di website harianwartanasional.com. harianwartanasional.com merupakan situs berita online yang secara resmi berdiri pada bulan Agustus 2014, di bawah manajemen PT. Nasional Tritunggal Jayautama (Koran Harian Warta Nasional). Pada dasarnya harianwartanasional.com menyajikan berita dan memiliki konten yang selaras dengan koran Harian Warta Nasional. Namun, berita yang dikemas dalam portal berita ini lebih mengarah kepada pembaca yang ingin membaca berita secara cepat, akurat, dan efisien dalam hal waktu. Berita dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi lebih pendek dan lebih mudah dinikmati para pembaca di internet. Kami berbenah dengan menyuguhkan kepada pembaca yang budiman berita berita aktual, tajam, kristis dan terpercaya dan terus berupaya melaksanakan pembaruan dalam berbagai bidang pemberitaan yang profesional, guna membentuk jati dirinya sebagai “Jurnalist Tangguh”. Hal ini terkait dengan amanat UU PERS No 40 Tahun 1999 yang telah menempatkan posisi dan fungsi “Jurnalis Tangguh” sebagai sosial kontrol yang bebas dari pengaruh pihak manapun, Independen”. Oleh karena itu, keberadaan Website harianwartanasional.com mengimformasikan data yang tersaji di dalamnya dan diharapkan bisa membantu kita semua untuk lebih memahami peran, posisi, serta fungsi Jurnalis, dalam upaya penegakan hukum di negara kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s