UNIONPERS
KRIMINAL
PROFIL UNIONPERS

Penggelembungan Anggaran Rutin, Gaya Baru Korupsi


Penggelembungan Anggaran Rutin, Gaya Baru Korupsi
Kota Bekasi, Pelita RAKYAT
Pemerintah Kota Bekasi tampaknya belum peka terhadap nasib sebagian besar warganya yang masih tergolong miskin. Hal ini dapat diamati dari data penyususnan anggaran yang kurang berpihak terhadap pemberdayaan perekonomian masyarakat kurang mampu.
Sebaliknya, Wakil walikota bakal diberi lagi mobil super mewah menambah dua mobil mewah yang sudah ada. Belum lagi persoalan subsidi kesehatan yang karena terlalu banyaknya warga miskin yang sakit, Pemkot Bekasi saat ini masing ngutang Rp 6,6 Milyar.
Selain itu perhatian Pemkot terhadap masalah semakin tingginya pengangguran, juga masih rendah. Anggaran pelatihan tenaga kerja serta anggaran untuk transmigrasi tidak mencapai Rp 1 Milyar.
Celakanya, pemkot Bekasi justru bakal foya-foya dalam rapat kedinasan. Hanya untuk rapat-rapat yang juga disertai dengan makan-makan, disiapkan anggaran Rp 10,7 Milyar. Jumlah ini setara dengan 100 kali anggaran pelayanan anak terlantar dianggarkan di Dinas Sosial. Anggaran pelayanan anak terlantar hanya sebesar Rp 125 Juta, barangkali hanya cukup untuk sewa beberapa truk untuk mengangkut anak-anak jalanan dan pengemis yang saban hari semakin membludak jumlahnya.
Didit Susilo, Penasehat LIRA Kota Bekasi menyayangkan kekurang pedulian pemerintah terhadap pengentasan kemiskinan dan pengangguran. “Pemerintah sepertinya masih perfikiran paradigm lama, yakni selagi berkuasa maka keruklah anggaran sebesar-besarnya untuk kepentingan diri sendiri, peduli amat dengan kemiskinan,” sindirnya dengan pedas.
Ditambahkannya, pengelembungan anggaran rutin, seperti dana rapat-rapat dan konsultasi merupakan gaya baru korupsi. Gaya ini adalah pergeseran dari gaya fee proyek yang sudah mulai ditinggalkan para pejabat pasca semakin banyaknya pejabat masuk penjara karena korupsi dalam proyek. “Dengan menggelembungkan anggaran rapat, mereka (para pejabat) mungkin menganggap akan sulit dilacak modus korupsinya,” ucapnya.
Berdasarkan data APBD Kota Bekasi telah disahkan, anggran makan/minum, rapat-rapat, konsultasi dan kunjungan ditetapkan dalam 42 satuan kerja perangkat dinas, dengan total keseluruhan Rp 10,7 Milyar.
Anggaran rapat dan konsultasi ke luar daerah ini terbesar berada di bagian Sekretariat Daerah Rp1,1 miliar. Anggaran ini lebih besar dari biayan pelatihan tenaga kerja untuk menanggulangi penganguran. (Suwindak )

About unionpers

ORGANISASI WARTAWAN UNIONPERS BERDIRI SEJAK TAHUN 2004, AKTA NOTARIS : No 01/05/10/2005, MARLIANSYAH, SH, E-mail: unionpers@yahoo.com, REKENING BANK MANDIRI NO : 132 00 1264034-9, CABANG SADANG, PURWAKARTA ATAS NAMA REKSON HERMANTO (BENDAHARA)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

BERITA

%d blogger menyukai ini: