UNIONPERS
KRIMINAL
PROFIL UNIONPERS

Angie di Sel Sempit, Putrinya Terpukul


Angie di Sel Sempit, Putrinya Terpukul

Jakarta, Pelita RAKYAT
Penahanan Angelina Sondakh, politisi Demokrat, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meninggalkan luka menyedihkan terhadap ketiga anak-anak dan ayah kandung, Lucky Sondakh. Aaliyah putrinya terpukul dan terus menangis, berderai air mata di pangkuan ibunya. “Iya saya pasti sedih, tapi harus tabah,” ujar
Lucky, ayah kandung Angie kepada Pelita RAKYAT, Jumat, (27/4).

KPK melakukan penahanan terhadap Angie setelah pemeriksaan sekitar pukul 09.30 WIB, Jumat (27/4). Keluar dari ruang pemeriksaan pukul 17.10 WIB, langsung ditempatkan di sel sempit di Rutan Salemba, yang terletak di lantai dasar gedung KPK untuk 20 hari ke depan. Angie menjadi orang kedua penghuni rutan itu setelah sebelumnya Mindo Rosalina Manulang telah lebih dulu mendekam.

Tak lama setelah Angie masuk rumah tahanan, tiga anaknya mengunjungi. Dua putri Angie, yakni Aaliyah dan Zahwa, serta putra dari hasil pernikahannya dengan Adji Massaid, Keanu Jabar Massaid, tiba di Gedung KPK dengan didampingi adik ipar Angie, Mudji Massaid.

Lucky Sondakh, ayah kandung Angie yang mendampingi putrinya, mengatakan akan merawat ketiga cucunya selama putrinya ditahan KPK. “Ya kan ada perawat yang akan menjaga. Masih ada opa dan omanya juga. Seusai menyaksikan putrinya masuk tahanan, Lucky mengungkapkan kekecewaannya.

Sementara Pengacara Angie, Nasrullah, menilai penahanan terhadap kliennya sangat terburu-buru. Selain itu, dia juga memprotes surat penyidikan Angie yang baru keluar 19 April, sedangkan dia diumumkan sebagai tersangka pada Februari oleh Ketua KPK Abraham Samad.

“Sprintdik dikeluarkan, baru tim penyidik terbentuk 19 April. Angie ditetapkan tersangka 3 bulan lalu, jadi ditetapkan tersangka apa dasarnya, saya minta sprintdik tidak diberikan, alasannya tidak ada kewajiban,” ujar Nasrullah.

Prosedur penetapan Angie sebagai tersangka sempat digugat beberapa penyidik. Pengumuman penetapan Angelina sebagai tersangka saat itu dilakukan oleh Ketua KPK Abraham Samad.

Sedangkan Partai Demokrat tidak akan lepas tanggungjawab terkait penahanan Angie. Meski demikian partai binaan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu tetap menghormati langkah KPK.

“Pertama, kita hormati proses hukum yang sedang dilakukan KPK,” kata Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) Partai Demokrat, Saan Mustopa. Meski demikian Saan yang juga anggota Komisi Hukum di DPR itu berharap KPK bersikap terbuka. “Kita berharap agar KPK bekerja secara transparan, objektif dan profesional,” lanjutnya.

Menurut Saan, KPK tentunya punya pertimbangan sendiri dalam menetapkan Angie sebagai tersangka. “Kalau KPK punya pertimbangan, maka KPK harus transparan objektif dan profesional sehingga tidak menimbulkan pertanyaan tentang penetapan sebagai tersangka,” ujarnya.

Ketua DPP Demokrat Bidang Pemberantasan Mafia Hukum, Didi Irawady mengatakan, soal benar tidaknya tuduhan terhadap Angie, Demokrat menyerahkannya pada proses hukum yang dilakukan KPK dan pengadilan. Ia mengharapkan, proses hukum terhadap Angie dilakukan profesional, obyektif, dan adil.

Juru Bicara KPK, Johan Budi SP mengatakan, Angie ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pembahasan anggaran di Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Kementerian Pendidikan Nasional tahun 2010 dan 2011.

“Penahanan adalah upaya paksa, saya kira nggak ada orang yang mau ditahan,” kata Johan dalam konferensi pers di Gedung KPK. Soal alasan penahanan, Johan menyebut ada dua, subyektif dan obyektif. Penahanan adalah kewenangan penyidik. “Alasan penyidik perlu dilakukan penahanan terhadap Ibu AS untuk alasan penyidikan,” kata dia.

KPK menjerat Angelina Sondakh dengan Pasal 5 ayat (2) atau Pasal 11 atau 12 huruf a UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukuman untuk Pasal 5 dan 11 antara 1-5 tahun. Sedangkan untuk Pasal 12 huruf a antara 4-20 tahun. Angie dituduh menerima aliran dana korupsi dalam proyek pembangunan wisma atlet SEA Games. (Red/Rekson/berbagai Sumber)

About unionpers

ORGANISASI WARTAWAN UNIONPERS BERDIRI SEJAK TAHUN 2004, AKTA NOTARIS : No 01/05/10/2005, MARLIANSYAH, SH, E-mail: unionpers@yahoo.com, REKENING BANK MANDIRI NO : 132 00 1264034-9, CABANG SADANG, PURWAKARTA ATAS NAMA REKSON HERMANTO (BENDAHARA)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

BERITA

%d blogger menyukai ini: