UNIONPERS
KRIMINAL
PROFIL UNIONPERS

Sopir AKDP Keluhkan Pelayanan Terminal


KUPANG, Pelita RAKYAT
Keberadaan terminal bus angkutan kota dalam provinsi (AKDP) yang selama ini dikelola Dinas Perhubungan Kota Kupang, ternyata tak ada perhatian. Terbukti, minimnya penerangan serta buruknya akses jalan membuat sejumlah bus AKDP lebih memilih tak masuk terminal.

Akibatnya, banyak terminal bayangan yang muncul di Kota Kupang. Penyesalan para sopir bus AKDP pun diungkapkan kepada Timor Express, Selasa (1/5). Dinas Perhubungan hanya konsen pada penarikan retribusi terminal yang sudah dinaikan menjadi Rp 10 ribu per bus.

Salah seorang sopir AKDP jurusan Atambua- Kupang, Zakharias Rae mengaku selama ini para sopir hanya pasrah dengan kondisi terminal AKDP yang sangat memprihatinkan. “Malam hari, kondisi terminal sangat gelap. Selain gelap, akses jalan masuk ke terminal sangat buruk,” ujar Zakharias.

Selama ini kata dia, petugas terminal hanya sibuk mengurus retribusi yang sudah dinaikan menjadi Rp 10 ribu. Akibatnya, tegas Zakharias, pihaknya memilih parkir di luar terminal yang labih aman daripada masuk ke terminal namun kondisinya rusak berat.

Awalnya kata dia, retribusi terminal hanya Rp 2000 saja. Namun pada awal Januari lalu, retribusi terminal naik menjadi Rp 10 ribu. Namun demikian, lanjut Zakharias, pihaknya tetap menjalankan kewajibannya. “Kewajiban tetap kami lakukan dengan lancar. Namun kondisi terminal AKDP sangat memprihatinkan.

Kalau bisa Pemerintah jangan hanya menerima retribusi saja tetapi harus diimbangi dengan pelayanan yang maksimal,” ujar sopir bus AKDP itu. Menurut dia, masalah lain yang juga terjadi adalah banyak penumpang yang menunggu di luar terminal bus AKDP. Oleh karena itu, ujarnya, para sopir memilih parkir di luar terminal daripada di dalam terminal yang susah penumpang.

Dinas Perhubungan Kota Kupang, kata Zakhrias, harus mengarahkan para penumpang agar masuk ke terminal sehingga tidak ada lagi terminal bayangan. Dia juga mengeluhkan banykanya mobil rental yang semakin menjamur.

“Banyaknya mobil rental juga mengganggu pendapatan kami. Oleh karena itu kami minta Dinas Perhubungan untuk menertibkan mobil rental. Umumnya mobil rental itu parkir di Oesapa yang sering dijadikan terminal bayangan,” tegas Zakharias.

Sementara, anggota Komisi B DPRD Kota Kupang, Kardinad Kale Lena yang diminta komentranya terkait minimnya fasilitas penunjang di terminal bus AKDP menegaskan, Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang sepertinya tidak paham akan tupoksinya.

Menjadi kepala SKPD, lanjut Kardinad, harusnya paham akan tupoksi yang diberikan termasuk melakukan tugas dan tanggungjawab yang dipercayakan dengan baik dan benar. Keluhan para sopir AKDP itu, tegas anggota Komisi B DPRD Kota Kupang, akibat tidak adanya penataan terminal bus AKDP.

“Pelayan yang baik, harus bisa melaksanakan tugas dan tranggungjawab yang diberikan dengan baik sehingga tidak ada keluhan dari masyarakat terutama pengguna saran dan prasarana,” tegas Kardinad.

Diakuinya, selama ini sejumlah sorotan terus dilayangkan ke Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang tetapi kepala dinas justru menganggap semua itu seperti angin lalu. Sebagai mitra, lanjut Kardinad, kepala dinas Perhubungan harus tanggap dan segera melakukan apa yang dikeluhkan.

Ia mengaku, penempatan Kepala Dinas Perhubungan pada jabatan yang diemban saat ini ternyata salah figur sehingga banyak keluhan yang terjadi. “Selama ini banyak sekali keluhan yang terjadi terkait dengan pelayanan Dinas Perhubungan Kota Kupang.

Sebagai pelayan masyarakat harus siap untuk melaksanakan tugas yang sudah dipercayakan pemimpin. Jika tidak mampu lagi, sebaiknya tidak usah memaksakan diri menjabat sebagai kepala dinas. Karena jika dipaksakan maka akan membawa dampak pada masyarakat banyak,” tegas Kardinad.

Diakuinya, selama ini ada banyak sekali persoalan yang terjadi pada tupoksi Dinas Perhubungan Kota Kupang namun tidak mampu diselesaikan. Ternyata, lanjutnya, tidak ada terobosan yang mampu dilakukan Kepala Dinas Perhubungan guna mengatasi semua persoalan yang terjadi dan dialami masyarakat. (TE/son)

About unionpers

ORGANISASI WARTAWAN UNIONPERS BERDIRI SEJAK TAHUN 2004, AKTA NOTARIS : No 01/05/10/2005, MARLIANSYAH, SH, E-mail: unionpers@yahoo.com, REKENING BANK MANDIRI NO : 132 00 1264034-9, CABANG SADANG, PURWAKARTA ATAS NAMA REKSON HERMANTO (BENDAHARA)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

BERITA

%d blogger menyukai ini: