Pengguna Dana Hibah/Bankes Harus Diperiksa


Pengguna Dana Hibah/Bankes Harus Diperiksa
Bekasi, Pelita RAKYAT
Dana yang dihibahkan pemerintah kepada kelompok masyarakat atau organisasi kemasyarakatan tertentu harus diaudit penggunaannya. Sebab, tidak mustahil penggunaannya menyimpang. Misalnya, disebutkan dalam rangka menunjang kinerja organisasinya, ternyata diselewengkan oleh pengurusnya.
Demikian disampaikan oleh pendiri Lembaga Analisis Anggaran dan Pengkajian Kebijakan Publik (LAKIP), Suwindak Marbun, menanggapi maraknya kelompok masyarakat penerima hibah dari pemerintah tetapi penggunaannya tidak dilaporkan, kegiatan apa saja yang sudah dikerjakan dengan penggunaan dana tersebut.
“Berdasarkan analisis kami dilapangan, dana hibah dari pemerintah seringkali diartikan sebagai penghasilan pribadi atau kelompok pengurus organisasi penerima dana, dan ini adalah kekeliruan besar” ungkap Suwindak pekan lalu di Bekasi.
Pernyataan tersebut menanggapi adanya laporan masyarakat ke Kejaksaan Negeri Bekasi tentang dugaan korupsi atau penggelapan dana hibah ke Mesjid. Sebagaimana diketahui, awal Februari lalu Ramli Razak dkk melaporkan Pemerintah Kota Bekasi karena dana yang tertera di dokumen anggaran sebesar Rp 50 Juta, padahal yang mereka terima hanya sebesar Rp 23,5 Juta. Mereka menduga pejabat yang berkaitan pemberian dana hibah korupsi sebesar Rp 26,5 Juta.
Menurut Suwindak, berkurangnya dana yang diterima oleh kelompok penerima dana belum tentu karena korupsi atau penyelewengan, mungkin saja mata anggaran itu dipotong karena terjadi penyesuaian sumber dana. “Justru penerima dana harus mempertanggungjawabkan penggunaan dana hibah yang diterimanya, digunakan kemana? Jangan-jangan dianggap sebagai uang pribadi,” pungkasnya.
Berdasarkan catatan, dana hibah kemasyarakatan bantuan sosial yang tercantum dalam APBD 2010, mengalami pemotongan (penyesuaian). Hampir semua penerima dana tidak menerima utuh sebagaimana tercantum dalam mata anggaran.
Berdasarkan penelusuran, pemotongan dana itu lantaran terjadinya kesalahan asumsi saat penetapan anggaran,yakni memprediksi pendapatan terlalu tinggi, sehingga ggaran belanja dipotong, termasuk anggaran pembangunan infrastruktur dan anggaran sekolah.
Suwindak menghimbau agar penyidik dari Kejari lebih hati-hati, tidak terbawa arus adanya thema keagamaan yang diusung oleh pelapor.
Mestinya, kelompok masyarakat yang organisasinya tercantum sebagai penerima dana hibah, melakukan klarifikasi lebih dulu, jika curiga, laporkan ke pimpinannya, bukan melapor ke Kejaksaan.
Namun Demikian, penggiat analisa kebijakan publik ini memaklumi ketidakpuasan masyarakat terhadap birokrasi. “Ini adalah pelajaran berharga bagi pemerintah, agar hati-hati menysun anggaran dan menetapkan pihak yang berhak memperoleh dana hibah,” paparnya. (Red)

Iklan

Penulis: Harian Warta Nasional

Saya, Rekson Hermanto, Pemimpin Redaksi Harian Warta Nasional mengucapkan selamat datang di website harianwartanasional.com. harianwartanasional.com merupakan situs berita online yang secara resmi berdiri pada bulan Agustus 2014, di bawah manajemen PT. Nasional Tritunggal Jayautama (Koran Harian Warta Nasional). Pada dasarnya harianwartanasional.com menyajikan berita dan memiliki konten yang selaras dengan koran Harian Warta Nasional. Namun, berita yang dikemas dalam portal berita ini lebih mengarah kepada pembaca yang ingin membaca berita secara cepat, akurat, dan efisien dalam hal waktu. Berita dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi lebih pendek dan lebih mudah dinikmati para pembaca di internet. Kami berbenah dengan menyuguhkan kepada pembaca yang budiman berita berita aktual, tajam, kristis dan terpercaya dan terus berupaya melaksanakan pembaruan dalam berbagai bidang pemberitaan yang profesional, guna membentuk jati dirinya sebagai “Jurnalist Tangguh”. Hal ini terkait dengan amanat UU PERS No 40 Tahun 1999 yang telah menempatkan posisi dan fungsi “Jurnalis Tangguh” sebagai sosial kontrol yang bebas dari pengaruh pihak manapun, Independen”. Oleh karena itu, keberadaan Website harianwartanasional.com mengimformasikan data yang tersaji di dalamnya dan diharapkan bisa membantu kita semua untuk lebih memahami peran, posisi, serta fungsi Jurnalis, dalam upaya penegakan hukum di negara kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s