PEMERINTAH TUTUP MATA Melirik Bandung Surganya Panti Pijit & Spa Plus-Plus


PEMERINTAH TUTUP MATA
Melirik Bandung Surganya Panti Pijit & Spa Plus-Plus

Bandung, Pelita RAKYAT
Maraknya panti pijat dan SPA di Kota Bandung memang sudah tidak mengherankan, sebab sudah menjadi lahan bisnis bagi bos-bos alias mak coblang yang tidak mentaati peraturan yang di berikan oleh pemerintah. Namun anehnya, Pemerintah Kota Bandung terkesan diam saja dan tutup mata, kemungkinan sudah tidak lagi mampu untuk menjalankan tugas. Banyaknya usaha terselubung menimbulkan kian rusaknya generasi muda anak bangsa.

Sampai kapan oknum pemerintah berhenti terlibat mengumpulkan pundi-pundinya?. Sampai kapan segaja menutup nutupi atau melindungi kegiatan panti pijat dan spa plus-plus di Kota Bandung sebagai kota beriman yang dikenal kota lautan api dan kota kembang yang begitu indah?. Di daerah kampus pun dibiarkan berdiri spa karaoke. Itu semua biang keroknya yang melakukan tercemar dan ternoda adalah oknum pemerintah yang tidak bertanggung jawab.

Jangan menyalahkan rakyat. Tetapi salahkanlah mereka para oknum berseragam di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Pariwisata, maupun aparat Kepolisian. Masyarakat selama ini memandang bahwa kinerja para penegak hukum maupun pemerintah kota Bandung tidak bersungguh-sungguh dalam menjalankan dan menegakkan hukum di wilayah kota Bandung seolah dipelihara dan dilindungi.

Lembaga Pemantau Korupsi Nasional (LPKN) salah satu LSM di Kota Bandung saat ini dalam penyusunan program untuk memantau tindak tanduk panti-panti pijit dan Spa di Jawa Barat khusus nya Kota Bandung. Kebanyakan panti pijat dan Spa lokasi nya pun bervariasi fasilitas kolom renang air panas/ dingin sauna. Intervigasi team PR, ada menggunakan kamar yang bertirai yang disebut standar dan kamar VIP juga VVIP dengan tariff yang beraneka ragam, apa lagi ada pluss pluss.

Paling mengangetkan lagi perusahaan dalam 2 kali 1 minggu mandi bersama dengan wanita muda alias (tidak mengenakan pakaian red) untuk menemani lelaki para hidung belang perusaahaan untuk menarik pelanggan. Ternyata para wanita yang bekerja di panti pijat dan Spa rata-rata masih di bawah umur. Mereka system kontrak 2 tahun oleh perusahaan dengan menyediakan mess untuk para karyawan.
Adapun pelanggan yang datang kebanyakan bos-bos yang berkantong tebal, namun ada juga anak remaja di bawah umur yang datang menjadi pelanggan. Para wanita muda ini dengan raut wajah penuh nafsu diajarkan bagaimana caranya agar pelanggan terpuaskan menjadi betah sehingga tidak segan-segan merogoh kocek hingga jutaan rupiah demi melampiaskan nafsunya. (Yanto S, Sahrul P, Hartono)

Iklan

Penulis: Harian Warta Nasional

Saya, Rekson Hermanto, Pemimpin Redaksi Harian Warta Nasional mengucapkan selamat datang di website harianwartanasional.com. harianwartanasional.com merupakan situs berita online yang secara resmi berdiri pada bulan Agustus 2014, di bawah manajemen PT. Nasional Tritunggal Jayautama (Koran Harian Warta Nasional). Pada dasarnya harianwartanasional.com menyajikan berita dan memiliki konten yang selaras dengan koran Harian Warta Nasional. Namun, berita yang dikemas dalam portal berita ini lebih mengarah kepada pembaca yang ingin membaca berita secara cepat, akurat, dan efisien dalam hal waktu. Berita dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi lebih pendek dan lebih mudah dinikmati para pembaca di internet. Kami berbenah dengan menyuguhkan kepada pembaca yang budiman berita berita aktual, tajam, kristis dan terpercaya dan terus berupaya melaksanakan pembaruan dalam berbagai bidang pemberitaan yang profesional, guna membentuk jati dirinya sebagai “Jurnalist Tangguh”. Hal ini terkait dengan amanat UU PERS No 40 Tahun 1999 yang telah menempatkan posisi dan fungsi “Jurnalis Tangguh” sebagai sosial kontrol yang bebas dari pengaruh pihak manapun, Independen”. Oleh karena itu, keberadaan Website harianwartanasional.com mengimformasikan data yang tersaji di dalamnya dan diharapkan bisa membantu kita semua untuk lebih memahami peran, posisi, serta fungsi Jurnalis, dalam upaya penegakan hukum di negara kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s