UNIONPERS
KRIMINAL
PROFIL UNIONPERS

Pempro Jateng Serahkan Bantuan Mesin Pengolah Singkong ke Citra Mandiri


Pempro Jateng Serahkan Bantuan Mesin Pengolah Singkong ke Citra Mandiri
Wonogiri, Pelita RAKYAT
Sebagai salah satu implementasi program Bali Desa Membangun Desa, Pemerintah Povinsi Jawa Tengah memberikan bantuan mesin pengolah singkong kepada kelompok Citra Mandiri yang ada di dusun Niru Wetan, Ngadirojo Kidul, Wonogiri. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah Subandi PR, S.Pd kepada kelompok yang biasa mengolah ketela pohon (singkong), dengan disaksikan Bupati Wonogiri H. Danar Rahmanto, Kamis kemarin.

Bupati mengatakan, bahwa ketersediaan tanaman singkong di Wonogiri ini sangat melimpah. Namun, para petani singkong di Wonogiri biasa menjual ke pasaran berupa produk singkong utuhan saja selama ini. Padahal, imbuh Bupati, jika diolah singkong menjadi aneka macam ragam pangan yang punyai nilai ekonomis tinggi. Seperti kelompok Citra Mandiri, mereka sudah mengolah singkong menjadi makanan seperti getuk, keripik, wingko babad, lopis, dan lainnya sebagai produksinya selama ini.

“Harapan kami nanti di tahun 2013 singkong tidak dijual berupa umbi utuh, namun bisa diproses terlebih dahulu sehingga menjadi nilai tambah. Misalnya kalau selama ini menjual singkong di pasaran Rp 700 rupiah, dengan mengolah singkong menjadi tepung misalnya, harganya bisa menjadi Rp 3 ribu,” katanya bupati.

Untuk itu Bupati terus menggerakkan UKM-UKM yang ada di desa untuk melakukan inovasi dalam mengolah singkong menjadi bahan yang bernilai jual tinggi. Dengan begitu, kesejahteraan masyarakat bisa segera meningkat. Tentunya juga untuk mengatasi kemiskinan dan mengurangi pengangguran. “Sekarang ini Pemerintah sedang menggalakkan pembuatan tepung cassava. Nah, kalau masyarakat bisa membuat cassava, mereka tidak lagi membuat gaplek untuk dijual.” (Joko S/ Supri)

Delapan Jembatan di Kabupaten Serang Rusak Butuh Perbaikan

Serang, Pelita RAKYAT
Delapan jembatan di Kabupaten Serang, Provinsi Banten rusak karena terkena banjir sehingga mendesak untuk diperbaiki, kata Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum setempat Hatib Nawawi. “Selain akibat banjir, kerusakan terjadi karena jembatan yang sudah lama rusak tidak diperbaiki. Delapan jembatan itu terdiri atas tiga jembatan di jalan kabupaten dan lima jembatan di jalan desa,” katanya di Serang, Jumat.

Tiga jembatan di jalan kabupaten, yaitu Jembatan Beureumbeungeut di Kecamatan Cikeusal, Jembatan Cakung di Kecamatan Binuang, dan Jembatan Bantargebang di Kecamatan Cinangka. Kemudian lima jembatan di jalan desa, yaitu Jembatan Sindangmandi di Kecamatan Anyar, Jembatan Cibawang, Umbultanjung, dan Cihayam di Kecamatan Cinangka, dan Jembatan Citaman di Kecamatan Padarincang.

“Yang sudah selesai diperbaiki Jembatan Sindangmandi, Cihayam, dan Umbultanjung, sedangkan Jembatan Beureumbeungeut, Jembatan Cakung, dan Jembatan Bantargebang sudah diperbaiki, namun belum selesai. Rencananya akan diteruskan pada 2012. Anggaran tahun 2011 sebesar Rp3,9 miliar,” katanya.
Menurut Hatib, pihaknya pada 2012 akan melanjutkan pembangunan jembatan-jembatan yang rusak di Kabupaten Serang.

“Kami pada 2012 mengusulkan anggaran Rp5 miliar untuk melanjutkan memperbaiki Jembatan Beureumbeungeut, Jembatan Cakung, dan jembatan-jembatan lainnya yang sudah rusak,” katanya. Hatib mengatakan, total jembatan yang berada di jalan kabupaten sebanyak 175 jembatan, sedangkan di jalan desa kini masih diinventarisasi. “Kalau jalan desa panjangnya 1.865 kilometer dengan jumlah 276 ruas jalan yang tersebar di 320 desa,” katanya.

Jika inventarisasi jembatan di jalan desa sudah selesai dilakukan, kata Hatib, kemungkinan jumlah jembatan yang berada di jalan desa banyak yang rusak.
“Sekarang belum tahu jumlahnya (jembatan desa). Tapi kita sedang menginventarisasi. Mudah-mudahan tahun 2012 selesai,” katanya. (Iwan)

Sebanyak 24.930 Pasien Miskin Dapat Pelayanan RSUD Adjidarmo

Banten, Pelita RAKYAT
Sebanyak 24.930 pasien miskin yang memiliki kartu jaminan kesehatan masyarakat dan jaminan kesehatan daerah mendapat pelayanan medis Rumah Sakit Umum Daerah Adjidarmo Rangkasbitung, Provinsi Banten. “Kami menerima semua pasien miskin dengan pelayanan yang optimal tanpa membeda-bedakan dengan pasien umum,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Adjidarmo Rangkasbitung, Budi Kurnadi di Lebak, Jumat.

Ia mengatakan, pihaknya tidak menolak pasien miskin pengguna jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) dan jaminan kesehatan daerah (Jamkesda), karena mereka dibiayai oleh pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten.
“Pelayanan medis terhadap pasien miskin dilayani secara maksimal, tanpa membedakan dengan pasien umum,” katanya.

Sebab, kata dia, status RSUD Adjidarmo Rangkasbitung sudah berubah dari kelas C menjadi kelas B1 nonpendidikan, sehingga pelayanan skala prioritas untuk memberikan layanan prima bagi masyarakat. Selama ini, kata dia, belum ada keluhan dari masyarakat pengguna jamkesmas maupun jamkesda karena semua dilayani dengan optimal. Bahkan, mereka pasien Jamkesmas dan Jamkesda, bisa dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

“Semua pasien miskin bisa dilayani setelah ada rujukan dari Puskesmas atau menunjukan kartu Jamkesmas dan Jamkesda,” katanya. Ia mengatakan, pihaknya belum pernah menolak pasien Jamkesmas atau Jamkesda karena komitmen pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Karena itu, kata dia, pihaknya menegaskan bahwa sama sekali tidak benar adanya pemberitaan pasien miskin ditelantarkan atau ditolak.

“Kami tidak bisa menolak pasien yang datang berobat karena setiap orang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. Walaupun mereka orang miskin maupun orang kaya kami tetap dilayani,” ujarnya. Menurut dia, jika pasien jelas-jelas warga miskin, namun tidak memiliki kartu Jamkesmas maupun Jamkesda, pasien tersebut tetap dilayani dengan syarat mereka mengurus surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari desa asalnya selama dua hari.

“Kami akan memberikan keringanan atau gratis bagi pasien SKTM,” katanya.
Ia menyebutkan, pasien miskin hingga September 2011 tercatat 24.930 orang, mereka terdiri dari 19.160 orang perawatan jalan dan 5.770 orang perawatan inap.
Sedangkan, pasien miskin 2010 tercatat 36.774 orang dengan biaya Rp1,9 miliar.
Sementara itu, sejumlah pasien miskin mengaku mereka merasa terbantu dengan adanya kartu jamkesmas maupun jamkesda yang diberikan pemerintah sehingga jika sakit bisa ditangani secara gratis oleh rumah sakit.

“Selama dua bulan anak kami dirawat di RSUD Adjidarmo Rangkasbitung hingga dirujuk ke RSCM Ciptomangunkusumo Jakarta dilayani secara gratis. Saat ini kondisi kesehatan anak kami cukup membaik,” kata Sukriyah (45) seorang pengacuh becak di Rangkasbitung sambil mengaku merasa terbantu melalui program kesehatan tersebut. (Iwan)

Puluhan penonton Konser Ayu Ting Ting Baku Pukul
Cianjur, Pelita RAKYAT
Puluhan penonton terpaksa diamankan petugas karena terlibat kericuhan saat nonton konser Band Lyla dan Ayu Ting Ting, di Lapangan Jamali, Kecamatana Mande, Cianjur, Jawa Barat, Minggu. Mereka terlibat dalam aksi baku pukul di lapangan itu.

Selain itu, puluhan penonton terpaksa dilarikan keluar lapangan untuk mendapat pertolongan medis karena pingsan akibat terhimpit ribuan penonton yang terus merangsek ke bagian depan panggung.

Pantauan di lokasi, pemicu kericuhan berawal ketika Band Lyla, naik ke atas panggung untuk membawa beberapa buah lagu. Memasuki lagu kedua, penonton yang “menyemut” di lapangan tersebut sambil bergoyang mengikuti alunan musik.

Sebagian kecil penonton yang awalnya terlibat aksi saling senggol, meluas menjadi aksi saling pukul. Bahkan aksi tersebut meluas hingga ke tengah lapangan, sehingga petugas terpaksa mengamankan sejumlah penonton yang dinilai sebagai biang onar.

Aksi tersebut sempat terhenti setelah beberapa orang diamankan petugas. Petugas kembali bergerak ke bagian tengah dan depan lokasi untuk mengamankan puluhan penonton wanita yang pingsan akibat terhimpit penonton yang terus bertambah jumlahnya.

“Sebagian besar yang pingsan akibat dehidrasi dan terhimpit penonton saat terjadi aksi saling pukul. Sedangkan puluhan penonton yang terlibat aksi kericuhan terpaksa diamankan,” kata salah seorang petugas.

Meskipun sempat diwarnai kericuhan, konser musik tersebut tetap berlanjut. Konser ditutup dengan alunan musik dangdut yang dibawakan penyanyi yang tengah naik daun Ayu Ting Ting dengan hits-nya “Alamat Palsu”. (red)

About unionpers

ORGANISASI WARTAWAN UNIONPERS BERDIRI SEJAK TAHUN 2004, AKTA NOTARIS : No 01/05/10/2005, MARLIANSYAH, SH, E-mail: unionpers@yahoo.com, REKENING BANK MANDIRI NO : 132 00 1264034-9, CABANG SADANG, PURWAKARTA ATAS NAMA REKSON HERMANTO (BENDAHARA)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

BERITA

%d blogger menyukai ini: