73 Tiang PJU Dinilai Membahayakan


05. Sebanyak 73 Tiang PJU Dinilai Membahayakan

Sebanyak 73 tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) yang berada di jalur Pantura, tepatnya di Jalan Raya Pesurungan, sampai perbatasan Kota Tegal dan Kabupaten Brebes dinilai membahayakan.

Sebab, umurnya sudah 10 tahun lebih. Ketika hujan lebat disertai angin kencang rawan roboh, dan membahayakan pengguna jalan yang melintas. Kepala DPU Ir Gito Mursriyono, melalui Kasie PJU DPU Sudjatmiko mengatakan, dari 108 tiang PJU di jalur Pantura, mulai perempatan Maya sampai perbatasan Kota Tegal dan Kabupaten Brebes, ada 108 tiang. Kondisi tiang PJU tersebut membahayakan pengguna jalan. Lantaran umurnya sudah tua.

“Kalau hujan lebat apalagi disertai angin kencang, sangat rawan roboh. Namun tahun lalu ada 35 tiang PJU, dengan jumlah PJU 70 titik yang diganti. Anggaran penggantian 35 tiang PJU berasal dari APBD Propinsi Jateng, menghabiskan dana sekitar Rp900 juta.”

Dia menambahkan, sebenarnya DPU sudah mengajukan kembali anggaran ke APBD Propinsi, untuk penggantian 73 tiang PJU tahun ini. Namun hasilnya tak diloloskan. Melihat kondisinya yang sangat membahayakan dan rawan roboh, pihaknya akan mengajukan kembali tahun depan. “Harapannya, pengajuan penggantian 73 tiang PJU dari Jalan Raya Pesurungan sampai perbatasan Kota Tegal dan Kabupaten Brebes disetujui. Karena idealnya, umur tiang PJU maksimal 10 tahun,” ucap Sudjatmiko lagi.

Lebih lanjut dia memaparkan, untuk jalur Pantura Kota Tegal, dari perempatan Maya ke timur ada sekitar 200 tiang. Namun keadaannya masih cukup bagus. Maka tidak mendesak diganti. Sebab 200 tiang PJU dibuat tahun 2004. Kalau dihitung mundur umurnya 8 tahun.

“Padahal umur tiang PJU sekitar 10 tahun. Ada waktu 3 sampai 4 tahun lagi untuk bisa dipertahankan. Kalau 35 tiang PJU saja sekitar Rp900 juta. Maka penggantian 73 tiang PJU, dananya lebih dari Rp2 miliar. Kami berharap Pemprop menyetujui ajuan kami tahun depan. Jika dibiarkan, cukup membahayakan dan rawan roboh. Apalagi jalur Pantura Kota Tegal daerah pantai, sehingga sangat rawan,” tuturnya.

Dijelaskan, pada APBD 2012 Kota Tegal, ada anggaran Rp1miliar. Namun untuk penambahan pal atau tiang PJU dari Stasiun KA Tegal, sampai alun-alun ada 35 titik dan komplek balai kota. Dalam waktu dekat, kegiatan ini segera direalisasikan. Karena keberadaan PJU di Jalan Pancasila, dan komplek alun-alun serta balai kota cukup vital, sebagai pusat kota.

“Untuk keindahan kota, kami melakukan penataan PJU. Terutama di pusat kota, seperti sepanjang Jalan Pancasila, kawasan alun-alun, dan komplek bali kota. Jangan sampai terkesan kumuh. Lantaran penerangan di tempat tersebut kurang terang.”

Di tempat terpisah, anggota DPRD Rofi’i Ali, mendukung upaya DPU, soal penataan PJU. Namun tidak hanya sepanjang Jalan Pancasila, dan kawasan alun-alun. Bila perlu titik rawan, seperti lapangan Tegal Selatan, lapangan Tegal Timur, komplek GOR Wisanggeni, disamping titik rawan lain perlu ditata ulang PJU-nya. Sehingga penerangannya memadai. “Kami berharap, Pemkot dalam hal ini DPU menginventarisir titik-titik rawan, untuk dilakukan penataan penerangannya.” (RK/Son)

Iklan

Penulis: Harian Warta Nasional

Saya, Rekson Hermanto, Pemimpin Redaksi Harian Warta Nasional mengucapkan selamat datang di website harianwartanasional.com. harianwartanasional.com merupakan situs berita online yang secara resmi berdiri pada bulan Agustus 2014, di bawah manajemen PT. Nasional Tritunggal Jayautama (Koran Harian Warta Nasional). Pada dasarnya harianwartanasional.com menyajikan berita dan memiliki konten yang selaras dengan koran Harian Warta Nasional. Namun, berita yang dikemas dalam portal berita ini lebih mengarah kepada pembaca yang ingin membaca berita secara cepat, akurat, dan efisien dalam hal waktu. Berita dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi lebih pendek dan lebih mudah dinikmati para pembaca di internet. Kami berbenah dengan menyuguhkan kepada pembaca yang budiman berita berita aktual, tajam, kristis dan terpercaya dan terus berupaya melaksanakan pembaruan dalam berbagai bidang pemberitaan yang profesional, guna membentuk jati dirinya sebagai “Jurnalist Tangguh”. Hal ini terkait dengan amanat UU PERS No 40 Tahun 1999 yang telah menempatkan posisi dan fungsi “Jurnalis Tangguh” sebagai sosial kontrol yang bebas dari pengaruh pihak manapun, Independen”. Oleh karena itu, keberadaan Website harianwartanasional.com mengimformasikan data yang tersaji di dalamnya dan diharapkan bisa membantu kita semua untuk lebih memahami peran, posisi, serta fungsi Jurnalis, dalam upaya penegakan hukum di negara kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s