UNIONPERS
KRIMINAL
PROFIL UNIONPERS

Pengrajin Tahu Tempe Gulung Tikar


Pengrajin Tahu Tempe Gulung Tikar
Sukabumi, Pelita RAKYAT
Puluhan pengrajin tahu tempe di Kabupaten dan Kota Sukabumi terancam gulung tikar. Hal tersebut terjadi, akibat mahalnya kacang kedelai import dari Negara Amerika, yang setiap hari meningkat naik. Kini harga kacang kedelai import tersebut, bertahan dikirakan Rp6.550,-/kg, sedangkan kedelai local nyaris hilang di pasaran, yang diakibatkan petani enggan menanam kacang kedelai, akibat gagal penen karena hujan yang terus menerus.
Kepala Dinas Perdagangan dan Pasar (Koperindagsar) Kabupaten Sukabumi, Asep Jafar membenarkan para pengrajin tahu tempe kesulitan bahan baku kedelai local dan terpaksa mereka mempergunakan kedelai import asal Amerika, sekalipun harganya lebih mahal dibandingkan harga kedelai local.
Oleh karena itu, dinas pada tahun 2011 ini akan membudidayakan penanaman kacang kedelai local, rencana penanaman kedelai local tersebut, itu di bidani langsung Bupati Sukabumi, Sukma Wijaya. Adapun budidaya penanaman kedelai, kata Asep Jafar, itu akan dilaksanakan dengan pola kemitraan antara para petani, pengusaha dan pemda Kabupaten Sukabumi.
Keluhkan sejumlah para pengrajin tahu tempe di wilayah Kabupaten dan Kota Sukabumi disampaikan kepada Pelita RAKYAT, Senin kemarin. Wartawan Pelita RAKYAT sengaja melakukan investigasi kebeberapa pengrajin tahu tempe yang berada di Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi dan pengrajin tahu tempe di Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi.
H Priadi, seorang tokoh pengrajin tahu tempe di Kecamatan Cisaat mengaku para pengrajin tahu tempe yang ada di wilayahnya kini terancam gulung tikar, akibat sulitnya bahan baku kedelai local dan yang sekarang ada di pasaran, itu merupakan kedelai import asal amerika.
Oleh karena itu, H Priadi meminta semua pihak segera mengatasi kesulitan yang dihadapi oleh pengrajin tempe . Selain itu, Prihadi meminta pemerintah untuk segera mengembangkan penanaman kedelai local di masing-masing wilayahnya. Hal tersebut bertujuan, untuk mengatasi kelangkaan kedelai yang merupakan bahan baku untuk membuat tahu tempe.

Lebih lanjut dijelaskan, sebenarnya kedelai local untuk bahan baku tahu tempe, itu rasanya lebih gurih dan enak, sehingga banyak diminati oleh masyarakat menengah ke atas. Sedangkan kedelai import yang harganya cukup mahal, itu rasanya kurang gurih dan enak. Namun demikian, karena bahan baku kedelai local sudah mulai langka, sehingga para pengrajin tahu tempe yang bermodal kuat, itu memaksakan diri untuk bisa bertahan membuat tahu tempe.
Sementara bagi para pengrajin tahu tempe yang bermodal pas-pasan, untuk sementara waktu terpaksa menghentikan dulu kegiatan produksi pembuatan tahu tempe, keluh pribadi dialami Wahyu dan Gozali yang bergerak di bidang pembuatan tahu tempe di Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi.
Sementara H.Zaenal Arifin salah seorang grosir penyediaan kedelai import asal Amerika membenarkan sulitnya bahan baku kedelai local. Dijelaskan, setiap harinya para pengrajin tahu tempe yang ada di wilayah Kabupaten dan Kota Sukabumi, itu membutuhkan bahan baku kedelai tidak akan kurang dari 100 ton sampai 150 ton. Harga kacang kedelai import tersebut, itu Rp 6.500,-/kg dan turun menjadi Rp 6.250,/kg untuk pembelian 50 kg kacang kedelai.
Sedangkan harga kacang kedelai local, itu tidak jauh dengan harga kacang kedelai import. Kedelai local harganya antara Rp 5.800 sampai Rp 6.000,/kg namun, barangnya langka akibat para petani yang menanam kacang kedelai gagal panen, diakibatkan sering turunnya hujan.
Sehingga, para petani yang biasanya menanam kedelai, itu mengalihkan menanam padi yang lebih menguntungkan bagi mereka. Adapun sentra penanaman kedelai, kata H.Zaenal arifin, itu berada di Kecamatan Jampang Kulon dan Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi serta Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur.
Memang benar apa yang dianjurkan Pak H.prihadi, agar dinas pertanian dan tanaman pangan Kabupaten dan Kota Sukabumi, untuk memperkasai dan mendongkrak para petani di Wilayanh masing-masing, untuk menggalakan penanaman kacang kedelai local, untuk mengatasi kesulitannya kacang kedelai yang merupakan bahan baku utama pengrajin tahu tempe, ucapnya. (Aang sadili).

Iklan

About unionpers

ORGANISASI WARTAWAN UNIONPERS BERDIRI SEJAK TAHUN 2004, AKTA NOTARIS : No 01/05/10/2005, MARLIANSYAH, SH, E-mail: unionpers@yahoo.com, REKENING BANK MANDIRI NO : 132 00 1264034-9, CABANG SADANG, PURWAKARTA ATAS NAMA REKSON HERMANTO (BENDAHARA)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

BERITA

%d blogger menyukai ini: