UNIONPERS
KRIMINAL
PROFIL UNIONPERS

Anak Kepala SMP PGRI 17 Mengusir Wartawan di Sekolah


Anak Kepala SMP PGRI 17 Mengusir Wartawan di Sekolah

Jakarta, Pelita RAKYAT
Tindakan mengusir wartawan saat peliputan yang dilakukan anak Kepala SMP PGRI 17 Jakarta, Marumbak merupakan tindakan pelanggaran UU No. 40/1999 tentang Pers dan harus diadukan ke polisi dan Dewan Pers. Kejadian memalukan Marumbak itu terjadi saat wartawan inisial SM melakukan peliputan kegiatan UN di SMP PGRI 17 Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (26/4).

Jenderal Pers, Sabam Leo Batubara yang juga Penasehat Dewan Pers dalam menanggapi kasus tersebut mengatakan, tindakan mengusir wartawan ketika peliputan berita merupakan tindakan pelanggaran. Wartawan jangan takut mengadukan ke aparat hukum. Apabila aparat hukum tidak menanggapi laporan wartawan, segera laporkan ke Dewan Pers. Biar Dewan Pers yang menghandel permasalahan, katanya.

Sementara Dinas Pendidikan DKI Jakarta melalui Kasi Manajemen, Lardi ketika dihubungi via HP terkait dengan pengusiran wartawan mengatakan akan mempelajarinya dan akan memberi sanksi kepada Kepala Sekolah selaku penanggung jawab, apabila terbukti bersalah. “Memberi sanksi kepada kepala sekolahnya apabila terbukti demikian pak,” ujar Lardi.

Kronologisnya, wartawan mendapatkan informasi bahwa ada dugaan kecurangan pelaksanaan UN di SMP PGRI 17 Petamburan. Untuk membuktikan kebenaran isu tersebut, si wartawan mendatangi sekolah untuk mempertanyakan kepada Yosua Kenda selaku Kepala Sekolah. Rupanya, Marumbak tidak senang ada wartawan masuk ke sekolah yang dipimpin bapak sendiri itu.

Rupanya sekolah itu telah dijaga oleh Marumbak selaku anak kepala sekolah untuk melindungi bapaknya dari wartawan. “Wartawan tidak boleh ada di sekolah, keluar”, teriak Marumbak emosi mengusir wartawan di halaman sekolah disaksikan beberapa guru. Si wartawan mencoba menjelaskan tujuannya dengan menunjukkan ID Card dan Koran. Tetapi itu pun tak digubris dan dengan kasar mendorong-dorong si wartawan supaya cepat hengkang dari lingkungan sekolah.

Alasan Marumbak dibuat-buat untuk mengusir wartawan. “Kamu harus ada surat tugas dari Kasi atau Kasudin Pendidikan, baru boleh meliput disini”, tegas Marumbak berdalih seakan-akan si wartawan itu pada posisi salah dalam menjalankan tugas. Menimbang pelaksanaan UN masih sedang berjalan, akhirnya si wartawan mengalah pergi meninggalkan sekolah tersebut.

Wartawan sangat kecewa dan tidak terima atas penghinaan Marumbak saat bertugas. “Kita beri waktu beberapa hari kepada Marumbak untuk meminta ma’af, kalau tidak akan kita lanjutkan melalui proses hukum. Kasus ini bukan masalah pribadi tetapi sudah menyangkut nama baik sebagai insan pers,” ungkap SM. (Simare/Hadi G/Red)

Iklan

About unionpers

ORGANISASI WARTAWAN UNIONPERS BERDIRI SEJAK TAHUN 2004, AKTA NOTARIS : No 01/05/10/2005, MARLIANSYAH, SH, E-mail: unionpers@yahoo.com, REKENING BANK MANDIRI NO : 132 00 1264034-9, CABANG SADANG, PURWAKARTA ATAS NAMA REKSON HERMANTO (BENDAHARA)

Diskusi

One thought on “Anak Kepala SMP PGRI 17 Mengusir Wartawan di Sekolah

  1. haha tukang korupsi tuh ….

    Posted by anak murid smp pgri 17 jakarta | 4 Juni 2013, 09:27

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

BERITA

%d blogger menyukai ini: