UNIONPERS
KRIMINAL
PROFIL UNIONPERS

Polsek Sunggal Gelar Rekonstruksi Penusukan Sekretaris PP


Polsek Sunggal Gelar Rekonstruksi Penusukan Sekretaris PP
Medan, Pelita RAKYAT

Untuk melengkapai Berita Acara Pemeriksaan (BAP), tentang kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Alfiansyah Als Fian (16), terhadap Rico Marciano Malau (29), yang terjadi di New Citra Kafe, Jl Setia Indah, Desa Sunggal Kanan, Kec Sunggal Deliserdang pada 15/5 dini hari lalu (Baca Pelita RAKYAT Edisi 120).
Polsek Sunggal melakukan rekonstruksi terhadap kasus yang menelan nyawa Sekretaris PP Kel Medan Sunggal itu. Rekonstruksi yang dilakukan di pelataran parkiran Mapolsek Sunggal hari Jumat tanggal 10 Juni 2011, pukul 12.30 Wib, aparat kepolisian menyiapkan lokasi rekonstruksi dihalaman Polsek Sunggal dengan memasang Police Line untuk mensterilkan lokasi rekonstruksi rekonstruksi pun dilakukan. Didampingi James Simanjuntak, SH selaku penasehat hukum tersangka.

Dalam adegan pertama, Rico Malau yang diperankan oleh salah satu petugas kepolisian ini datang bersama Jhen Sen Han (23, Ronald Abed Nego (25), Agus Syahputra (24), Eghy Trisaksti dan Ilham Marfa sedang asik minum di Kafe yang disebut-sebut milik salah seorang Panitera di PN Kabanjahe itu.

Nah, sekira pukul 03.00 Wib, Jhen Sen Han adu mulut dengan salah seorang pengunjun Kafe yang disebut-sebut bermarga Ginting. Nah, karena merasa bersama dari luar, Rico pun menenangkan Jhen Sen dengan Ginting supaya tidak terjadi adu mulut. Namun, karena sudah dipengaruhi minuman beralkohol, Jhen Sen dan Ginting pun terus adu mulut.

Disinilah Alfiansyah yang merasa sebagai pengawas Kafe menunjukkan peranya. Dengan suasana dingin itu, ABG yang berdomisilih di Komplek Perumahan Sri Gunting, Blok XI No 09, Desa Sei Beras Kata, Kec Sunggal Deliserdang ini pun mengusir tamu yang sedang bersih tegang itu. Namun, waktu itu Rico merasa tersinggung ditegur. Pun begitu, Rico bersama kawan-kawanya pun mengajak Ginting ke Parkiran Kafe untuk menyelesaikan permasalahan di dalam Kafe itu.
Saat diparkiran, Jhen Sen dan Ginting pun kembali adu mulut.

Dari kejauhan, Feriansyah yang melihat para tamu kafe itu adu mulut lagi, lelaki berbadan kurus ini pun mendatangi Rico dan Jhensen Han. Disinilah malapetaka itu terjadi. Kala itu, Fian kembali mengusir Rico dan kawan-kawanya supaya pergi meninggalkan Kafe karena tidak ingin suasana Kafe ribut. “Sana aja kalian ribut, kok disini. Nanti terganggu tamu lain. Saya pengawas disini, kesana aja,” ujar Fian kala itu.

Mendengar perkataan Fian, Rico dan Jhen Sen langsung emosi dan menyuruh kembali Fian suapaya bergegas ke dalam Kafe. “Apa? Kau pengawas disini? Sok kali kau, udah badanmu kecil sok bilang pengawas pula kau disini, sana kau,” ujar Rico waktu itu, sembari mendorong badan Fian.
Merasa disepelekan, Fian pun langsung bergegas ke sebuah batang pisang yang hanya berjarak 3 meter dari perkelahian itu, untuk mengambil pisau belati yang sudah dipersiapkanya.

Karena sudah dipengaruhi minuman, Feri pun berusaha menghujamkan pisaunya itu keperut lelaki yang tinggal di Jl Bunga Raya, Kel Asam Kumbang Medan Selayang ini. Namun, aksi itu berhasil dielak Rico dan berhasil merebut pisau belati itu dari tangan Feri. Rico pun langsung merangkul Feri dan berusaha untuk menikamnya. Namun, dalam pergumulan itu, Fian kembali bisa merebut pisau dan langsung menghujamkanya ke leher kanan Rico, biar pun Rico kala itu sudah terjatuh ditanah (seperti adegan 11). Seketika, Rico langsung tersungkur dengan bersimbah darah.

Dalam sempoyongan, Fian pun langsung bergegas ke dalam Kafe. Dan seterusnya Jhansen dan tamu lainya langsung melarikan Rico ke RSU Binakasih Sunggal. Namun, dalam perjalanan dengan menumpangi betor, Rico pun meninggal. Seusai melakukan rekonstruksi yang diwarnai 19 adegan ini, Fian mengaku hanya membela diri. Karena dirinya disepelekan oleh Rico dan kawan-kawanya. “Aku cuma ngancam aja pertama bang, aku pun kurang sadar waktu itu, karena pisau itukan diambilnya makanya kuambil lagi dari tanganya. Pas waktu aku terjatuh kutikamkan lehernya,” ujar Fian, yang hanya digaji Rp 100 ribu/bulan untuk mengawasi New Citra Kafe itu.

Dengan menggunakan baju tahanan, Fian mengaku baru dua bulan bekerja sebagai pengawas Kafe. “Baru dua bulan aku kerja disitu bang. Karena seringnya aku dulu minum disitu, makanya aku dijadikan pengawas di Kafe itu,” ujarnya.
Sementara itu, dalam pengawalan ketat oleh personil Polisi, salah seorang keluarga almarhum Rico pun langsung histeris. “Babi kau ya, tega kali kau bunuh adikku, macam kau pengawas Kafe?,” ujar salah seorang perempuan yang sejak berlangsungnya adegan berada diluar garis Police Line. Namun, karena merasa histeris, keluarga Rico yang lain pun langsung memboyong wanita itu hingga keluar Mako Polsek Sunggal.

Bukan itu saja, ratusan warga yang melihat adegan itu sesekali melontarkan kata-kata hujatan. “Nyawa dibayar nyawalah. Enak kali dia bunuh orang. Mentang-mentang pengawas Kafe,” ujar salah seorang ibu-ibu yang melihat adegan itu.
Terpisah, Kapolsek Medan Sunggal Kompol Sonny M Nugroho Tampubolon, Sik didampingi Kanit Reskrimnya AKP Sanggam Nainggolan mengatakan, pihaknya melakukan rekonstruksi ini untuk melengkapi BAP.” Untuk melengkapi BAP nya aja, supaya kita kirim berkasnya ke Jaksa,” ujar Kompol Sonny M Nugroho Tampubolon. (BS)

Iklan

About unionpers

ORGANISASI WARTAWAN UNIONPERS BERDIRI SEJAK TAHUN 2004, AKTA NOTARIS : No 01/05/10/2005, MARLIANSYAH, SH, E-mail: unionpers@yahoo.com, REKENING BANK MANDIRI NO : 132 00 1264034-9, CABANG SADANG, PURWAKARTA ATAS NAMA REKSON HERMANTO (BENDAHARA)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

BERITA

%d blogger menyukai ini: