UNIONPERS
KRIMINAL
PROFIL UNIONPERS

Kepala Cabang Bank Mega Jababeka Otaki Pembobolan Rekening Elnusa


Kepala Cabang Bank Mega Jababeka Otaki Pembobolan Rekening Elnusa
Jakarta, Pelita RAKYAT
Penyidik Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Metro Jaya menegaskan jika Kepala Cabang (Kacab) Bank Mega Jababeka – Cikarang, Kabupaten Bekasi Itman Harry Basuki menjadi aktor intelektual kasus pembobolan rekening PT Elnusa Tbk (ELSA) di PT Bank Mega Tbk Rp 111 miliar bekerja sama dengan broker bernama Richard Latief.

Pernyataan penyidik tersebut sekaligus menepis pernyataan kuasa hukum tersangka yang menyatakan Itman Harry Basuki tidak bertanggung jawab atas pembobolan rekening sebesar Rp111 miliar tersebut.

Penyidik Satuan Fiskal, Moneter dan Devisa (Fismondev) Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Arismunandar mengatakan, Direktur Keuangan Elnusa Santun Nainggolan mengetahui aksi ini namun ‘tutup mata’. “Uang Elnusa di Bank Mega yang dibobol Kacab Bank Mega atas sepengetahuan Direktur Keuangan PT Elnusa,” kata Arismunandar wartawan, Selasa kemarin.

Sementara Kepala Cabang Bank Mega Jababeka dicopot. Dirut Bank Mega JB Kendarto mengatakan. Kepala Cabang Bank Mega Jababeka telah diganti setelah pejabat lama, Itman Harry Basuki ditahan oleh kepolisian. “Iya sudah diganti Itman Harry Basuki, sekarang pejabat baru,” ujarnya seusai konferensi pers mengenai pembobolan dana Elnusa di Jakarta.

Direktur Keuangan Elnusa Santun Nainggolan juga di copot. “Untuk memperlancar pemeriksaan, dir keuangan yang sedang diperiksa itu kami berhentikan sementara. Ini sesuai dengan putusan dewan komisaris, sampai pemeriksaan selesai atau sampai ada keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan untuk menjalankan fungsi keuangan, kami tunjuk Direktur SDM dan Umum Lucy Sycilia,” ujar Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT Elnusa, Heru Samodra

Penyidik Satuan Fiskal, Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Arismunandar mengatakan, Direktur Keuangan Elnusa Santun Nainggolan mengetahui tetapi tutup mata. “Silakan atur caranya bagimana, saya ikut saja. Saya tutup mata,” kata Aris lagi, menirukan Santun. Aris menjelaskan, pembobolan itu diinisiasi oleh broker bernama Richard Latief. Richard kemudian menghubungi Itman Harry Basuki, Kepala Cabang Bank Mega Jababeka.

“Oleh Richard, setelah hubungi kepala cabang, dia kemudian menghubungi IF, Direktur Discovery yang perlu dana dan PT Elnusa yang punya dana,” katanya.

Richard, kemudian mempertemukan semua pihak di suatu tempat. Itman kemudian menyetujui jika dana PT Elnusa untuk digunakan dalam kejahatan tersebut. “Direktur Keuangan Elnusa setuju, caranya silakan mereka yang atur,” katanya.

Setelah itu, deposito Elnusa di Bank Mega dicairkan dengan cara memalsukan tanda tangan Direktur Utama PT Elnusa Eteng A. Salam . Padahal Eteng telah digantikan Suharyanto, dan disahkan oleh RUPS pada 21 Juni 2010.

“Caranya blangko-blangko itu ditanda tangani oleh TZL atas perintah IHB (Itman) dan IF, isi nominal dan peruntukan diketik oleh kepala cabang,” katanya.

Dana pun mengalir ke rekening PT Discovery. Sehinggan, tegas dia, Kacab Bank Mega Jababeka tahu persis bila pencairan tersebut tidak sesuai prosedur.
Berdasarkan hasil penyelidikan penyidik, Aris menyatakan jika Itman Harry Basuki bersama kelima tersangka lain merupakan aktor utama dalam kasus perbankan ini.

Berdasarkan hasil persekongkolan tersebut,lanjut Aris, mereka sepakat untuk menggunakan dana PT Elnusa. Ketiganya kemudian meminta persetujuan dari Direktur Keuangan Elnusa Santun Nainggolan. Richard telah menjadi buron Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya sejak 17 Mei 2006 dalam kasus korupsi perbankan.

Aris menegaskan akan melibatkan Pusat Pelaporan Analisis & Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aliran rekening PT Elnusa senilai Rp111 miliar. Rekening PT Elnusa digunakan para tersangka untuk investasi di PT Discovery dan PT Harvest.

Sebesar 20 Persen dari Rp 111 miliar dibagi-bagikan kepada para tersangka. Sisa dana tersebut kini mengendap di lima rekening. “Tersebar dalam lima rekening rekening atas nama PT Discovery dan PT Harvest. Kelimanya sudah diblokir,” kata Aris. Penyidik kini menahan Itman, Santun, Richard, Zul, Gun dan IVA di ruang tanahan Polda Metro Jaya.

Kasus ini terungkap dari penyidikan kasus perbankan sebelumnya yang juga dilakukan orang dalam bank. Hasil penelusuran polisi ditemukan adanya pengalihan uang milik PT Elnusa yang tersimpan dalam Bank Mega Cabang Jababeka ke PT Discovery dengan menggunakan pemalsuan tanda tangan mantan Direktur Elnusa Eteng Ahmad Salam.

Ditempat terpisah, kuasa hukum Kepala Cabang Bank Mega Jababeka, Bekasi, Itman Hari Basuki yang kini menjadi tersangka dalam kasus pembobolan rekening PT Elnusa Rp 111 miliar, menganggap bahwa kliennya tersebut hanya sebagai korban saja.

Partahi Sihombing selaku ketua tim kuasa hukum Itman, mengungkapkan bahwa PT Elnusa tidak memberitahukan hasil keputusan RUPS-nya yang mengganti direkturnya, sehingga Itman yang kini jadi tersangka tidak mengetahui kalau jabatan direktur utama PT Elnusa sudah berganti.

“Ia (Itman) tidak tahu ada pergantian. Seharusnya PT Elnusa melaporkan secara tertulis pergantian direktur melalui RUPS itu kepada pihak bank,” katanya saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Senin kemarin.

Selain itu, karena penempatan dana di bank bersifat on call, sehingga uang bisa dicairkan kapan saja, tentu saja sebagai Kepala Cabang, Itman harus mencairkannya. “Klien kami tidak bisa dipersalahkan. Dia (Itman) tidak bisa menolak pencairan itu,” ujar dia.

Menurut kuasa hukumnya yang lain Dwi Herry Sulistiawan, masalah utamanya saat ini adalah PT Elnusa tidak memberitahukan pergantian Direktur Utama PT Elnusa kepada pihak Bank Mega. Sehingga Itman tidak tahu siapa orang yang berhak menandatangan pencairan tersebut selain Direktur Keuangan PT Elnusa Santun Nainggolan. “Jadi dalam kasus ini, klien kamu adalah korban saja,” tegasnya.

Itman Harry Basuki (Kepala Cabang Mega) mengaku baru mencairkan uang milik Elnusa sekali yakni pada Maret 2011 sebesar Rp 50 miliar, dan deposito Elnusa yakni deposito on call yang bisa cair kapan saja. Keterangan ini berbeda dengan penjabaran polisi yakni pencairan dilakukan 5 kali sejak 2009 hingga 2010 dan total yang dicairkan Rp 111 miliar dan deposito Elnusa adalah deposito bulanan. (RH)

Iklan

About unionpers

ORGANISASI WARTAWAN UNIONPERS BERDIRI SEJAK TAHUN 2004, AKTA NOTARIS : No 01/05/10/2005, MARLIANSYAH, SH, E-mail: unionpers@yahoo.com, REKENING BANK MANDIRI NO : 132 00 1264034-9, CABANG SADANG, PURWAKARTA ATAS NAMA REKSON HERMANTO (BENDAHARA)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

BERITA

%d blogger menyukai ini: