PEMKOT TANGSEL BENTUK TIM DENGAN KEJARI Developer Perumahan Nakal Bakal Dipidanakan


PEMKOT TANGSEL BENTUK TIM DENGAN KEJARI
Developer Perumahan Nakal Bakal Dipidanakan

Tangsel, Pelita RAKYAT
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel berjanji akan bertindak tegas. Pasalnya, sebanyak 96 pengembang perumahan yang ada di wilayah itu belum menyerahkan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) bakal dipidanakan. Ancaman pidana itu akan direalisasikan awal 2012 mendatang bila para developer itu tak juga menyerahkan kewajibannya.

Saat ini, Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PKAD), Dinas Tata Kota, Perumahan dan Pemukiman (TKPP) serta Badan Pelayanan dan Perizinan Terpadu (BP2T) serta Kejaksaan Negeri (Kejari) Tigaraksa tengah membentuk tim guna mengejar para pengemplang fasos dan fasum tersebut.

“Saat ini memang tengah dibentuk tim yang terdiri dari beberapa kedinasan di Pemkot Tangsel bekerjasama dengan Kejari Tigaraksa guna mengejar developer yang mengemplang fasos dan fasum,” terang Carsono S, Kabid Perumahan, Dinas TKPP kepada Pelita RAKYAT. Dia juga mengatakan, deadline pengembang menyerahkan fasos dan fasum adalah akhir 2011.

“Kalau developer masih belum sadar dengan kewajibannya maka akan langsung disidik kejaksaan. Karena aturannya, 40 persen dari total keseluruhan lahan yang dimiliki perumahan wajib dijadikan fasos dan fasum. Seperti, jalan, penerangan jalan, saluran air, taman, tempat ibadah dan lainnya. Selanjutnya, fasos dan fasum itu diserahkan kepada Pemkot Tangsel untuk dikelola,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan, kewajiban itu berdasarkan Permendagri Nomor 9 Tahun 2009 tentang Pedoman Penyerahan Prasaran, Sarana dan Utilitas Perumahan dan Pemukiman Daerah. Namun kenyataannya dari 192 pengembang perumahan yang ada baru 6 developer yang menyerahkan kewajibannya kepada Pemkot Tangsel. Sedangkan, 47 pengembang sudah menyerahkan fasos dan fasum kepada Kabupaten Tangerang (sebelum Kota Tangsel menjadi daerah otonom baru).

“Saat ini yang kami kejar 96 developer yang belum menyerahkan kewajibannya itu,” cetusnya juga. Dia juga mengatakan, kerjasama dengan Kejari Tigaraksa dibutuhkan guna membuat efek jera para pengembang nakal tersebut. Apalagi, terang Carsono juga, setelah dilakukan pemantauan di lapangan pengembang perumahan tak menyerahkan fasos dan fasum lebih kepada kecurangan.

Modusnya, lahan fasos dan fasum diperjualbelikan kembali untuk dibuat area komersial. ”Itu modus terencana kecurangan yang dilakukan pengembang. Karena itu perlu penegak hukum (kejaksaan, Red) turun tangan untuk menindaknya,” ucap juga PNS senior ini. Sayangnya, dia enggan menyebutkan developer mana saja yang melakukan kecurangan tersebut.

“Tapi pastinya tim ini nanti yang akan mengkaji dan memberikan sanksi tegas kepada para pengembang nakal. Apalagi, fasos dan fasum merupakan hak dari warga yang membeli hunian itu. Nanti kalo sudah dikaji maka akan ditentukan apa sanksi hukum yang tepat bagi developer yang lalai akan kewajibannya itu,” pungkasnya.

Sementara Kepala BP2T Kota Tangsel Dadang Sofyan mengatakan pihaknya akan mendata mana saja developer nakal yang belum menyerahkan kewajibannya. “Nantinya, kalo nama-nama developer sudah diketahui maka kami tidak akan mengeluarkan izin baru bagi perusahaan itu untuk memperluas membuat hunian baru,” terangnya.

Karena itu, saat ini BP2T masih menunggu data dari tim yang akan dibentuk tersebut. “Dengan tidak adanya izin baru, maka dipastikan developer perumahan itu tidak akan bisa lagi memperluas membangun hunian untuk dijual kepada konsumen. Ini juga salah satu strategi agar developer mau memenuhi kewajibannya,” ungkapnya juga.

Sementara itu, Kabid Aset DPPKAD Kota Tangsel Haris J Prawira menjelaskan target mengejar fasos dan fasum dari pengembang terkait rencana ketersediaan ruang terbuka hijau di daerah yang dipimpin Wali Kota Airin Rachmi Diany tersebut. Mengingat kewajiban 20 persen ruang terbuka hijau dari seluruh luas Kota Tangsel yang mencapai 147 kilometer persegi. Tapi kendalanya dari luas 147 kilometer lahan itu, 80 persennya sudah dikuasai pengembang perumahan.

“Tugas kami adalah mengejar fasos dan fasum dari pengembang perumahan memang untuk ruang terbuka hijau dan selanjutnya akan dijadikan aset daerah. Pokoknya, tugas kami mengumpulkan fasos dan fasum dari pengembang. Akan kami kejar kewajiban pengembang itu,” terang dia.

Ditempat terpisah menurut LSM Perkota Nusantara Tangsel Andi, kota Tangsel adalah kota pemekaran baru dari kabupaten Tangerang,kota ini adalah kota pemukiman dimana mana terjadi pembangunan perumahan tidak sedikit dari pada pihak pengembang ini,sudah tidak patuh lagi pada peraturan pemerintahan Tangsel,membangun tanpa ada IMB.

Disinilah Pemerintah Tangsel harus lebih jeli, jangan di suatu saat tanah yang sudah di bangun adalah tanah sengketa,sehingga di suatu saat yang di rugikan adalah masyarakat sendiri, banyak kejadian kejadian yang sudah kita temukan seperti, masyarakat sudah mencicil lunas, tapi sampai saat ini belum menerimah surat daripada rumah yang sudah di cicil tersebut.

Jadi dihimbau kepada Pemkot Tangsel, supaya lebih tegas terhadap pengembang pengembang perumahan yang nakal, bila perlu bangunan yang sudah di bangun langsung di segel, supaya kedepan tidak merugikan konsumen yang sudah mencicil, ada pepatah mengatakan sediakan payung sebelum hujan,dalam arti kata Pemkot harus tegas sehingga kedepan tidak merugikan masyarakat Tangsel,” Ungkap Andi (richard)

Iklan

Penulis: Harian Warta Nasional

Saya, Rekson Hermanto, Pemimpin Redaksi Harian Warta Nasional mengucapkan selamat datang di website harianwartanasional.com. harianwartanasional.com merupakan situs berita online yang secara resmi berdiri pada bulan Agustus 2014, di bawah manajemen PT. Nasional Tritunggal Jayautama (Koran Harian Warta Nasional). Pada dasarnya harianwartanasional.com menyajikan berita dan memiliki konten yang selaras dengan koran Harian Warta Nasional. Namun, berita yang dikemas dalam portal berita ini lebih mengarah kepada pembaca yang ingin membaca berita secara cepat, akurat, dan efisien dalam hal waktu. Berita dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi lebih pendek dan lebih mudah dinikmati para pembaca di internet. Kami berbenah dengan menyuguhkan kepada pembaca yang budiman berita berita aktual, tajam, kristis dan terpercaya dan terus berupaya melaksanakan pembaruan dalam berbagai bidang pemberitaan yang profesional, guna membentuk jati dirinya sebagai “Jurnalist Tangguh”. Hal ini terkait dengan amanat UU PERS No 40 Tahun 1999 yang telah menempatkan posisi dan fungsi “Jurnalis Tangguh” sebagai sosial kontrol yang bebas dari pengaruh pihak manapun, Independen”. Oleh karena itu, keberadaan Website harianwartanasional.com mengimformasikan data yang tersaji di dalamnya dan diharapkan bisa membantu kita semua untuk lebih memahami peran, posisi, serta fungsi Jurnalis, dalam upaya penegakan hukum di negara kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s