Jalan Negara di Riau-Sumut-Aceh Tenggara Butuh Perbaikan


Jalan Negara di Riau-Sumut-Aceh Tenggara Butuh Perbaikan

Medan, Pelita RAKYAT
Sejumlah kendaraan truk, bus, minibus, dan sepeda motor berjalan antrian tidak tertib dan saling mendahului, di jalan Lintas Sumatera khususnya jalan lintas propinsi Riau – Sumatera Utara- Aceh Tenggara. Kondisi itu jika tidak segera diadakan perbaikan jalan raya bakal menimbulkan kerugian masyarakat dan negara. Pepatah Cina mengatakan “bangunlah jalan sebagus – bagusnya agar perekonomian rakyat lancar “

Dalam perjalanan safari Redaktur Koran Pelita RAKYAT, yang start dari Pekanbaru Propinsi Riau dan menuju Kota Duri – Tarutung – Sibolga – Parapat – Pematang Siantar – Kutacane –Kabanjahe, Brastagi, Lubuk Pakam – Medan , sangat prihatin dengan melihat kondisi jalan lintas (Negara) di wilayah Minas, Kandis, Bangkinang, Padang Lawas, (Prop. Riau) Gunung Tua, Aek Latong (Tapsel) Pahae Julu, Pahae Jae, Sarulla, Adian Koting, Aek Raisan, (Taput), Kecamatan Raya, Seribu Dolok, (Kab. Simalungun, Tiga Binanga ke Kabanjahe Kab. Karo (Prop. Sumut) mengalami rusak parah.

Sementara volume truk, Bus, Mini Bus dan Kendaraan Pribadi, terutama dengan Truk yang sarat muatan yang melintasi jalan tersebut menambah kerusakan jalan semakin cepat, sehingga membutuhkan perhatian pemerintah pusat dan masing – masing pemerintah daerah dengan serius. Berdasarkan pantauan Pelita RAKYAT disepanjang jalan lintas tersebut kendaraan harus berjalan lambat untuk menghindari rusaknya kendaraan dan terjadinya kecelakaan. Hal seperti itu tentu sangat merugikan masyarakat dan dunia usaha.

Kondisi jalan lintas rute Pematang Siantar – Kutacane umumnya rusak parah, seperti di kawasan Raya, Seribu Dolok-Tiga Binanga hingga kawasan Lawe Parbunga . Akibatnya, bus yang kami tumpangi harus memakan waktu perjalanan 8 (delapan) jam. Padahal normalnya hanya 04-05 jam. Demikian juga halnya dengan perjalanan kami dari Pekanbaru ke Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara, setiap ketemu jembatan mulai dari Kabupaten Bangkinang hingga Kecamatan Pahae benar – benar sangat parah karena tepi jembatan berlobang – lobang belum lagi jalan umumnya tidak lagi beraspal akibat kurangnya pemeliharaan jalan .

Ketika Pelita RAKYAT meminta tanggapan kepada salah satu warga di daerah yang kondisi jalannya sangat rusak, mengatakan kondisi ini terjadi bukan sekarang saja akan tetapi sudah berlangsung dari dulu, harapan mereka pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar jangan memandang masalah ini sepele, sebab “Kalau tetap kondisinya seperti ini, bukan hanya Riau, Sumut dan Aceh Tenggara yang dirugikan, juga perekonomian nasional. Sebab semua barang yang diangkut melalui jalan lintas tersebut, seperti pengiriman barang dari Jawa ke Sumatra,” dan sebaliknya akan terhambat, dan perlu diketahui sebagian besar hasil bumi dari Berastagi, Kabanjahe, Aceh Tenggara yang akan di ekspor melalui Pelabuhan Belawan harus melewati jalan negara tersebut.

Selanjutnya warga di masing – masing daerah tersebut mengharapkan agar muatan truk yang melintasi jalan itu segera dibatasi untuk menekan laju kerusakan jalan. Sejumlah pengemudi truk dan pengemudi kendaraan lainnya mengeluh dan meminta Dinas Bina Marga Provinsi Riau, Sumatera Utara segera mengadakan perbaikan jalan tersebut agar masyarakat dan dunia usaha tidak lagi mengalami kerugian yang seharusnya tidak perlu terjadi.

Lebih jauh hasil pantauan PR, hampir seluruh jalan Negara di kedua propinsi ini memiliki kekuatan batas ambang muatan seberat 8 MST (muatan sumbu terluar). Maka besar kemungkinan kerusakan terjadi akibat muatan truk yang melintas diatas ambang normal “Itu artinya hanya truk dengan berat maksimal 8 MST yang boleh melewati, namun kenyataannya banyak truk dengan berat yang melebihi 8 MST melalui jalur itu. Mari tunggu tindakan pemerintah (Bil).

Iklan

Penulis: Harian Warta Nasional

Saya, Rekson Hermanto, Pemimpin Redaksi Harian Warta Nasional mengucapkan selamat datang di website harianwartanasional.com. harianwartanasional.com merupakan situs berita online yang secara resmi berdiri pada bulan Agustus 2014, di bawah manajemen PT. Nasional Tritunggal Jayautama (Koran Harian Warta Nasional). Pada dasarnya harianwartanasional.com menyajikan berita dan memiliki konten yang selaras dengan koran Harian Warta Nasional. Namun, berita yang dikemas dalam portal berita ini lebih mengarah kepada pembaca yang ingin membaca berita secara cepat, akurat, dan efisien dalam hal waktu. Berita dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi lebih pendek dan lebih mudah dinikmati para pembaca di internet. Kami berbenah dengan menyuguhkan kepada pembaca yang budiman berita berita aktual, tajam, kristis dan terpercaya dan terus berupaya melaksanakan pembaruan dalam berbagai bidang pemberitaan yang profesional, guna membentuk jati dirinya sebagai “Jurnalist Tangguh”. Hal ini terkait dengan amanat UU PERS No 40 Tahun 1999 yang telah menempatkan posisi dan fungsi “Jurnalis Tangguh” sebagai sosial kontrol yang bebas dari pengaruh pihak manapun, Independen”. Oleh karena itu, keberadaan Website harianwartanasional.com mengimformasikan data yang tersaji di dalamnya dan diharapkan bisa membantu kita semua untuk lebih memahami peran, posisi, serta fungsi Jurnalis, dalam upaya penegakan hukum di negara kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s