UNIONPERS
KRIMINAL
PROFIL UNIONPERS

Marak Pemborong Mengabaikan Direksi KIT dan Plang Proyek


Marak Pemborong Mengabaikan Direksi KIT dan Plang Proyek

Majalengka, Pelita RAKYAT
Setiap tahun Kabupaten Majalengka kebanjiran proyek pembangunan non fisik maupun fisik. Dalam prosesinya ada yang melalui tender (lelang) adapula penunjukan (juksung), sedangkan pelaksanaannya ada yang dikerjakan oleh rekanan atau pemborong/ kontraktor ada pula yang dilaksanakan oleh komite khususnya pembangunan sekolah.

Dari pengamat pembangunan masih mempertanyakan kewajiban membuat direksi KIT dan Papan Nama Proyek selalu diabaikan, sehingga banyak public mempertanyakan dari mana biaya pembanguanan tersebut.

Menurut seseorang mantan Unit Layanagn Pengadaan (ULP) menjelaskan bahwa, namanya Direksi KIT dan Papan Nama (palang proyek) hal itu wajib, karena sebagai pemberitahuan kepada public adanya kegiatan pembangunan yang dibiayai dari APBN, APBD, atau dari APBNP termasuk Bank Dunia, sehingga mereka tahu dan apabila diabaikan malah sanksinya blacklist atau tidak diberikan lagi kegiatan, ujarnya.

Mengenai adanya para komite sekolah yang mengabaikan, pihak Kasi Cipta Karya dari BMCK, Yaya MT mengatakan, pihaknya sudah berkali-kali menegur para pemborong atau kontraktor termasuk para komite sekolah tapi hasilnya belum maksimal, ujarnya.

Sedangkan dari pimpro atau PPTK Diknas Kabupaten Majalengka Drs. H. Elon Sukalam MM mengatakan, silahkan tegur dan kalau masih kurang mengerti tulis saja harapannya, karena kami sebagai pengendalian program (DALPROG) SAPRAS (Sarana dan Prasarana) Diknas Kabupaten ingin mengingatkan tapi waktunya belum sempat, kilahnya.

Adapun jumlah kegiatan rehabilitasi dan RKB (ruang kelasa baru) di Kabupaten Majalengaka 94 unit sekolah SDN yang didanai dari APBN tahun 2012. Untuk lebih menambah wawasan tentang dibuatnya plang proyek dan direksi Kit.

Mantan supervisi proyek nasional berinisial R.E. menjelaskan, bahwasahnya plang dan direksi Kit dibangun, memang kewajibkan, tapi di sisi lain akan mengundang para semut pemakan gula, yang artinya disaat bangunan tersebut dikerjakan semenjak orde baru para semut pungli berdatangan itulah kesan yang terjadi semenjak tahun 60-an sampai sekarang.

Sedangkan para pelaksana untuk membagi hasil atau untung dari proyek tersebut belum tentu untung karena masih dikerjakan, mereka yang diminta tidak tahu adanya cost proyek sebelum dan sesudah selesai, untung bahkan bisa saja rugi, itulah kesan sebagai pelaksana kegiatan yang banyak resikonya. (Reff)

About unionpers

ORGANISASI WARTAWAN UNIONPERS BERDIRI SEJAK TAHUN 2004, AKTA NOTARIS : No 01/05/10/2005, MARLIANSYAH, SH, E-mail: unionpers@yahoo.com, REKENING BANK MANDIRI NO : 132 00 1264034-9, CABANG SADANG, PURWAKARTA ATAS NAMA REKSON HERMANTO (BENDAHARA)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

BERITA

%d blogger menyukai ini: