Dinas Pendidikan Majalengka Sedang Sakit


Dinas Pendidikan Majalengka Sedang Sakit

Majalengka, Pelita RAKYAT
Dalam situasi kegiatan di setiap OPD (Dinas/Organisasi Pelaksana Daerah) sedang sepi maka tidak menutup kemungkinan, banyak pengusaha memanfaatkan kesempatan untuk menarik uang dari dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), bahkan sekarang lebih berani lagi merambah dana BSM (Pemberian Beasiswa Miskin).

Para pengusaha pura-pura tidak mengetahui aturan, sedangkan didalamnya terdapat oknum orang dalam yang dengan gegabah melaksanakan aksinya. Kejadian yang sangat mengenaskan, adanya bisnis Paperangkan pakean siswa yang datang ¬ke sekolah-sekolah dengan membawa atribut salah satu Partai di DPRD Kabupaten Majalengka untuk memanfaatkan Dana BSM.

Beruntung Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka cepat tanggap dan sekaligus membuat surat edaran bernomor : 3782/ 4881 Disdik, tertanggal 26 September 2011, perihal dana bantuan beasiswa miskin. Yang isinya sebagai berikut, bahwa dalam pelaksanaan pemberian Bantuan Beasiswa¬ Miskin (BSM) tahun 2011 sesuai Permendiknas tahun 2011, dana BSM hanya digunakan untuk biaya pendidikari khususnya buku tulis, tas dan alat tulis. Pembelian Seragam Sekolah/Pramuka dan Olah Raga. 3.Biaya transfortasi ke sekolah dan uang saku siswa.

Sesuai tata tertib pengelolaan Bantuan sebagaimana tertuang pada Pedoman Pelaksanaan BSM, bahwa Tim Kabupaten Majalengka dan sekolah, tidak diperkenakan melakukan intervensi penggunaan dana ataupun melakukan pungutan dengan bentuk apapun kepada siswa Penerima BSM, sehingga dana tersebut harus diterima utuh oleh siswa bersama orangtuanya. Sehubungan hal tersebut apabila dalam penyaluran Dana Bantuan Siswa MisKin (BSM) tidak berpedoman pada Pedoman Pengelelaan BSM tersebut diatas, maka saudara akan diberikan sanksi sesuai peraturan yang berlaku.

Surat edaran tersebut ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majaleng¬ka Drs. H. Sanwasi M.11, surat edaran tersebut ditujukan keopada seluruh jajarannya dan intansi ter¬kait, sebelum terjadi adanya penyusupan pengerukan dana BWI, terjadi pula adanya penggerogotan dan (Bantuan Operasion Sekolah) yang sifatnya reguler tiap Triwulan sekali, dimana aksi-aksi ini terkadang dilakukan organisasi yang berkaitan seperti PGRI.

Meskipun didalamnya ada oknum pengusaha, mereka menjual buku-buku disaat bulan Ramadan dengan harga setup buku Rp.6.000.- sedangkan yang terjadi baru-baru ini adanya Penjualan Baliho dengan ukuran 1.20 X 1.50 M, yang isinya Pedoman Pengembangan dan Implementasi Kurikulum SD/MI dijual dengan harga satuan Rp.150.000.- semua menggunakan Dana BOS, termasuk buku Ramadan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka Drs, Dedi Kusnadi ketika dihubungi Pelita RAKYAT baru-baru ini menjelaskan pihaknya tidak mengetahui.

Jangankan diajak kerjasama, karena sangat jelas dalam petunjuk pelaksanaan Dana BOS tidak boleh digunakan oleh pihak manapun diluar sekolah kecuali dengan izin dari MENDIKNAS terlebih dahulu atau memohon terlebih dahulu yang sekiranya ada hubungan dengan pendidikan siswa yang berlaku setiap semester, apabila hal itu dilanggar, sesuai. Peraturan Mendiknas No.2 Tahun 2008 akan dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, tegasnya.

Ditempat terpisah Drs. H. Elon Sukalam M.M-selaku Manager BOS bantuan Provinsi dengan tegas pula mengatakan pihaknya tidak mau tahu, apabila ada keterlibatan orang dalampun merupakan resiko sendiri, karena jauh sebelumnya tanpa koordinasi terlebih dahulu paparnya.
Untuk mengetahui jumlah dana BOS yang masuk dari Pusat, Dedi Kusnadi mengatakan umlahnya Rp.74.267.3I2.000. sedangkan yang masuk dari Provinsi sebesar RP untuk SDN Rp 8.548.387,00 Rp.8.548.387.000, dan untk Swasta Rp.2.783.560.000, adapun jumlah siswa keseluruhan sebanyak 1.27.004 siswa dari 816 Unit sekolah. (Rustam Efendi)

Iklan

Penulis: Harian Warta Nasional

Saya, Rekson Hermanto, Pemimpin Redaksi Harian Warta Nasional mengucapkan selamat datang di website harianwartanasional.com. harianwartanasional.com merupakan situs berita online yang secara resmi berdiri pada bulan Agustus 2014, di bawah manajemen PT. Nasional Tritunggal Jayautama (Koran Harian Warta Nasional). Pada dasarnya harianwartanasional.com menyajikan berita dan memiliki konten yang selaras dengan koran Harian Warta Nasional. Namun, berita yang dikemas dalam portal berita ini lebih mengarah kepada pembaca yang ingin membaca berita secara cepat, akurat, dan efisien dalam hal waktu. Berita dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi lebih pendek dan lebih mudah dinikmati para pembaca di internet. Kami berbenah dengan menyuguhkan kepada pembaca yang budiman berita berita aktual, tajam, kristis dan terpercaya dan terus berupaya melaksanakan pembaruan dalam berbagai bidang pemberitaan yang profesional, guna membentuk jati dirinya sebagai “Jurnalist Tangguh”. Hal ini terkait dengan amanat UU PERS No 40 Tahun 1999 yang telah menempatkan posisi dan fungsi “Jurnalis Tangguh” sebagai sosial kontrol yang bebas dari pengaruh pihak manapun, Independen”. Oleh karena itu, keberadaan Website harianwartanasional.com mengimformasikan data yang tersaji di dalamnya dan diharapkan bisa membantu kita semua untuk lebih memahami peran, posisi, serta fungsi Jurnalis, dalam upaya penegakan hukum di negara kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s