“Fitnah Lebih Kejam Dari Pembunuhan” Akibat Fitnah Yang Berlebihan,Akhirnya Myawa Taruhannya


“Fitnah Lebih Kejam Dari Pembunuhan”
Akibat Fitnah Yang Berlebihan,Akhirnya Myawa Taruhannya.

Samosir, Pelita RAKYAT
Saling kleim kepemilikan tanah antara Keluarga Sentia/Jonata Sihaloho dengan Jabaru Sitindaon, hingga sampai menghilangkan nyawa Korban Mangumbang Sihaloho (37) dan dua korban lagi dirujuk ke Medan Mak Sentia/Esra Br Simbolon (40) kritis dan Manaek Sihaloho yang dilakukan Jabaru Sitindaon (65) bersama ketiga anaknya, Kawan Sitindaon (32) Hotmatiar Sitindaon(28) Binsar Sitindaon (18), pada selasa malam (3/5) sekira pukul 19.00.
Kapolres Samosir AKBP Edward Sirait melalui Kasat Reskim AKP Burju MH Siahaan membenarkan Jabaru bersama ketiga putranya sebagai tersangka pembunuhan Mangumbang Sihaloho dan Penganiayaan Ester br Simbolon serta Manaek Sihaloho. Ini dikuatkan keterangan tersangka dan saksi yang melihat kejadian. Mereka bakal dikenakan pasal 340, 338, 351 ayat (1), (2), dan (3) serta 187 KUH Pidana dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup” tapi karena BS masih dibawah umur, berkas perkaranya akan dipisahkan. Barang bukti yang kita sita yaitu satu buah kampak, lima buah pilah parang dan dua pisau dapur. Informasi dari pihak keluarga korban, Ester dan Marnaek masih kritis di RSU Adam Malik Medan, “ujarnya.
Informasi yang dihimpun Pelita RAKYAT malam itu korban hendak mengambil tuak di Dusun III Siduma-duma untuk dijualnya. Sesampainya ia di siduma-duma, bapaudanya Jonata Sihaloho atau Pak Sentia (41) bersama istrinya Esra br Simbolon sedang memuat kopi ke dalam Truk. Kebetulan keduanya merupakan agen kopi di samosir.
Tiba-tiba muncul Jabaru Sitindaon bersama tiga anaknya, Kawan Sitindaon, Hotmatiar Sitindaon, dan BS. Mereka langsung mencari Jonata Sihaloho. Namun rupanya Jonata sudah tidak berada di lokasi.
Alhasil istrinya, Esra br Simbolon menjadi sasaran. Tidak hanya Esra, keponakanya, Manaek Sihaloho yang kebetulan berada di tempat itu, turut menjadi korban.
Sementara Mangumbang Sihaloho yang tidak menyadari adanya bahaya, langsung dibantai para pelaku hingga tewas di lokasi kejadian. Tidak cukup, pelaku juga membakar mobil colt diesel milik Jonata yang digunakan untuk mengangkut kopi.
Menurut pengakuan taersangka pembunuh Mangumbang Sihaloho bahwa dia nya dituduh memiliki Begu Ganjang sedangkan penganiaya Esra Br. Simbolon alias Mak Sentia (40) serta Manaek Sihaloho (23) mengaku dipicu rasa sakit hati. Sebab ayah mereka yang juga salah seorang tersangka Jabaru Sitindaon (65) dirasa di fitnah sebagai pemelihara begu ganjang.
Kawan Sitindaon (37), mengakui perbuatanya dipicu sakit hati. “Kami sakit hati atas fitnahan keluarga Pak Sentia (Jonata Sihaloho, red) selama ini terhadap orangtua kami. Ayah kami sering diusir dari Siduma-duma Parbaba Dolok. Yang paling menyakitkan, mereka bilang orangtua kami sebagai pemelihara begu ganjang. siapa yang tega mendengar orangtuanya disangkakan parbegu ganjang? Hal itu mungkin sengaja ditebar mereka supaya dapat menguasai beberapa bidang tanah di Siduma-duma, Pea Girsang yang selama ini telah kita usahai. Mereka mengklaim tanah itu milik mereka “ kata Kawan kepada Tim Wartawan di Mapolres Samosir, Kamis (5/5) Tim / 10)

Jenajah Mangumbang Sihaloho terbujur kaku di Rumah Sakit untuk mengambil Visum (Tim/10)

Iklan

Penulis: Harian Warta Nasional

Saya, Rekson Hermanto, Pemimpin Redaksi Harian Warta Nasional mengucapkan selamat datang di website harianwartanasional.com. harianwartanasional.com merupakan situs berita online yang secara resmi berdiri pada bulan Agustus 2014, di bawah manajemen PT. Nasional Tritunggal Jayautama (Koran Harian Warta Nasional). Pada dasarnya harianwartanasional.com menyajikan berita dan memiliki konten yang selaras dengan koran Harian Warta Nasional. Namun, berita yang dikemas dalam portal berita ini lebih mengarah kepada pembaca yang ingin membaca berita secara cepat, akurat, dan efisien dalam hal waktu. Berita dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi lebih pendek dan lebih mudah dinikmati para pembaca di internet. Kami berbenah dengan menyuguhkan kepada pembaca yang budiman berita berita aktual, tajam, kristis dan terpercaya dan terus berupaya melaksanakan pembaruan dalam berbagai bidang pemberitaan yang profesional, guna membentuk jati dirinya sebagai “Jurnalist Tangguh”. Hal ini terkait dengan amanat UU PERS No 40 Tahun 1999 yang telah menempatkan posisi dan fungsi “Jurnalis Tangguh” sebagai sosial kontrol yang bebas dari pengaruh pihak manapun, Independen”. Oleh karena itu, keberadaan Website harianwartanasional.com mengimformasikan data yang tersaji di dalamnya dan diharapkan bisa membantu kita semua untuk lebih memahami peran, posisi, serta fungsi Jurnalis, dalam upaya penegakan hukum di negara kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s