UNIONPERS
KRIMINAL
PROFIL UNIONPERS

SMK Negeri 2 Diduga Pungut Jutaan Rupiah


BANGKO – Ribuan siswa dan guru dari SMK Negeri 2 Merangin kemarin, Senin (15/7) menggelar unjuk rasa di kantor Dinas Pendidikan Merangin. Unjuk rasa tersebut menuntut mundurnya tiga puncuk kepemimpinan SMK Negeri 2. Alasannya, mereka diduga pungli terhadap Siswa dan beberapa penyimpangan.

Tiga 3 orang yang dituntut mundur itu adalah Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Merangin, Sukardi; Waka Kurikum SMK N2, Triharyadi; dan Waka Perancanaan dan Pengembangan SMA Negeri 2 Merangin, Zuhdi Mezian. Ketiganya dinilai telah melakukan pungutan liar (pungli) terhadap seluruh siswa dan telah merampas hak guru dalam melakukan penilian terhadap siswa.

Setelah sekitar satu jam melakukan aksi damai di halaman kantor Dinas Pendidikan Merangin, perwakilan guru dan siswa akhir bisa langsung menyampaikan aspirasi mereka ke Kepala dinas Pendidikan Merangin. Kepala Dinas Pendidikan Merangin, Ahmad Bastari langsung menerima perwakilan dari guru dan siswa SMK Negeri 4 Merangin.

Dalam audiensi itu beberapa penyimpangan dan pungli yang dialkukan tiga pucuk pimpinan SMK N2 dibeberkan oleh guru dan perwakilan siswa ke Kadis Pendidikan. Penyimpangan yang terjad diantaranya memindahkan 2 guru SMKN2 ke sekolah dengan alasan berbeda pikiran. Hal itu disampaikan salah satu guru SMK N2 Merangin, Bambang saat beraudiensi.

Bambang juga mengatakan kalau selama ini telah terjadi pungli terhadap siswa yang sangat memberatkan orang tua siswa. Siswa dan guru tidak akan melakukan proses belajar mengajar sebelum 3 orang tersebut keluar dari SMK N2 Merangin. “Banyak sekali penyimpangan yang dialakukan oleh orang ini, salah satunya, dua guru yang dipindahkan seenaknya saja, pungli terhadap siswa. Sebelum tiga orang ini keluar, kami dan siswa akan terus melakukan mogok belajar mengajar,” tegas Bambang.

Kamil, salah seorang guru, tidak menyetujui kebijakan-kebijakan yang diambil kepsek dan wakilnya itu. Dia menganggap semua kebijakan merupakan rekayasa dan hanya untuk mengambil keuntungan dari semua itu.

“Kami sangat kesal dengan kebijakan kepala sekolah dan antek-anteknya, contohnya saja uang pembangunan dipungut sebesar Rp 750 ribu per siswa tanpa persetujuan orang tua siswa dan komite, selain itu tiap siswa dikenakan 100 ribu untuk pembuatan kartu SIM dan bahkan yang paling kesalnya lagi, siswa baru dikenakan uang masuk 300 ribu per siswa, dan semuanya itu digunakan oleh kepala sekolah untuk keluar kota dengan alasan melobi orang jakarta, kami meminta agar 3 orang ini keluar dari SMK Negeri 2 Merangin” ucap kamil didepan Kadis Pendidikan. “Bahkan kami para guru merasa tidak nyaman lagi dalam melaksanakan tugas mengajar karena sering diancam dengan perpindahan oleh kepala sekolah,” tambah Kamil.

Selain itu Ketua Osis SMK Negeri 2 Merangin,  Sulaiman selaku wakil dari sekitar 800 siswa SMK Negeri 2 merasa sangat terbebabani dengan pungutan liar yang oleh Kepala sekolah dan 2 orang waka. Pungutan liar itu di antaranya, untuk kelas 3 dikenakan uang pembangunan Rp 500 ribu, kelas dua dan kelas satu dikenakan uang pembanguan Rp 750 ribu. Ditambah dengan uang pemesanan baju sekolah Rp 1.410.000 persiswa. Dan semua siswa diwajibkan membayar Rp 100 ribu untuk pembuatan kartu SIM.

Bukan itu saja, bahkan untuk siswa baru di kenakan uang beli bangku sebesar Rp 300 ribu rupiah. Dan semua pungutan tersebut tanpa kesepakatan dengan orang tua siswa atau komite.
“Banyak sekali pungli yang dilakukan oleh tiga orang ini. Sebelum mereka ini keluar dari SMK Negeri 2, kami siswa akan tetap mogok belajar,” tegas Sulaiman.

Semua tuntutan guru dan siswa SMK Negeri 2 Merangin dikabulkan Kepala dinas Pendidikan Merangin. Katanya, pihak dinas pendidikan tidak tahu pemindahan kedua guru tersebut. Selain itu banyaknya pungli akan diselidiki.

Kadis pendidikan Merangin Bastari, menegaskan bahwa dua orang guru yang telah pindah akan dikembalaikan ke SMK 2. Sementara kepala sekolah dan dua wakilnya, akan ditarik ke dinas dan digantikan peltu dari dinas pendidikan. Kadis Pendidikan berjanji, dalam waktu dekat akan menggantikan kepala sekolah yang baru untuk SMK Negeri 2 Merangin.

“Kita akan mengembalikan dua guru yang pindah dan akan menarik 3 orang yang dituntut itu ke dianas dan kita akan tugaskan Peltu dari dinas untuk $enjabat sementara di SMK 2. Dan dalam waktu singkat ini kita akan mencari pengganti kepala sekolah tersebut” jelas Bastari. Hasil audiensi tersebut disaambut suka cita dari sekita ribuan guru dan siswa yang memadat halaman Kantor Dinas Pendidikan Merangin. (red)

 

About unionpers

ORGANISASI WARTAWAN UNIONPERS BERDIRI SEJAK TAHUN 2004, AKTA NOTARIS : No 01/05/10/2005, MARLIANSYAH, SH, E-mail: unionpers@yahoo.com, REKENING BANK MANDIRI NO : 132 00 1264034-9, CABANG SADANG, PURWAKARTA ATAS NAMA REKSON HERMANTO (BENDAHARA)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

BERITA

%d blogger menyukai ini: