UNIONPERS
KRIMINAL
PROFIL UNIONPERS

Marak Kayu Ilegal, Kerusakan Hutan Alam Sangat Cepat


Marak Kayu Ilegal, Kerusakan Hutan Alam Sangat Cepat

Pekanbaru, Pelita RAKYAT
Pesatnya perkembangan pembangunan khususnya di Kota Pekanbaru, pembangunan jalan tol di tengah kota sedang dilaksanakan sehingga Jalan Sudirman yang sangat padat dengan berbagai jenis kendaraan terutama di pagi hari serta sore hari sedikit tersendat, akan tetapi dibalik kemajuan pembangunan tersebut tidak diimbangi dengan perbaikan infrastruktur jalan yang baik.

Pantauan Pelita RAKYAT menyebutkan, karena itu masih membutuhkan perhatian yang serius, dimana jalan negara dari Pekanbaru menuju Duri, Dumai mengalami rusak berat dan tidak tertutup kemungkinan dapat menimbulkan terjadinya kecelakaan lalu lintas, demikian juga dengan pemeliharaan hutan alam yang selama ini kurang terpelihara dengan baik.

Kepada wartawan, anggota tim investigator LSM LPPN-RI Propinsi Riau, Sofyan mengatakan, bahwa di Riau ini masih banyak Kayu – Kayu diolah oleh pengusaha secara ilegal, maka untuk menjaga kelestarian hutan alam tersebut, Pemerintah Propinsi Riau harusnya tegas dan menerapkan Keputusan Presiden No. 32 Tahun 1990 Tentang Pengelolaan Kawasan Lindung Peraturan Menteri Kehutanan, Nomor P.03/Menhut-II/2005 Tentang Pedoman Verifikasi Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Pada Hutan Alam Dan Atau Pada Hutan Tanaman.

Regulasi berupa Undang-undang Kehutanan Nomor 41 Tahun 1999 pasal 50 ayat (3) huruf (e) dan (f) melarang siapapun menebang pohon atau memanen atau memungut hasil hutan di dalam hutan tanpa memiliki hak atau izin dari pejabat yang berwenang dan huruf yang melarang siapapun menerima, membeli atau menjual, menerima tukar, menerima titipan, menyimpan, atau memiliki hasil hutan yang diketahui atau patut diduga berasal dari kawasan hutan yang diambil atau dipungut secara tidak sah.

Lebih jauh anggota tim tnvestigator LLPN-RI memaparkan temuan mereka dilapangan hal ini dapat berlangsung akibat kurang pengawasan dari Pemerintah. Dan jika hal ini tidak segera diatasi dan Pemerintah tidak berusaha untuk meningkatkan pengawasan yang lebih serius, maka kerusakan hutan alam tersebut akan semakin parah yang pada akhirnya dapat menimbulkan bencana, dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan Negara.

Hal tersebut juga ditimpali oleh Sdr. Tanjung salah seorang Jurnalis (Wartawan) di Pekanbaru, dan serta merta menambahkan kepada PR bahwa sesungguhnya Propinsi Riau adalah Propinsi masa depan, mengapa saya mengatakan demikian ? Kita lihat potensi yang dimiliki Propinsi Riau sangat berbeda jauh dengan Propinsi yang lain di Sumatera sebagai contoh nyata dari bawah bumi kita memiliki Minyak dan Gas (Migas) dan diatas tanahnya terdapat, pohon produktif, kelapa sawit yang juga menghasilkan minyak, belum lagi dengan hasil lautnya, paparnya.

Dibalik kekayaan akan potensi yang dipaparkan tersebut, menurut data yang dapat dikumpulkan PR dari berbagai sumber dimana Laju Deforestasi dan degradasi hutan alam di Propinsi Riau terus berlangsung cepat. Selama kurun waktu 28 tahun (1982-2010) Propinsi Riau sudah kehilangan tutupan hutan alam seluas 4,1 Juta hektare, dalam kurun waktu tersebut provinsi Riau rata-rata setiap tahun kehilangan hutan alam-nya seluas 160.000 Hektar/tahun dan selama periode 2004 – 2005 hutan alam yang hilang mencapai 200 ribu hektar.

Kemudian Indonesia Corruption Watch menuding, salah satu penyebab deforestasi massif ini, karena praktek -praktek pengelolaan hutan yang buruk dan ekspansi perkebunan kayu yang memberikan andil besar terhadap pengerusakan hutan alam di Riau. Tercatat pada tahun 2000, jumlah Industri kehutanan yang beroperasi di Propinsi Riau mencapai 312 unit , terdiri dari 10 unit Industri kayu lapis (plywood), 270 unit sawmil, 27 unit moulding, 3 unit chip mill dan 2 unit industri Pulp dan Kertas. ICW juga menemukan sejumlah perusahaan yang mendapatkan izin pengelolaan pada lahan gambut berkedalaman 3 meter. Padahal secara jelas hal ini dilarang, dan ditetapkan dalam Keputusan Presiden No. 32 Tahun 1990 Tentang : Pengelolaan Kawasan Lindung. (BIL)

Iklan

About unionpers

ORGANISASI WARTAWAN UNIONPERS BERDIRI SEJAK TAHUN 2004, AKTA NOTARIS : No 01/05/10/2005, MARLIANSYAH, SH, E-mail: unionpers@yahoo.com, REKENING BANK MANDIRI NO : 132 00 1264034-9, CABANG SADANG, PURWAKARTA ATAS NAMA REKSON HERMANTO (BENDAHARA)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

BERITA

%d blogger menyukai ini: