UNIONPERS
KRIMINAL
PROFIL UNIONPERS

BPOM Medan Tutup-tutupi Penyitaan Kosmetik di Villa Malina Sunggul


BPOM Medan Tutup-tutupi Penyitaan Kosmetik di Villa Malina Sunggul

Medan, Pelita RAKYAT
Balai Penindakan Obat dan Makanan (BPOM) Medan dinilai telah menutup-nutupi hasil pengrebekan dan penyitaan Kosmetik, berupa puluhan botol dan jirigen dari berbagai merek dan jenis produk kecantikan kemasan, milik pengusaha Johan (39), warga Tionghoa, a/n PT Lautan Rejeki Abadi, di Jalan Ring Road, Kec Sunggal, Jumat lalu.

Akibatnya, kuat dugaan kasus ini bakal dipetieskan oleh pihak BPOM menyusul pengakuan Kasi Penyidik dan Penindakan BPOM, Gita N mengklaim tidak ada melakukan penyitaan ataupun pengrebekan terhadap rumah di Villa Malina Sunggal itu. “Kami tidak ada melakukan penggrebekan, apalagi menyita produk dari lokasi,”ujar Gita menutut-nutupi.

Atas penyataan Gita N yang terkesan main mata dengan pengusaha, sejumlah kalangan terus mendesak supaya kasus ini dibongkar oleh penegak hukum terkait, karena kuat diduga kosmetik mengandung zat kimia dan menyeret semua yang ikut terlibat hingga kasus ini terang benderang.

Keterangan PR yang berhasil dihimpun menyebutkan, produk kosmetik mengandung zat kimia yang merugikan konsumen di sejumlah kawasan Sumatera Utara, khususnya Medan, membuat BPOM Medan melakukan penindakan.

Hasilnya, sebuah rumah di Kompleks Villa Malina milik PT Lautan Rejeki Abadi di Jalan Ring Road, Kec Sunggal digrebek BPOM Medan. Rumah bercat biru tanpa pamlet penghasil produk kosmetik palsu yang diduga mengandung zat kimia yang akan dipasarkan di wilayah Sumut.

Dibawah pimpinan Kasi Penindakan dan Penyidikan BPOM Medan Gita menyita puluhan botol dari berbagai merek dan jenis produk kecantikan yang telah dikemas dan sebagian siap untuk dipasarkan kepada konsumen.

Salah satu petugas BPOM yang ikut menggrebek rumah yang disebut-sebut milik Johan (39), warga Tionghoa ini mengaku, puluhan botol dan jirigen produk kecantikan itu akan dibawa ke BPOM Medan untuk memastikan apakah produk tersebut mengandung zat Kimia.

“Akan kita periksa dulu di kantor (BPOM) untuk diselidiki,” ujar petugas yang mengenakan kemeja biru lengan pendek itu kepada PR. Dari keterangan Petugas pemantau obat-obat dan makanan mengaku sudah 2 bulan memantau/investigasi ke rumah penghasil kosmetik palsu itu.

Namun yang uniknya, Kasi Penyidik dan penindakan BPOM Medan Gita N mengklaim tidak ada melakukan penyitaan ataupun pengrebekan terhadap rumah di Villa Malina Sunggal itu. “Kita tidak ada melakukan penggrebekan, apalagi menyita produk dari lokasi,” kata Gita.

Padahal, pantauan wartawan koran ini, kemarin (8/7) siang sekira pukul 15.00 Wib, razia yang berlangsung 4 jam ini terlihat 8 orang petugas BPOM Medan melakukan razia dan penyitaan itu. Sepertinya, razia ini berusaha ditutup-tutupi oleh pihak BPOM.

Salah seorang Security Perumahan Villa Malina, yang enggan menyebutkan namanya mengaku, bahwa rumah bercat hijau itu sering dimasuki mobil Box jenis L-300. “Tiap hari bang, kadang nanti 3 mobil satu hari,” ujar Security berbadan tegap ini.

Lanjut lelaki, yang mengenakan baju kaos Security biru ini, sepengatahuanya, Johan sang pemilik kosmetik palsu itu akan pindah ke kawasan Nangroe Aceh Darussalam. “Kalau kudengar informasi bang, 2 bulan lagi orang itu mau pindah ke Aceh,” ujarnya.

Bahkan saat pengrebekan, para BPOM Medan tidak mengizinkan wartawan untuk masuk ke rumah penggrebekan itu, mereka (Petugas BPOM Medan) langsung menutup pintu rumah yang dijadikan sebagai pembuat kosmetik palsu itu.

Terlihat, berbagai merek ternama kosmetik juga berhasil diamankan dari rumah penghasil kosmetik palsu itu. Seperti PONS, berbagai pelembab yang sering dipakai wanita, dan handbody dari berbagai merk.
Bukan itu saja, cairan yang diduga sebagai bahan pembuat kosmetik palsu itu ikut juga diboyong oleh petugas BPOM Medan.

Johan (39), sang pemilik rumah tidak mau memberikan komentar terhadap pengrebekan rumahnya itu. “Apa-apa ini, ngapain foto-foto, macam penyimpanan teroris aja rumahku ini,” ujarnya kepada wartawan.

Sugito (40), warga sekitar mengaku bahwa para warga disana tidak pernah menaruh curiga terhadap rumah penghasil kosmetik palsu itu. “Gak pernah tau kami, memang sering kami lihat mobil box sering masuk kemari. Berarti itulah yang ditampung pemilik mobil itu,” ujar lelaki berbadan bonsor ini. (BS)

About unionpers

ORGANISASI WARTAWAN UNIONPERS BERDIRI SEJAK TAHUN 2004, AKTA NOTARIS : No 01/05/10/2005, MARLIANSYAH, SH, E-mail: unionpers@yahoo.com, REKENING BANK MANDIRI NO : 132 00 1264034-9, CABANG SADANG, PURWAKARTA ATAS NAMA REKSON HERMANTO (BENDAHARA)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

BERITA

%d blogger menyukai ini: