UNIONPERS
KRIMINAL
PROFIL UNIONPERS

HUBUNGAN TNI DAN POLRI MEMANAS Anggota Mapoldasu Ditikam Oknum TNI Batalyon Zeni Tempur


HUBUNGAN TNI DAN POLRI MEMANAS
Anggota Mapoldasu Ditikam Oknum TNI Batalyon Zeni Tempur

Medan, Pelita RAKYAT
Nampaknya, hubungan TNI dengan Polri di Medan akan sedikit memanas. Hal itu dikarenakan Sabtu (10/12) malam lalu sekira pukul 12.00 Wib aksi umbar peluru terjadi di Jalan Ringroad/Gagak Hitam. Informasi yang dihimpun Pelita RAKYAT, Brigadir L. Manurung Sabtu menjelang dininihari itu datang dari arah Jalan Setia Budi menuju Pondok Kelapa/Jalan Gatot Subroto Medan.

Setibanya di depan Gedung Home Centra (Toko Bangunan) Jalan Ringroad, dari arah Pondok kelapa salah seorang lelaki berambut cepak dengan mengendarai sepeda motornya membelokkan ke persimpangan (Pemutaran kendaraan bermotor-red). Nah, saat memutarkan sepeda motor inilah, mobil Jenis Toyota Kijang yang dikemudikan Brigadir L. Manurung menyenggol sepeda motor milik lelaki berambut cepak, yang dinihari itu mengenakan pakaian preman.

Dengan kecepatan tinggi, sang pengendara sepeda motor ini pun mengejar Mobil yang dikemudikan oknum polisi ini. Tepatnya di depan Macdonal, oknum berambut cepak ini pun langsung menyerempet mobil Brigadir L. Manurung. Oknum polisi berpakaian preman dari Sat Narkoba Mapoldasu ini pun turun dari mobilnya. Adu mulut pun sempat terjadi antara Brigadir L. Manurung dengan oknum berambut cepak ini.

Nah, karena emosi sepeda motornya disenggol dan sudah adu mulut, sang oknum berambut cepak ini pun mengeluarkan HP nya dari balik kantong celananya. Tidak ada 20 menit, atau sekira pukul 01.00 Wib dinihari kemarin itu, puluhan berambut cepak yang diketahui dari Yonif Zipur Kodam I/BB dengan mengendarai sepeda motor pun tiba di TKP. Puluhan lelaki berbadan tegap ini pun memukuli Brigadir L. Manurung.

Pun begitu, sang oknum ini sudah mengaku bahwa dirinya adalah anggota polisi dari Sat Narkoba Mapoldasu. Mendengar dia anggota polisi, para oknum TNI-AD yang keseluruhanya mengenakan pakaian preman ini pun terus memukulinya. Merasa tidak imbang, Brigadir L. Manurung pun menyelamatkan diri ke arah Pos Security Perumahan Tasbi I, yang hanya berjarak 10 meter dari TKP.

Para oknum berbadan tegap ini pun mengejar Brigadir L. Manurung. Sebelum sampai di Pos Security Perumahan Tasbi I, puluhan oknum ini pun kembali memukuli oknum polisi ini. Nah, disinilah mala petaka itu terjadi, salah seorang oknum berambut cepak itu langsung mengeluarkan sangkur dari balik pinggangnya dan menghujamkanya ke tubuh dan kepala Brigadir L. Manurung, dalam keadaan terdesak dan tidak mau mati konyol ditangan puluhan pria itu, apalagi tubuhnya sudah dihujamkan pisau “Rimba” yang biasanya dipakai untuk tempur itu, Brigadir L. Manurung pun mengeluarkan senpinya dari balik pinggang.

Dor, dor… dua kali tembakan peringatan dilakukan oleh Brigadir L. Manurung namun tembakan peringatan tersebut tidak diindahkan oleh anggota TNI dari Zipur tersebut dalam keadaan terdesak dan terkapar dengan sisa-sisa tenaga terakhir Brigadir L. Manurung mengarahkan tembakan yang mengenai salah satu anggota TNI yang diketahui bernama Prada Andi Julianto.

Seketika, Prada Andi Julianto pun langsung roboh di TKP. Mendengar suara letusan, warga yang melintas di TKP pun langsung mengerumuni Jalan Ringroad itu. Sebagian anggota yang diduga dari Batalyon Zeni Tempur (Zipur) yang bermarkas di Jalan Kapten Muslim/Pembangunan Medan ini pun berhamburan menyelamatkan diri.

Prada Andi Julianto pun dilarikan ke RSUD Pirngadi Medan. Sedangkan Brigadir L. Manurung dilarikan ke RS Bhayangkara, Cabang Poldasu Jalan KW Hasym Medan. Hingga sore kemarin, Brigadir L. Manurung masih berada di ICU RS milik Polri itu, karena luka parah dibagian tubuhnya akibat hujaman pisau Sangkur. Begitu juga dengan Prada Andi Julianto. Anggota TNI-AD ini pun masih menjalani perawatan medis di ICU RSUD Pirngadi Medan.

Informasi yang didapat wartawan koran ini dari berbagai sumber, yang bertugas di Mapolresta Medan dan Mapolsek Sunggal mengatakan, Brigadir L. Manurung itu hanya membela diri. “Dia (Brigadir L. Manurung mau bela diri, karena dia uda dipukuli. Perutnya juga disangkur orang itu,” ujar salah seorang oknum polisi, yang namanya enggan untuk disebutkan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Mapolresta Medan AKP M Yoris Marzuki, melalui Kanit Jahtanras AKP Yudi Friyanto mengaku, pihaknya belum ada memeriksa saksi-saksi atas kejadian penembakan ini. Yudi menuding kejadian ini di Jalan Raya, dan antara yang ditembak dan ditikam masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit. Pun begitu, Yudi mengaku bahwa kasus ini masih lidik.

“Belum ada kita periksa. Karena korbanya sama-sama kritis. Anggota juga masih mengumpulkan bukti-bukti dilapangan sampai sekarang,” ujar AKP Yudi kepada wartawan koran ini, kemarin malam. (BS).

About unionpers

ORGANISASI WARTAWAN UNIONPERS BERDIRI SEJAK TAHUN 2004, AKTA NOTARIS : No 01/05/10/2005, MARLIANSYAH, SH, E-mail: unionpers@yahoo.com, REKENING BANK MANDIRI NO : 132 00 1264034-9, CABANG SADANG, PURWAKARTA ATAS NAMA REKSON HERMANTO (BENDAHARA)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

BERITA

%d blogger menyukai ini: