Pembayaran Ganti Rugi Lahan Jalan Lingkar Selatan Tumpang Tindih


Pembayaran Ganti Rugi Lahan Jalan Lingkar Selatan Tumpang Tindih

Karimun, Pelita RAKYAT
Pembangunan proyek berkesinambungan Coastel Area atau jalan lingkar bermasalah karena proyek tidak tepat sasaran, terkesan sarat akan kepentingan, banyaknya kecurangan, lahan basah oleh koruptor, rentan terjadi didaerah baru dan dalam proses pembangunannya, seperti di Kabupaten Karimun.
John Syahputra, Ketua LSM Kiprah mengatakan, Pemerintah Kabupaten Karimun terkesan buru-buru dan lamban dalam pelaksanaan system proyek yang sedang berlangsung. Menurut John, pembayaran ganti rugi lahan Jalan Lingkar selatan hingga kini belum terealisasi, hal ini berdasarkan keluhan masyarakat di Jalan Lingkar selatan.
“Pembebasan lahan belum dilakukan, tapi bagaimana bisa lelang, dokumen Amdal (analisa dampak lingkungan) dikeluarkan tapi belum dibayar, berarti tidak dilakukan kajian sebelumnya, dana ganti rugi sebesar Rp18 miliar dari APBD sudah dikucurkan, jelasnya ini membuktikan gagalnya BAPPEDA (Badan Perencana Pembangunan Daerah-red), karena seharusnya BAPPEDA mengajukan pembebasan baru pembangunan, walaupun pembebasan sudah selesai pada tahun 2009 lalu” pungkas John.
“Pengerjaan multi proyek memang sedang digesa, namun seharusnya dikaji terlebih dahulu dan harus melihat aspek sosialnya dan kesiapan pemerintah itu sendiri, John menilai proyek yang diprogramkan pemerintah terkesan dipaksakan,”proyek yang direncanakan pemerintah terkesan dipaksa, kajian pembangunan itu ada sesuai Kepmendagri nomor 26 disebutkan 10 prioritas pembangunan yang harus dipertimbangkan, antaranya kesiapan dana awal dan dana pada tahap pelaksanaannya, jika nantinya penghasilan daerah devisit, pasti pembangunan akan macet, karena proyek yang dijalankan sifatnya berkesinambungan dalam beberapa tahun,” ucapnya.
Ketika ditanya alasan pemerintah tidak siap, john mencontohkan Dana Alokasi Umum (DAU) yang sempat membuat pemerintah memangkas berbagai pengeluaran, “DAU saja turun pemerintah sudah pusing, bagaimana dana Multi years, bagaimana mau dibilang sanggup, perencanaannya saja tidak matang, jadinya pemerintah terkesan memaksakan berjalannya proyek jalan lingkar dan kurang tepat sasaran” ujarnya
Alasan John menilai pembangunan Jalan lingkar tidak tepat sasaran karena pembagunan yang hanya asal-asalan, baik dari peninjauannya, penggantian lahan, proses pengerjaannya, serta Analisa Dampak Lingkungan yang kurang diperhatikan baik berupa konsikuensi dalam mengupayakan determinasi atas hutan mangrove. John melihat, dalam program pemerintah yang sedang berjalan berbau nepotisme, “proyek yang berjalan saya rasa sangat berbau nepotisme, birokrasi yang kompleks seharusnya dapat disterilisasi agar pembangunan yang diharapkan masyarakat dapat mendongkrak perekonomian masyarakat itu dapat terwujud” terang John mengahiri.
Sementara itu, kepala tata pemerintahan Kabupaten Karimun ketika dimintai komentarnya mengatakan masih adanya timpang tindih kepemilikan tanah masyarakat, “ bukannya kita tidak bayar, tapi adanya tanah masyarakat yang kepemilikannya timpang tindih, ada yang tanahnya diareal dengan jumlah yang sama tapi pemiliknya ada yang lebih dari satu orang, kita hanya yang membayar tanah yang telah dipetakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan berdasarkan mufakat dari masyarakat yang disaksikan oleh kepala RT/RW, lurah hingga kecamatan” ujar Tedja seraya menjelaskan timpang tindih tanah tersebut diatas.(Tim)

Iklan

Penulis: Harian Warta Nasional

Saya, Rekson Hermanto, Pemimpin Redaksi Harian Warta Nasional mengucapkan selamat datang di website harianwartanasional.com. harianwartanasional.com merupakan situs berita online yang secara resmi berdiri pada bulan Agustus 2014, di bawah manajemen PT. Nasional Tritunggal Jayautama (Koran Harian Warta Nasional). Pada dasarnya harianwartanasional.com menyajikan berita dan memiliki konten yang selaras dengan koran Harian Warta Nasional. Namun, berita yang dikemas dalam portal berita ini lebih mengarah kepada pembaca yang ingin membaca berita secara cepat, akurat, dan efisien dalam hal waktu. Berita dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi lebih pendek dan lebih mudah dinikmati para pembaca di internet. Kami berbenah dengan menyuguhkan kepada pembaca yang budiman berita berita aktual, tajam, kristis dan terpercaya dan terus berupaya melaksanakan pembaruan dalam berbagai bidang pemberitaan yang profesional, guna membentuk jati dirinya sebagai “Jurnalist Tangguh”. Hal ini terkait dengan amanat UU PERS No 40 Tahun 1999 yang telah menempatkan posisi dan fungsi “Jurnalis Tangguh” sebagai sosial kontrol yang bebas dari pengaruh pihak manapun, Independen”. Oleh karena itu, keberadaan Website harianwartanasional.com mengimformasikan data yang tersaji di dalamnya dan diharapkan bisa membantu kita semua untuk lebih memahami peran, posisi, serta fungsi Jurnalis, dalam upaya penegakan hukum di negara kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s