Parkir Sarang Korupsi Empuk


Parkir Sarang Korupsi Empuk

Bandung, Pelita RAKYAT
Kesemrawutan jalanan di Kota Bandung disebabkan banyaknya parkir-parkir liar yang tidak berizin, sehingga mengakibatkan kemacetan lalu lintas. Salah satu tempat parkir liar terdapat disepanjang jalan Kepatihan maupun Dalem Kaum, yang selalu meresahkan masyarakat. Padahal sudah beberapa kali diminta agar Pemkot menertibkan.

Namun, Pemerintah Kota Bandung tutup mata dan diam saja, kemungkinan penyakit kebiasaan sehari-hari hanya duduk diam, dengar dan dapat duit atau lebih di kenal (5 D) belum ada obatnya. Melalui Dinas Perhubungan Kota Bandung telah lalai dalam menjalankan tugas, kebanyakan para pegawainya hanya formalitas masuk kantor sebatas mengisi absen saja dan kembali lagi ke rumah sebelum waktunya jam pulang kantor. Setiap bulan mereka terima gaji dan tidak pernah telat dan selalu tepat waktu.

Perpakiran khusus nya terkait Layanan Valet Parking di dalam juga ada permainan kotor pengelola. Para pengunjung di informasikan “parkir normal penuh” kemudian di tawari valet parking dengan tarif tinggi yang cenderung memeras. Tindakan ini seperti nya jelas merugikan masyarakat dan harus di tertibkan.

Lembaga Pemantau Korupsi Nasional (LPKN) Kota Bandung pun angkat bicara, saat di temui dikantor nya. Ripai Pardiaman Silalahi mengatakan, sudah tidak asing lagi banyak nya ada unsur korupsi di Bidang Dinas Perparkiran yang di bawa satu atap perhubungan (Dishub),

Terutama di lokasi perparkiran, ini merupakan jadi lahan bisnis. Kami akan menindak lanjuti nanti di dalam area perparkiran, petugas tidak menggunakan seragam parkir, tiket parker, lahan parkir di perjual belikan untuk kepentingan pribadi, “ujar Ripai kepada PR.

“Semua lahan yang ada di daerah Jalan Kepatihan dan Dalam Kaum di perjual belikan sama pedagang. Contohnya sekarang ini pedagang sudah banyak memakai ruas jalan terutama di Jalan Dewi Sartika dan kepatihan bangunan tempat berjualan sudah tidak pernah di tutup lagi melainkan di jaga sama pedagang terutama di depan Jogja Kepatihan. Dinas Satpol Pamong Praja sudah dapat upeti dari pedagang tersebut”, ujarnya.

Jalan Kepatihan dan Dalem Kaum sudah di penuhi perparkiran dan pedagang yang mengakibatkan ruas jalan menjadi sempit, apa lagi menjelang bulan puasa semua ruas jalan di pakai untuk perparkiran dan berdagang. Dinas terkait tidak berani mengusir pedagang soalnya pembayaran lahan parkir sudah habis di masukkan ke kantong masing-masing, juru parkir juga tidak memakai baju seragam dan bertampang preman. (Yanto saputra/ abdul rahman s)

Iklan

Penulis: Harian Warta Nasional

Saya, Rekson Hermanto, Pemimpin Redaksi Harian Warta Nasional mengucapkan selamat datang di website harianwartanasional.com. harianwartanasional.com merupakan situs berita online yang secara resmi berdiri pada bulan Agustus 2014, di bawah manajemen PT. Nasional Tritunggal Jayautama (Koran Harian Warta Nasional). Pada dasarnya harianwartanasional.com menyajikan berita dan memiliki konten yang selaras dengan koran Harian Warta Nasional. Namun, berita yang dikemas dalam portal berita ini lebih mengarah kepada pembaca yang ingin membaca berita secara cepat, akurat, dan efisien dalam hal waktu. Berita dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi lebih pendek dan lebih mudah dinikmati para pembaca di internet. Kami berbenah dengan menyuguhkan kepada pembaca yang budiman berita berita aktual, tajam, kristis dan terpercaya dan terus berupaya melaksanakan pembaruan dalam berbagai bidang pemberitaan yang profesional, guna membentuk jati dirinya sebagai “Jurnalist Tangguh”. Hal ini terkait dengan amanat UU PERS No 40 Tahun 1999 yang telah menempatkan posisi dan fungsi “Jurnalis Tangguh” sebagai sosial kontrol yang bebas dari pengaruh pihak manapun, Independen”. Oleh karena itu, keberadaan Website harianwartanasional.com mengimformasikan data yang tersaji di dalamnya dan diharapkan bisa membantu kita semua untuk lebih memahami peran, posisi, serta fungsi Jurnalis, dalam upaya penegakan hukum di negara kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s