Ribuan Guru Tuntut Permintaan Maaf Anggota DPRD


Ribuan Guru Tuntut Permintaan Maaf Anggota DPRD

Majalengka, Pelita RAKYAT
Ribuan guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Majalengka mengadakan aksi solidaritas di halaman DPRD Majalengka menuntut permintaan maaf atas statmen salah satu anggota Komisi D DPRD yang berinisial AI dihadapan media cetak dan elektronik, serta polisi tidak lambat dalam mengusut tuntas kasus yang terjadi di SDN Panjalin Kidul V, Kecamatan Sumberjaya, Massa juga mengancam akan memboikot UN.

Terlihat perwakilan guru membacakan kronologis kejadian pencukuran rambut murid oleh gurunya dan guru oleh orang tua murid yang tidak terima atas tindakan guru tersebut.

Ketua DPRD H Surahman menyatakan, permintaan maafnya atas statemen salah satu anggotanya dari komisi D berinisial AI yang melayangkan statemennya di salah satu media bahwa upaya pengajuan hukum atas tindakan penganiayaan tersebut dinilainya sebagai bentuk arogansi dari para guru.

“Saya selaku Ketua DPRD Kabupaten Majalengka mengungkapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada teman-teman guru di sini jika memang salah satu anggota kami tersebut terbukti bersalah. Namun ada kemungkinan juga terdapat penyelewengan dari media terkait dalam hal pemberitaannya,” ungkap Surahman di tengah-tengah kerumunan ribuan guru.

Wakil Bupati Majalengka H Karna Sobahi mengatakan, ini tentang disiplin, ketika guru mendisiplinkan anak dan orang tua harus mengerti. Hal tersebut diatur dalam UU No 20 tahun 2009 tentang bagaimana guru mendisiplinkan anak.

“Bupati dan saya sudah melakukan rapat koordinasi beserta kapolres dan kajari untuk menindak lanjuti kasus ini. Dan mereka akan konsisten untuk mengusut secara tuntas,” ujar Wabup Karna.
Sebagai guru saya turut prihatin dengan adanya kejadian ini. Saya juga merasa tersentuh ketika seorang guru dengan niat baik untuk mendisiplinkan anak didiknya tetapi direspon dengan tindakan premanisme.

Ini perlu sosialisasi dari pihak sekolah kepada para orang tua murid bahwa tindakan yang merugikan anak bukan sebuah penganiayaan artinya untuk menegakan kedisiplinan bisa dilakukan dengan cara halus dan tegas. Diingatkan terlebih dahulu terus bisa ditindak. Yang kita sesalkan kenapa tindakan Aop ini direspon dengan premanisme? imbuh Wabup.

Kapolres Majalengka AKBP Lena Suhayati SIK MSi mengatakan, Polres Majalengka sudah bertindak jauh dalam kasus ini, SP2HP sudah 4 kali diluncurkan ke Pa Aop dan PGRI.
“Untuk melengkapi apa yang diminta jaksa kami akan meminta keterangan lebih jauh dari anak pa Iwan serta pa Iwan-nya dan kami juga akan meminta keterangan lebih jauh dari pa Aop,” jelas Kapolres.(dhea)

Iklan

Penulis: Harian Warta Nasional

Saya, Rekson Hermanto, Pemimpin Redaksi Harian Warta Nasional mengucapkan selamat datang di website harianwartanasional.com. harianwartanasional.com merupakan situs berita online yang secara resmi berdiri pada bulan Agustus 2014, di bawah manajemen PT. Nasional Tritunggal Jayautama (Koran Harian Warta Nasional). Pada dasarnya harianwartanasional.com menyajikan berita dan memiliki konten yang selaras dengan koran Harian Warta Nasional. Namun, berita yang dikemas dalam portal berita ini lebih mengarah kepada pembaca yang ingin membaca berita secara cepat, akurat, dan efisien dalam hal waktu. Berita dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi lebih pendek dan lebih mudah dinikmati para pembaca di internet. Kami berbenah dengan menyuguhkan kepada pembaca yang budiman berita berita aktual, tajam, kristis dan terpercaya dan terus berupaya melaksanakan pembaruan dalam berbagai bidang pemberitaan yang profesional, guna membentuk jati dirinya sebagai “Jurnalist Tangguh”. Hal ini terkait dengan amanat UU PERS No 40 Tahun 1999 yang telah menempatkan posisi dan fungsi “Jurnalis Tangguh” sebagai sosial kontrol yang bebas dari pengaruh pihak manapun, Independen”. Oleh karena itu, keberadaan Website harianwartanasional.com mengimformasikan data yang tersaji di dalamnya dan diharapkan bisa membantu kita semua untuk lebih memahami peran, posisi, serta fungsi Jurnalis, dalam upaya penegakan hukum di negara kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s