UNIONPERS
KRIMINAL
PROFIL UNIONPERS

Kejati Diduga Konspirasi Dengan Bupati Untuk Korbankan Wabup


 

Purwakarta, Pelita RAKYAT

Keputusan Kejaksaan Tinggi Negeri Jawa Barat menetapkan status tersangka terhadap Dudung B Supardi, Wakil Bupati Kabupaten Purwakarta dinilai sangat controversial dan sarat politik. Pasalnya, surat pengaduan nomor : 06/GMMP.KOR/08 tanggal 5 Agustus 2008 dan surat KPK RI Nomor : R-91/40/I/2009 tanggal 9 Januari 2009, atas nama Dedi Mulyadi, (Wakil Bupati yang saat ini jadi Bupati Purwakarta) yang masuk ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan korupsi makan minum sebesar Rp 11,86 miliar dan sesuai hasil audit BPK.

Selain itu, Kejaksaan Negeri Tinggi Jawab Barat telah menyakiti hati masyarakat Purwakarta, hak rakyat tidak dipedulikan dengan menetapkan Dudung B Supardi Tersangka. Seolah-olah hukum ditegakkan, padahal yang terjadi adalah sebuah lelucon. Korupsi politik yang merajalela diproduksi setiap saat, tetapi penegakannya tidak jelas. Itu di buktikan di fakta hukum bukti dipersidangan pada putusan perkara NO.65/ PID.B/2008/PN.PWK, terdapat orang yang memanfaatkan dana Islamic dan Makan Minum yaitu ada nama Lily Hambali (Bupati), Rahmat Gartiwa (Sekda), Entin Kartini (Bendahara) dan Dedi Mulyadi (Wakil Bupati). “Dalam kasus itu, tiga tersangka sudah di­ penjara. Tapi satu tersangka lagi belum, yaitu Dedi Mulyadi (Bupati Purwakarta). Kenapa Dedi Mulyadi tidak dijamah oleh hukum?, kenapa  Dudung B Supardi yang dikorbankan?.

Langka Kejaksaan Tinggi Negeri Jawa Barat dituding kental dengan “korupsi politi”, setiap menjelang pemilukada di Kabupaten Purwakarta isu korupsi sangat kencang dihembuskan. “Saya telah di zolimi. Penetapan saya sebagai tersangka sarat muatan politis, makanya saya mengundurkan diri. Kenapa Dedy tidak dijamah oleh hukum?, ujar Dudung B Supardi, Wakil Bupati kepada Pelita RAKYAT.

Yang membuat hati miris, kasus yang hampir sama dengan Dudung B Supardi juga terjadi pada tahun 2007 menjelang pemilukada Purwakarta tahun 2008 yang menimpa Lily Hambali (Bupati ). Diam-diam, Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menetapkan Lily sebagai saksi hingga tersangka kasus dugaan penyimpangan dana bencana alam senilai Rp 2 miliar dan pembangunan GIC Rp 1,7 miliar. “ Kasus korupsi ini diangkat menjelang Pemilu untuk menjatuhkan saya yang ikut balon bupati ,” ujar Lili Hambali saat itu.

Maka tak mengherankan, jika “Korupsi Politik” adalah yang paling jahat dibandingkan korupsi jenis lain. Dalam korupsi politik, hak rakyat tidak dipedulikan. Seolah-olah hukum ditegakkan, padahal yang terjadi adalah sebuah lelucon. Korupsi politik yang merajalela diproduksi setiap saat, tetapi penegakannya tidak jelas. “Semua kalangan masyarakat di Purwakarta sudah lama mengetahui bahwa kasus makan minum (mamim) terjadi sejak tahun 2006 ( 6 tahun yang lalu) sesuai hasil audit BPK, saya sudah mengabdi di pemerintahan dari tahun 1972, apa hasilnya?,” tandas Dudung.

Menurut Dudung, penetapan dirinya menjadi tersangka digulirkan karena ada ke­ pentingan menjelang Pilkada Purwakarta 2012. Dengan mencuatnya kasus tersebut, ada calon bupati lainnya yang merasa diun­tungkan karena berkurang saingan. “Saya tidak pernah menyatakan mencalonkan diri sebagai bupati. Tapi dari Partai Demokrat menyatakan ingin mencalon­kan. Setelah itu kasus ini ramai lagi,” katanya.

Selanjutnya, Dudung B Supardi melalui pengacaranya, Hari Ibrahim mengatakan, saat diperiksa oleh penyidik kliennya itu diperiksa mengenai riwayat hidup. “Saya merasa sedih ketika penyidik menanyakan tentang riwayat hidupnya. Dia dikorbankan menjadi tersangka. Sementara Entin Kartini (Pemegang Kas Daerah) dia jelas tidak pernah diperiksa menjadi tersangka,” kata Hari kepada wartawan.

Dia pun merasa janggal karena izin dari presiden mulai diajukan pada 2 Januari lalu. Akan tetapi, sebulan kemudian, izin itu sudah keluar. Hal itu dinilai Hari sangat aneh. “Beliau meminta ingin menyatakan mengundurkan diri dari Wabup. Unsur politisnya sangat kental. Besok dibikin, lusa mungkin akan dilayangkan. Lihat dari perkembangannya karena klien saya merasa dikorbankan,” kata dia.

Menurut dia, dalam waktu dekat ini ada Pemilihan. Pihaknyapun akan membeberkan beberapa penyelewengan dana yang dilakukan oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Seperti penyalahgunaan dana bantuan bencana alam dan dana Islamic Center anggaran 2003-2004, penyalahgunaan anggaran makan dan minum dan pengeluaran fiktif 27 mata anggaran 2006, tandasnya.

Catatan sebelumnya, Gerakan Moral Masyarakat Purwakarta atau GMMP sudah melaporkan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi ke Kejaksaan Agung (Kejangung) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, penuntasannya tidak berjalan seperti yang diharapkan. “Sejumlah saksi di persidangan menyebut Dedi Mulyadi terlibat. Fakta persidangan itu semakin kuat dengan adanya bukti berupa surat pernyataan Entin Kartini, terdakwa dalam kasus tersebut, dan laporan hasil pemeriksaan Bawasda Purwakarta.  Dedi Mulyadi juga tidak pernah dimintai keterangan meski namanya telah beberapa kali disebut oleh saksi di pengadilan, ujar,” Ketua GMMP Hikmat Ibnu Ariel.

GMMP antara lain menyerahkan bukti-bukti, rekaman dan transkrip persidangan dua kasus tersebut di Pengadilan Negeri Purwakarta, dan temuan dugaan korupsi dana makan minum. Materi tersebut diterima staf bagian Pengaduan Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Direktorat Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di tempat terpisah.

Sedangkan informasi Pelita RAKYAT di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat melalui Penyidik Kejati Jawa Barat akan kembali memanggil Dudung B Supardi pada Senin (12/3/12). Kejati Jawa Barat telah menetapkan Dudung sebagai tersangka dalam dugaan korupsi dana makan-minum Kabupaten Purwakarta tahun 2006-2008 senilai Rp 14 miliar. Hal itu dibenarkan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jawa Barat, Fadil Zumhanna. (Red/)

About unionpers

ORGANISASI WARTAWAN UNIONPERS BERDIRI SEJAK TAHUN 2004, AKTA NOTARIS : No 01/05/10/2005, MARLIANSYAH, SH, E-mail: unionpers@yahoo.com, REKENING BANK MANDIRI NO : 132 00 1264034-9, CABANG SADANG, PURWAKARTA ATAS NAMA REKSON HERMANTO (BENDAHARA)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

BERITA

%d blogger menyukai ini: