Ke Ge Nge, Aksara Ulu Yang Hampir Punah


Ke Ge Nge, Aksara Ulu Yang Hampir Punah
Baturaja, Pelita RAKYAT
Kabupaten OKU menyimpan banyak kekayaan yang hampir punah salah satu contoh ‘Huruf Ulu’ yang oleh para tetua zaman dahulu sering di pakai tapi sekarang tidak pernah lagi terdengar. Ke Ge Nge dan seterusnya itulah kira-kira abjad huruf lama dibaca versi latinnya. Jangankan orang pendatang luar dari OKU orang asli OKU ataupun Jeme Ugan pun belum tentu banyak yang tahu tulisan lama itu.
Kalaupun ada bisa dihitung orang-orang yang tahu tentang tulisan itu, selain hurufnya yang unik juga sulit dimengerti selain tidak beraturan juga bentuknya yang berbeda-beda. Sekilas seperti goresan, ada yang berupa seperti tanda baca, huruf arab, ada juga yang mirip simbol atau sandy, ada juga mirip huruf Cina, Jepang, India juga sansekerta.
Aksara ini di ketahui masyarakat tempo dulu jauh sebelum kerajaan Majapahit ataupun kerajaan Sriwijaya. Kini budaya tulisan ataupun aksara ini di ambang punah karena para pewaris naskah kuno ini mungkin tidak ada upaya serius untuk melestarikan peninggalan leluhur yang bernilai sejarah tersebut.
Dickyu Asyik salah satu anggota Polri yang bertugas di Polsek Baturaja Barat yang terdorong rasa ingin menghidupkan kembali penggunaan aksara ulu tersebut. Diperkiraan Dickyu penggunaan aksara ini berkisar pada zaman kerajaan Majapahit, berarti sudah ada berkisar tahun 200 Masehi.
Ini terbukti dengan adanya penemuan batu tulis yang kalau kita lihat atau di baca di buku sejarah, tulisan yang menggunakan Aksara Ulu atau Ke Ge Nge, kata Dickyu penulisan aksara ini dalam perkembangannya semakin maju. Nenek moyang kita dahulu tidak lagi menulis di atas batu tapi menggunakan bilah bambu atau ruas bambu,di tanduk atau di kulit kerbau dan ada juga di kulit kayu.
Saya mengharapkan kata Dickyu supaya aksara ulu ini di jadikan pelajaran bahasa daerah di sekolah-sekolah. Supaya anak-anak didik sekarang bisa menggunakan aksara ulu ini. Saya ingin Pemerintah Kabupaten OKU dapat menggali dan melestarikan aksara ulu ini yang hampir punah.saya siap membantu dalam mengembangkan aksara ini di kabupaten oku bila di perlukan kata Dickyu. (SRI)

Iklan

Penulis: Harian Warta Nasional

Saya, Rekson Hermanto, Pemimpin Redaksi Harian Warta Nasional mengucapkan selamat datang di website harianwartanasional.com. harianwartanasional.com merupakan situs berita online yang secara resmi berdiri pada bulan Agustus 2014, di bawah manajemen PT. Nasional Tritunggal Jayautama (Koran Harian Warta Nasional). Pada dasarnya harianwartanasional.com menyajikan berita dan memiliki konten yang selaras dengan koran Harian Warta Nasional. Namun, berita yang dikemas dalam portal berita ini lebih mengarah kepada pembaca yang ingin membaca berita secara cepat, akurat, dan efisien dalam hal waktu. Berita dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi lebih pendek dan lebih mudah dinikmati para pembaca di internet. Kami berbenah dengan menyuguhkan kepada pembaca yang budiman berita berita aktual, tajam, kristis dan terpercaya dan terus berupaya melaksanakan pembaruan dalam berbagai bidang pemberitaan yang profesional, guna membentuk jati dirinya sebagai “Jurnalist Tangguh”. Hal ini terkait dengan amanat UU PERS No 40 Tahun 1999 yang telah menempatkan posisi dan fungsi “Jurnalis Tangguh” sebagai sosial kontrol yang bebas dari pengaruh pihak manapun, Independen”. Oleh karena itu, keberadaan Website harianwartanasional.com mengimformasikan data yang tersaji di dalamnya dan diharapkan bisa membantu kita semua untuk lebih memahami peran, posisi, serta fungsi Jurnalis, dalam upaya penegakan hukum di negara kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s